HPV pada Pria: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Klinik Apollo – HPV pada pria sering kali tidak disadari karena sebagian besar infeksi tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak pria baru mengetahui dirinya terinfeksi setelah muncul kutil kelamin atau saat pasangan terdiagnosis infeksi Human Papilloma Virus (HPV).
Padahal, beberapa tipe HPV (human papilloma virus) berisiko menyebabkan komplikasi serius, termasuk kanker pada area genital, anus, hingga orofaring (tenggorokan). Dalam praktik klinis, kami kerap menjumpai pasien yang menganggap benjolan kecil di area kelamin sebagai iritasi biasa.
Setelah di lakukan pemeriksaan, sebagian kasus ternyata merupakan kutil kelamin akibat HPV (human papilloma virus). Pengalaman ini menunjukkan bahwa pemeriksaan sejak dini sangat penting agar infeksi dapat di tangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Artikel ini membahas secara lengkap tentang HPV pada pria, mulai dari penyebab, gejala, faktor risiko, diagnosis, pengobatan, hingga langkah pencegahan berdasarkan pedoman medis terbaru.
Apa Itu HPV pada Pria?
Human Papilloma Virus (HPV) adalah kelompok virus yang terdiri dari lebih dari 200 tipe, dan sekitar 40 tipe dapat menginfeksi area genital.
Virus ini merupakan salah satu penyebab infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum di dunia.
Menurut World Health Organization (WHO), sebagian besar infeksi HPV (human papilloma virus) akan hilang dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh dalam waktu 1 hingga 2 tahun.
Namun, infeksi yang menetap dapat menyebabkan kutil kelamin maupun berbagai jenis kanker. Pada pria, HPV (human papilloma virus) dapat menginfeksi:
- Penis.
- Skrotum.
- Area anus.
- Selangkangan.
- Mulut dan tenggorokan.
Apa Penyebab HPV pada Pria?
Penyebab HPV (human papilloma virus) adalah infeksi HPV (human papilloma virus) yang menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir yang terinfeksi.
Dan penularan paling sering terjadi melalui:
- Pada hubungan seksual vaginal.
- Hubungan seksual anal.
- Hubungan seksual oral.
- Kontak kulit ke kulit pada area genital.
- Penggunaan mainan seksual (seks toys) secara bergantian tanpa di bersihkan.
Perlu di ketahui bahwa HPV (human papilloma virus) tidak selalu memerlukan penetrasi untuk menular.
Kontak langsung pada area genital saja sudah dapat menyebabkan perpindahan virus.
Faktor Risiko HPV pada Pria
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko infeksi HPV (human papilloma virus) meliputi:
- Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
- Tidak menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
- Memulai aktivitas seksual pada usia muda.
- Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita HIV.
- Merokok.
Semakin banyak faktor risiko yang di miliki, semakin besar kemungkinan seseorang terpapar HPV (human papilloma virus).
Gejala HPV pada Pria
Sebagian besar pria tidak mengalami gejala.
Namun, apabila gejala muncul, keluhan yang paling sering di temukan adalah kutil kelamin.
Tanda-tanda HPV (human papilloma virus) pada pria meliputi:
1. Kutil Kelamin
Kutil dapat berbentuk:
- Ada benjolan kecil.
- Bergerombol menyerupai kembang kol.
- Berwarna kulit atau keabu-abuan.
- Permukaannya halus atau kasar.
Kutil biasanya muncul pada:
-
- Penis.
- Skrotum.
- Selangkangan.
- Area anus.
2. Rasa Gatal atau Tidak Nyaman
Sebagian penderita merasakan:
-
-
-
-
- Gatal.
- Sensasi terbakar ringan.
- Iritasi pada area genital.
-
-
-
3. Perdarahan Akibat Gesekan
Kutil yang berukuran besar dapat mengalami perdarahan ketika bergesekan dengan pakaian atau saat berhubungan seksual.
Apakah HPV pada Pria Berbahaya?
Ya, terutama apabila infeksi di sebabkan oleh tipe HPV (human papilloma virus) berisiko tinggi dan menetap dalam tubuh.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
1. Kutil Kelamin
HPV (human papilloma virus) tipe 6 dan 11 menyebabkan sekitar 90% kasus kutil kelamin, meskipun kedua tipe ini jarang berkembang menjadi kanker.
2. Kanker Penis
Walaupun tergolong jarang, beberapa tipe HPV (human papilloma virus) berisiko tinggi dapat meningkatkan risiko kanker penis.
3. Kanker Anus
Risiko lebih tinggi pada pria yang melakukan hubungan seksual anal atau memiliki sistem imun yang lemah.
4. Kanker Orofaring
Infeksi HPV (human papilloma virus) juga dapat menyerang tenggorokan, amandel, dan pangkal lidah.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), HPV (human papilloma virus) menjadi salah satu penyebab utama kanker orofaring yang berkaitan dengan infeksi virus.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis HPV pada Pria?
Diagnosis di lakukan melalui kombinasi wawancara medis dan pemeriksaan fisik.
Dokter ahli dapat melakukan:
-
-
-
-
- Dengan pemeriksaan area genital.
- Pemeriksaan anus apabila di perlukan.
- Penilaian bentuk dan lokasi kutil.
- Biopsi bila di temukan luka yang mencurigakan.
- Pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lain jika terdapat faktor risiko.
-
-
-
Berbeda dengan wanita, hingga saat ini belum tersedia tes skrining HPV (human papilloma virus) rutin yang direkomendasikan untuk semua pria.
Pengobatan HPV pada Pria
Hingga kini belum ada obat-obatan yang dapat menghilangkan HPV (human papilloma virus) secara langsung.
Oleh karena itu, pengobatan bertujuan mengatasi gejala atau komplikasi yang muncul.
Pilihan terapi meliputi:
1. Obat-obatan Topikal
Dokter ahli dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu menghilangkan kutil kelamin sesuai kondisi pasien.
2. Krioterapi
Kutil di bekukan menggunakan nitrogen cair sehingga jaringan yang terinfeksi dapat terlepas secara bertahap.
3. Elektrokauter
Dokter ahli menggunakan arus listrik untuk menghancurkan jaringan kutil.
4. Bedah Minor atau Laser
Di lakukan apabila ukuran kutil besar, jumlahnya banyak, atau sulit di atasi dengan metode lain.
Meskipun kutil berhasil di hilangkan, virus masih dapat bertahan di dalam tubuh sehingga kontrol rutin tetap di perlukan.
Cara Mencegah HPV pada Pria
Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko infeksi HPV (human papilloma virus).
Beberapa cara yang dapat di lakukan antara lain:
1. Vaksin HPV (human papilloma virus)
Direkomendasikan vaksin HPV (human papilloma virus) sebagai upaya pencegahan terhadap tipe virus yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin.
Vaksin paling efektif di berikan sebelum seseorang aktif secara seksual, tetapi pada kelompok usia tertentu masih dapat memberikan manfaat setelah berkonsultasi dengan dokter ahli.
2. Menggunakan Kondom (Pengaman atau Pelindung)
Kondom (pengaman atau pelindung) membantu menurunkan risiko penularan, meskipun tidak dapat memberikan perlindungan 100% karena HPV (human papilloma virus) dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).
3. Menghindari Berganti-ganti Pasangan Seksual
Membatasi jumlah pasangan seksual dapat mengurangi peluang terpapar HPV (human papilloma virus).
4. Berhenti Merokok
Merokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga infeksi HPV (human papilloma virus) lebih sulit di bersihkan secara alami.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
-
-
-
-
- Benjolan pada penis atau anus.
- Kutil yang semakin banyak.
- Perdarahan pada benjolan.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Pasangan terdiagnosis HPV (human papilloma virus).
- Memiliki riwayat hubungan seksual berisiko.
-
-
-
Pemeriksaan sejak dini membantu memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang sesuai.
Kesimpulan
HPV pada pria merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang sering tidak menimbulkan gejala. Namun, infeksi yang menetap dapat menyebabkan kutil kelamin maupun meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.
Oleh karena itu, jangan abaikan benjolan atau perubahan pada area genital, terutama jika di sertai faktor risiko. Diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi serta mencegah penularan kepada pasangan seksual. Selain itu, vaksinasi HPV (human papilloma virus) dan perilaku seksual yang lebih aman merupakan langkah efektif untuk melindungi kesehatan reproduksi.
Apabila Anda mengalami benjolan pada area genital, memiliki kekhawatiran terkait HPV (human papilloma virus), atau ingin menjalani pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS), Klinik Apollo Jakarta siap membantu Anda. Dokter ahli yang berpengalaman akan melakukan evaluasi menyeluruh, memberikan diagnosis yang akurat, serta menyusun terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.
Dengan pemeriksaan yang cepat, privasi yang terjaga, dan penanganan berdasarkan pedoman medis terkini, Anda dapat memperoleh perawatan yang tepat sekaligus mengurangi risiko komplikasi di masa mendatang. Segera jadwalkan konsultasi di Klinik Apollo Jakarta untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda.
FAQ
Apakah HPV pada pria bisa sembuh sendiri?
Ya.
Sebagian besar infeksi HPV (human papilloma virus) dapat di bersihkan oleh sistem kekebalan tubuh dalam waktu 1 hingga 2 tahun.
Namun, beberapa tipe virus dapat menetap dan menyebabkan komplikasi.
Apakah HPV pada pria selalu menyebabkan kutil?
Tidak.
Banyak pria tidak mengalami gejala sama sekali meskipun terinfeksi HPV (human papilloma virus).
Apakah HPV dapat menyebabkan kanker pada pria?
Ya.
Beberapa tipe HPV (human papilloma virus) berisiko tinggi dapat meningkatkan risiko kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring.
Apakah pria perlu vaksin HPV?
Ya.
Vaksin HPV (human papilloma virus) direkomendasikan sebagai salah satu cara paling efektif untuk mencegah infeksi oleh tipe HPV (human papilloma virus) yang paling sering menyebabkan kanker dan kutil kelamin.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta








