Kutil Kelamin di Mulut: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengobatinya

Klinik Apollo – Kutil kelamin di mulut merupakan pertumbuhan jaringan atau benjolan pada mulut yang dapat berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV), termasuk HPV tipe 6 dan 11. Kedua tipe tersebut juga dapat menyebabkan kutil anogenital.
HPV dapat menular melalui kontak seksual, termasuk aktivitas seksual oral. Namun, tidak semua benjolan di mulut menunjukkan kutil akibat HPV. Karena itu, dokter perlu memeriksa benjolan tersebut untuk memastikan penyebabnya.
- Apa Itu Kutil Kelamin di Mulut?
- Penyebab Kutil Kelamin di Mulut
- Ciri-Ciri Kutil Kelamin di Mulut
- Apakah Kutil Kelamin Bisa Muncul di Mulut?
- Bagaimana Kutil HPV di Mulut Menular?
- Cara Mendiagnosis Kutil Kelamin di Mulut
- Cara Mengobati Kutil Kelamin di Mulut
- Kapan Harus Memeriksakan Benjolan di Mulut?
- Apakah Kutil di Mulut Bisa Menjadi Kanker?
- Cara Mencegah Infeksi HPV dan Kutil di Mulut
- Pengobatan Kutil Kelamin di Klinik Apollo Jakarta
- Kesimpulan
Apa Itu Kutil Kelamin di Mulut?
Istilah “kutil kelamin di mulut” sering menggambarkan kutil akibat HPV yang muncul pada rongga mulut atau tenggorokan setelah seseorang terpapar HPV melalui aktivitas seksual oral.
HPV merupakan kelompok virus yang sangat umum. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan sistem kekebalan tubuh biasanya dapat membersihkannya secara alami. Namun, sebagian infeksi dapat menetap dan kemudian menyebabkan lesi tertentu.
Kutil akibat HPV umumnya berkaitan dengan tipe HPV berisiko rendah. CDC menyebut sekitar 90% kutil anogenital berasal dari HPV tipe 6 atau 11, Kedua tipe tersebut juga dapat berkaitan dengan kutil pada area oral dan laring.
Baca Juga: Kutil Kelamin Tahap Awal: Ciri, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Penyebab Kutil Kelamin di Mulut
Infeksi HPV pada jaringan mukosa menjadi penyebab utama kutil kelamin di mulut. Virus tersebut dapat berpindah ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan area yang terinfeksi.
Beberapa faktor berikut juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar HPV:
- Melakukan hubungan seksual oral dengan pasangan yang terinfeksi HPV.
- Menyentuh atau melakukan kontak langsung dengan lesi yang mengandung HPV.
- Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS).
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Perlu dipahami bahwa seseorang dapat membawa HPV tanpa mengetahui dirinya terinfeksi. Bahkan, seseorang yang hanya memiliki satu pasangan seksual tetap dapat tertular HPV.
Selain itu, HPV tidak selalu menimbulkan gejala yang terlihat. Karena itu, seseorang dapat membawa virus tersebut tanpa menyadari adanya infeksi.
Untuk memahami kondisi HPV secara lebih luas, Anda juga dapat membaca artikel mengenai Penyakit Kutil Kelamin: Penyebab, Gejala, Pengobatan.
Ciri-Ciri Kutil Kelamin di Mulut
Ciri kutil akibat HPV di mulut dapat berbeda pada setiap orang. Lesi dapat berukuran kecil sehingga sulit terlihat, tetapi pada sebagian kasus dapat berkembang atau muncul berkelompok.
Beberapa gambaran yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Benjolan kecil pada mulut
Pertumbuhan jaringan dapat muncul pada bibir, lidah, gusi, bagian dalam pipi, langit-langit mulut, atau area tenggorokan.
2. Permukaan tidak rata
Kutil dapat memiliki permukaan yang menonjol atau terasa kasar.
3. Berwarna menyerupai jaringan sekitar
Warna kutil dapat menyerupai jaringan di sekitarnya. Akibatnya, seseorang mungkin kesulitan mengenali lesi tersebut.
4. Muncul lebih dari satu lesi
Beberapa pertumbuhan dapat muncul secara berkelompok pada area mulut tertentu.
5. Dapat tidak menimbulkan keluhan
Infeksi HPV sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, seseorang terkadang baru menyadari adanya lesi ketika melihat atau merasakan benjolan di mulut.
Namun, ciri visual saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Sariawan, iritasi, kista, infeksi lain, atau kelainan jaringan tertentu juga dapat menyebabkan benjolan maupun perubahan pada rongga mulut.
Karena itu, sebaiknya jangan menentukan penyebab benjolan hanya berdasarkan bentuk atau warnanya.
Baca Juga: Perbedaan Kutil Kelamin dan Sifilis yang Perlu Diketahui
Apakah Kutil Kelamin Bisa Muncul di Mulut?
Ya, HPV dapat menginfeksi area mulut dan tenggorokan. CDC menyatakan bahwa HPV yang berkaitan dengan kutil anogenital, terutama tipe 6 dan 11, juga dapat ditemukan pada kutil oral dan laring.
Meski demikian, penting membedakan antara kutil oral akibat HPV dan infeksi HPV pada mulut yang tidak menyebabkan kutil. Keduanya tidak selalu menunjukkan gambaran klinis yang sama.
Karena itu, seseorang yang menemukan benjolan baru di mulut setelah melakukan aktivitas seksual oral sebaiknya tidak mencoba mendiagnosis dirinya sendiri.
Bagaimana Kutil HPV di Mulut Menular?
HPV terutama berpindah melalui kontak langsung dengan kulit atau mukosa yang terinfeksi. Dalam konteks seksual, aktivitas oral dapat menjadi salah satu jalur penularan HPV ke area mulut dan tenggorokan.
Penggunaan kondom dan dental dam dapat membantu mengurangi paparan HPV. Namun keduanya tidak memberikan perlindungan 100% terhadap HPV, karena virus juga dapat berada pada area kulit yang tidak tertutup.
Selain itu, seseorang dapat menularkan HPV meskipun tidak memiliki kutil yang terlihat. Oleh karena itu, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan seksual tetap penting.
Baca Juga: Pencegahan Kutil Kelamin: Cara Efektif Hindari HPV
Cara Mendiagnosis Kutil Kelamin di Mulut
Dokter biasanya memulai pemeriksaan dengan melihat langsung lesi dan menanyakan riwayat keluhan serta faktor risiko.
Jika bentuk lesi tidak khas, diagnosis meragukan, atau terdapat tanda yang mengkhawatirkan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan. Pada kutil anogenital, CDC menjelaskan bahwa biopsi dapat diperlukan apabila lesi tampak tidak biasa, misalnya mengalami perdarahan, ulserasi, berpigmen, mengeras, atau melekat pada jaringan di bawahnya.
Untuk itu, jangan menggunakan obat penghilang kutil kulit biasa pada rongga mulut tanpa arahan dokter. Jaringan mulut lebih sensitif dan beberapa bahan yang digunakan untuk kutil kulit tidak ditujukan untuk mukosa.
Cara Mengobati Kutil Kelamin di Mulut
Pengobatan bergantung pada lokasi, jumlah, ukuran, karakteristik lesi, dan hasil pemeriksaan dokter.
Pada prinsipnya, terapi bertujuan menghilangkan lesi yang terlihat dan mengatasi keluhan yang ditimbulkannya. Perlu diketahui bahwa pengobatan kutil tidak selalu berarti virus HPV langsung hilang dari tubuh. CDC menjelaskan bahwa terapi kutil dapat mengurangi manifestasi penyakit, tetapi belum terbukti mengeradikasi infeksi HPV atau memastikan tidak terjadi penularan kembali.
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis tertentu sesuai kondisi pasien. Untuk kutil pada area tertentu, pilihan terapi dapat mencakup tindakan destruktif atau pengangkatan oleh tenaga medis. Pemilihan metode harus mempertimbangkan lokasi anatomi karena jaringan rongga mulut berbeda dari kulit genital.
Karena itu, jangan mengoleskan asam, obat kutil, podofiloks, atau obat topikal untuk kutil kelamin ke dalam mulut tanpa resep dan pengawasan dokter. Terapi yang tepat untuk kutil pada kulit tidak otomatis aman untuk mukosa mulut.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kutil Kelamin dan Cegah Kambuh
Kapan Harus Memeriksakan Benjolan di Mulut?
Segera periksakan diri apabila benjolan atau perubahan pada mulut:
- Tidak kunjung menghilang.
- Bertambah besar atau jumlahnya.
- Mudah berdarah.
- Terasa nyeri atau mengganggu saat makan.
- Disertai sulit menelan.
- Disertai suara serak atau keluhan tenggorokan yang menetap.
- Memiliki bentuk, warna, atau permukaan yang tidak biasa.
- Muncul setelah adanya risiko paparan IMS.
Pemeriksaan penting karena tidak semua benjolan di mulut disebabkan HPV. Diagnosis yang tepat membantu pasien mendapatkan penanganan sesuai penyebabnya.
Apakah Kutil di Mulut Bisa Menjadi Kanker?
Kutil kelamin umumnya berkaitan dengan HPV tipe berisiko rendah, terutama HPV 6 dan 11. Tipe tersebut berbeda dari sejumlah HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan perubahan sel dan kanker.
Namun, HPV secara keseluruhan juga memiliki tipe berisiko tinggi yang berhubungan dengan beberapa jenis kanker. WHO menjelaskan bahwa infeksi HPV yang menetap oleh tipe karsinogenik dapat menyebabkan perubahan sel yang kemudian berkembang menjadi kanker tertentu.
Karena itu, munculnya benjolan di mulut tidak boleh langsung disimpulkan sebagai kanker ataupun dianggap pasti sebagai kutil. Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk membedakan keduanya.
Cara Mencegah Infeksi HPV dan Kutil di Mulut
Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko infeksi HPV:
1. Pertimbangkan vaksinasi HPV
Vaksin HPV merupakan salah satu strategi penting untuk mencegah infeksi HPV dan penyakit yang berkaitan dengan virus tersebut. WHO menyebut vaksinasi HPV sebagai bagian penting dalam pencegahan penyakit terkait HPV.
2. Gunakan pengaman saat aktivitas seksual
Penggunaan kondom atau dental dam dapat membantu mengurangi paparan, meskipun tidak memberikan perlindungan menyeluruh.
3. Hindari kontak seksual ketika terdapat lesi yang mencurigakan
Jika salah satu pasangan memiliki kutil atau lesi yang belum mendapatkan diagnosis, sebaiknya tunda aktivitas seksual sampai mendapatkan evaluasi medis.
4. Lakukan pemeriksaan bila muncul kelainan
Semakin cepat penyebab benjolan diketahui, semakin cepat pula dokter dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Apakah Kutil Kelamin Bisa Sembuh? Ini Faktanya
Pengobatan Kutil Kelamin di Klinik Apollo Jakarta
Jika Anda menemukan benjolan yang dicurigai sebagai kutil akibat HPV di mulut, konsultasi medis dapat membantu memastikan apakah keluhan tersebut benar-benar berkaitan dengan HPV atau justru disebabkan kondisi lain.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan pemeriksaan dan konsultasi terkait penyakit menular seksual, termasuk evaluasi keluhan yang berhubungan dengan kesehatan seksual.
Untuk keluhan kutil, dokter dapat menentukan apakah pasien membutuhkan observasi, pemeriksaan tambahan, atau tindakan medis berdasarkan hasil evaluasi. Jangan memilih obat sendiri, terutama untuk lesi yang berada di dalam mulut.
Kesimpulan
Kutil kelamin di mulut dapat berkaitan dengan infeksi HPV dan dapat terjadi setelah paparan melalui aktivitas seksual oral. Ciri yang dapat muncul berupa benjolan atau pertumbuhan jaringan pada rongga mulut, tetapi tampilan tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dokter diperlukan agar kutil HPV dapat dibedakan dari sariawan, iritasi, infeksi, maupun kelainan mulut lainnya.
Jika Anda menemukan benjolan atau pertumbuhan yang mencurigakan di mulut, lakukan konsultasi di Klinik Apollo Jakarta agar mendapatkan evaluasi medis, penjelasan mengenai penyebab keluhan, dan pilihan penanganan yang sesuai sehingga Anda dapat memperoleh penanganan lebih tepat dan tidak perlu mencoba obat sendiri yang berisiko mengiritasi jaringan mulut.
Refrensi Medis:
- CDC – Human Papillomavirus (HPV) Infection: STI Treatment Guidelines: https://www.cdc.gov/bacterial-vaginosis/about/index.html
- WHO – Cervical Cancer and HPV Information: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
- PAHO/WHO – Human Papillomavirus and Cervical Cancer: https://www.paho.org/en/topics/sexually-transmitted-infections/human-papillomavirus-and-cervical-cancer-fact-sheets
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta








