7 Ciri-ciri Herpes Genital pada Pria & Wanita yg Wajib Diwaspadai

Klinik Apollo – Herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV).
Infeksi ini dapat menyerang pria maupun wanita dan sering kali tidak di sadari karena sebagian orang tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan.
Ketika gejala muncul, herpes genital umumnya di tandai dengan lepuhan atau luka yang terasa nyeri di area genital atau anus.
Namun, gejalanya dapat berbeda pada setiap orang dan bisa menyerupai kondisi kulit atau infeksi genital lainnya. Karena itu, mengenali ciri-ciri herpes genital penting agar seseorang dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
- Apa Itu Herpes Genital?
- 7 Ciri-Ciri Herpes Genital yang Perlu Diwaspadai
- Ciri Herpes Genital pada Pria
- Ciri Herpes Genital pada Wanita
- Apakah Herpes Genital Selalu Menimbulkan Gejala?
- Bagaimana Herpes Genital Menular?
- Bagaimana Cara Memastikan Herpes Genital?
- Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh Total?
- Kapan Harus ke Dokter Ahli?
- Jangan Keliru Membedakan Herpes dengan Penyakit Kelamin Lain
- Kesimpulan
Apa Itu Herpes Genital?
Herpes genital adalah infeksi pada area genital yang dapat di sebabkan oleh HSV-1 maupun HSV-2.
HSV-2 merupakan penyebab utama herpes genital, tetapi HSV-1 juga dapat menyebabkan infeksi genital, terutama melalui kontak oral-genital.
Setelah seseorang terinfeksi, virus dapat tetap berada di dalam tubuh dan kembali aktif (kambuh) sehingga menyebabkan kekambuhan.
Meskipun belum ada obat-obatan yang menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen, obat-obatan antivirus dapat membantu mengendalikan gejala dan mengurangi kekambuhan pada kondisi tertentu.
Menurut WHO, sekitar 520 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia di perkirakan mengalami infeksi HSV-2, berdasarkan estimasi tahun 2020.
Sekitar 13% populasi usia tersebut terdampak.
7 Ciri-Ciri Herpes Genital yang Perlu Diwaspadai
Gejala herpes genital dapat berbeda antara satu orang dan lainnya.
Bahkan, sebagian orang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.
Berikut beberapa tanda yang perlu di perhatikan.
1. Muncul Lepuhan Kecil Berisi Cairan
Salah satu ciri herpes genital yang paling khas adalah munculnya kelompok lepuhan kecil di sekitar:
- Penis atau skrotum pada pria.
- Vulva atau vagina pada wanita.
- Anus dan area di sekitarnya.
- Bokong atau paha bagian dalam.
Lepuhan biasanya dapat terasa nyeri.
Setelah beberapa waktu, lepuhan dapat pecah dan meninggalkan luka terbuka.
Namun, perlu di ingat bahwa tidak semua benjolan atau lepuhan di area genital merupakan herpes.
Beberapa kondisi lain dapat memiliki tampilan yang serupa sehingga pemeriksaan dokter di perlukan untuk memastikan penyebabnya.
2. Lepuhan Pecah Menjadi Luka yang Nyeri
Setelah lepuhan pecah, area tersebut dapat berubah menjadi luka atau ulkus yang terasa perih dan nyeri.
Rasa sakit dapat semakin terasa ketika luka bergesekan dengan pakaian atau terkena urine.
Pada sebagian orang, luka dapat sembuh dalam beberapa waktu, tetapi virus tetap berada di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kekambuhan.
Jika luka genital muncul tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai iritasi biasa.
3. Gatal, Kesemutan, Panas, atau Rasa Terbakar
Sebelum lepuhan terlihat, seseorang dapat merasakan kesemutan, gatal, panas, atau sensasi terbakar di area yang kemudian mengalami luka.
Fase ini dapat menjadi tanda awal sebelum munculnya lepuhan atau luka.
WHO menyebutkan bahwa sensasi kesemutan, gatal, atau rasa terbakar dapat muncul di sekitar lokasi luka sebelum luka terlihat.
Pada herpes yang kambuh, mengenali sensasi awal tersebut dapat membantu seseorang lebih cepat mencari penanganan.
4. Nyeri atau Perih Saat Kencing
Herpes genital juga dapat menyebabkan nyeri ketika kencing, terutama jika luka berada di sekitar lubang uretra atau area yang terkena urine.
Keluhan ini terkadang membuat herpes genital di salahartikan sebagai infeksi saluran kemih (ISK).
Oleh karena itu, jika nyeri saat kencing muncul bersamaan dengan lepuhan atau luka genital, pemeriksaan medis penting di lakukan.
5. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Selangkangan
Pada infeksi pertama, tubuh dapat memberikan respons terhadap infeksi dengan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area selangkangan.
Gejala ini dapat muncul bersama demam, pegal, sakit kepala, atau tubuh terasa lemas.
Meski demikian, pembengkakan kelenjar getah bening tidak khusus terjadi pada herpes.
Infeksi lain juga dapat menimbulkan kondisi serupa.
6. Demam, Pegal, dan Tubuh Terasa Lemas
Pada episode pertama herpes genital, sebagian orang dapat mengalami gejala yang menyerupai infeksi virus pada umumnya, seperti:
- Demam.
- Sakit kepala.
- Pegal atau nyeri tubuh.
- Lemas.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
WHO mencatat bahwa infeksi pertama dapat menimbulkan gejala sistemik, sedangkan kekambuhan berikutnya biasanya lebih singkat dan lebih ringan.
Tidak semua penderita mengalami gejala tersebut.
Karena itu, tidak adanya demam bukan berarti seseorang pasti bebas dari herpes genital.
7. Gejala Kambuh di Area yang Sama
Herpes genital memiliki karakteristik penting, yaitu dapat kambuh kembali.
Setelah infeksi pertama, virus HSV menetap di dalam tubuh.
Pada sebagian orang, virus dapat kembali aktif dan menyebabkan lepuhan atau luka di area yang sama atau di sekitarnya.
Namun, frekuensi dan tingkat keparahan kekambuhan berbeda-beda.
Kekambuhan umumnya lebih ringan di bandingkan episode pertama dan pada sebagian orang dapat semakin jarang terjadi dari waktu ke waktu.
Ciri Herpes Genital pada Pria
Pada pria, herpes genital dapat muncul sebagai:
- Lepuhan kecil berisi cairan pada penis.
- Luka pada penis atau skrotum.
- Luka di sekitar anus.
- Gatal atau rasa terbakar pada area genital.
- Nyeri ketika kencing.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.
- Demam dan badan terasa tidak enak, terutama saat infeksi pertama.
Luka juga dapat muncul di area yang tidak langsung terlihat, sehingga seseorang terkadang tidak menyadari adanya luka.
Jika muncul bintik, lepuhan, atau luka pada penis, jangan langsung menganggapnya sebagai herpes.
Kutil kelamin, folikulitis, iritasi, sifilis, dan beberapa masalah kulit lainnya dapat memiliki tampilan yang berbeda tetapi terkadang membingungkan bagi orang awam.
Ciri Herpes Genital pada Wanita
Pada wanita, herpes genital dapat menyebabkan:
- Lepuhan atau luka pada vulva.
- Luka di sekitar vagina atau anus.
- Rasa gatal dan terbakar.
- Nyeri ketika kencing.
- Nyeri pada area genital.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Demam atau tubuh terasa lemas pada infeksi pertama.
Luka juga dapat muncul pada bagian genital yang tidak mudah terlihat.
Selain itu, sebagian wanita mungkin mengalami gejala yang ringan sehingga mengira keluhannya hanya iritasi atau infeksi vagina biasa.
Apakah Herpes Genital Selalu Menimbulkan Gejala?
Tidak.
Ini merupakan salah satu alasan herpes genital dapat menyebar tanpa di sadari.
WHO menyebutkan bahwa sebagian besar infeksi HSV tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan gejala ringan yang tidak di kenali sebagai herpes.
Virus juga dapat di tularkan meskipun tidak terdapat lepuhan atau luka yang terlihat.
Risiko penularan meningkat ketika terdapat luka aktif, tetapi penularan tanpa gejala tetap dapat terjadi.
Karena itu, seseorang tidak dapat memastikan dirinya bebas dari herpes hanya karena tidak memiliki luka pada alat kelamin.
Bagaimana Herpes Genital Menular?
HSV dapat menular melalui kontak kulit dengan area yang terinfeksi, termasuk saat melakukan:
- Seks vaginal.
- Seks anal.
- Seks oral.
- Kontak langsung dengan luka atau area kulit yang mengeluarkan virus.
HSV-1 juga dapat berpindah dari area mulut ke genital melalui kontak oral-genital.
Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) dapat mengurangi risiko, tetapi tidak memberikan perlindungan 100% karena herpes dapat mengenai area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).
Saat terdapat lepuhan, luka, atau sensasi awal seperti kesemutan dan terbakar, sebaiknya hindari aktivitas seksual sampai gejala membaik.
Bagaimana Cara Memastikan Herpes Genital?
Jika muncul lepuhan atau luka yang mencurigakan, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan langsung pada area tersebut.
Ketika terdapat lepuhan atau luka yang masih aktif, dokter ahli dapat mengambil sampel menggunakan swab untuk pemeriksaan HSV.
NHS juga menjelaskan bahwa pemeriksaan swab di lakukan dengan mengambil cairan dari lepuhan atau luka.
Pemeriksaan menjadi lebih sulit di lakukan jika tidak terdapat luka yang dapat di ambil sampelnya.
Karena itu, jangan menunda konsultasi ketika luka baru muncul.
Dokter ahli juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lain sesuai riwayat dan kondisi pasien.
Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh Total?
Sampai saat ini, belum ada obat-obatan yang menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen.
Namun, kondisi ini dapat di kendalikan.
Obat-obatan antivirus yang di resepkan dokter ahli dapat membantu:
- Memperpendek durasi dan mengurangi keparahan gejala.
- Membantu mempercepat penyembuhan luka.
- Mengurangi frekuensi kekambuhan pada sebagian pasien.
- Dalam kondisi tertentu, terapi supresif dapat membantu menurunkan risiko penularan HSV-2 kepada pasangan.
Karena itu, jangan membeli obat-obatan antivirus sendiri tanpa diagnosis dan anjuran dokter ahli.
Jenis terapi dan durasinya perlu di sesuaikan dengan episode pertama, kekambuhan, kondisi kesehatan, serta faktor lainnya.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera konsultasikan kepada dokter ahli jika Anda mengalami:
- Lepuhan atau luka baru di area genital.
- Luka genital yang terasa nyeri.
- Gatal atau rasa terbakar sebelum muncul luka.
- Nyeri saat kencing.
- Luka yang berulang (kambuh) di area genital.
- Demam dan pembengkakan kelenjar getah bening bersama luka genital.
- Pasangan seksual memiliki herpes genital atau gejala yang mencurigakan.
- Anda sedang hamil dan mengalami gejala herpes genital.
Kehamilan membutuhkan perhatian khusus.
Infeksi herpes yang baru terjadi menjelang persalinan pervaginam dapat meningkatkan risiko herpes pada bayi, sehingga wanita hamil yang mengalami gejala perlu segera menghubungi tenaga kesehatan.
Jangan Keliru Membedakan Herpes dengan Penyakit Kelamin Lain
Lepuhan, luka, atau benjolan di area genital tidak selalu berarti herpes.
Beberapa IMS (infeksi menular seksual) memiliki bentuk dan gejala yang berbeda.
Sebagai contoh, sifilis primer biasanya menyebabkan luka yang tidak nyeri, sedangkan herpes lebih sering menyebabkan lepuhan atau luka yang nyeri.
Namun, tampilan klinis saja tidak selalu cukup untuk memastikan diagnosis.
Karena itu, pemeriksaan dokter ahli lebih aman daripada mencoba mendiagnosis sendiri berdasarkan foto atau bentuk luka.
Kesimpulan
Ciri-ciri herpes genital yang paling perlu di waspadai antara lain lepuhan kecil berisi cairan, luka yang terasa nyeri, gatal atau sensasi terbakar, nyeri saat kencing, pembengkakan kelenjar getah bening, demam, serta gejala yang dapat kambuh kembali.
Namun, tidak semua penderita herpes mengalami gejala yang jelas, sehingga tidak adanya lepuhan bukan jaminan bahwa seseorang tidak terinfeksi. Pemeriksaan medis dapat membantu membedakan herpes dari IMS (infeksi menular seksual) atau penyakit kulit lainnya.
Jika Anda mengalami lepuhan, luka, gatal, rasa terbakar, atau gejala lain yang mencurigakan di area genital, jangan menunda pemeriksaan.
Konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan oleh dokter ahli, diagnosis yang lebih akurat, pilihan pengobatan antivirus sesuai kondisi, serta penanganan yang mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta








