Perbedaan Kurap dan Herpes: Kenali Gejala dan Penyebabnya

Ilustrasi Perbedaan Kurap dan Herpes.

Klinik Apollo – Kurap dan herpes sama-sama dapat menyebabkan perubahan pada kulit berupa ruam, kemerahan, gatal, atau luka. Karena itu, keduanya sering di anggap sebagai kondisi yang sama.

Padahal, kurap dan herpes memiliki penyebab, karakteristik luka, cara penularan, dan pengobatan yang berbeda.

Memahami perbedaan kurap dan herpes penting, terutama jika kelainan kulit muncul di area selangkangan atau sekitar kelamin.

Pengobatan yang tepat bergantung pada penyebabnya sehingga sebaiknya tidak langsung menggunakan obat secara sembarangan.

Apa Itu Kurap?

Kurap atau tinea adalah infeksi kulit yang di sebabkan oleh kelompok jamur dermatofit.

Meskipun disebut “kurap”, kondisi ini sama sekali tidak disebabkan oleh cacing.

Kurap dapat menyerang berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, kaki, selangkangan, kulit kepala, dan kuku.

Pada kulit, infeksi biasanya menimbulkan ruam yang gatal, bersisik, dan sering berbentuk seperti cincin.

Beberapa jenis kurap antara lain:

  • Tinea corporis: kurap pada kulit tubuh.
  • Tinea cruris: kurap pada selangkangan atau jock itch.
  • Tinea pedis: kurap pada kaki atau athlete’s foot.
  • Tinea capitis: infeksi jamur pada kulit kepala.
  • Tinea unguium atau onikomikosis: infeksi jamur pada kuku.

Kurap dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi, hewan yang terinfeksi, atau benda yang terkontaminasi seperti handuk dan pakaian.

Apa Itu Herpes?

Herpes yang di maksud dalam konteks keluhan pada area kelamin umumnya adalah herpes genital, yaitu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh herpes simplex virus atau HSV.

HSV-1 dan HSV-2 sama-sama dapat menyebabkan herpes genital.

Namun, HSV-2 lebih sering berkaitan dengan herpes genital yang berulang (kambuh).

Herpes genital dapat tidak menimbulkan gejala.

Jika gejala muncul, keluhan yang khas berupa lepuhan kecil atau luka yang terasa nyeri di sekitar alat kelamin, anus, atau area sekitarnya.

Lepuhan dapat pecah dan kemudian menjadi luka.

Perbedaan Kurap dan Herpes

Karakteristik tersebut membantu membedakan keduanya, tetapi tampilan kulit saja tidak selalu cukup untuk memastikan diagnosis.

1. Perbedaan Bentuk Ruam Kurap dan Herpes

Salah satu perbedaan yang cukup mudah di kenali adalah bentuk lukanya.

Kurap biasanya menimbulkan bercak atau ruam yang melebar membentuk lingkaran.

Bagian tepinya dapat tampak lebih warna merah atau menonjol dan terasa bersisik serta gatal.

Sementara itu, herpes genital lebih khas berupa kelompok lepuhan kecil atau luka.

Sebelum luka muncul, seseorang dapat merasakan kesemutan, gatal, terbakar, atau rasa tidak nyaman di area tersebut.

Namun, tidak semua kasus herpes memiliki gambaran klasik.

CDC menjelaskan bahwa herpes genital sering kali tidak menimbulkan gejala atau gejalanya sangat ringan sehingga dapat menyerupai kondisi kulit lain.

2. Perbedaan Rasa Gatal dan Nyeri

Kurap umumnya lebih dominan menyebabkan rasa gatal.

Rasa gatal dapat semakin mengganggu ketika area kulit berkeringat atau mengalami kelembapan.

Sebaliknya, herpes lebih sering menimbulkan rasa nyeri, perih, terbakar, atau sensitif, terutama ketika lepuhan berubah menjadi luka.

Pada episode pertama, sebagian orang juga dapat mengalami demam, nyeri tubuh, atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Meski demikian, rasa gatal dan nyeri tidak dapat di gunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis.

3. Perbedaan Penyebab Kurap dan Herpes

Perbedaan paling mendasar terletak pada penyebabnya.

Kurap di sebabkan oleh jamur dermatofit, sedangkan herpes di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Karena penyebabnya berbeda, obat-obatan yang di gunakan juga berbeda.

Antijamur di gunakan untuk mengatasi infeksi jamur, sedangkan obat-obatan antivirus dapat di gunakan untuk membantu mengendalikan herpes.

Herpes sendiri merupakan infeksi yang dapat menetap di dalam tubuh dan mengalami kekambuhan.

Karena itu, obat-obatan kurap tidak dapat di gunakan untuk mengobati herpes, begitu pula sebaliknya.

4. Perbedaan Cara Penularannya

Kurap dapat menular melalui kontak dengan kulit yang terinfeksi, hewan yang terinfeksi, maupun benda seperti pakaian, handuk, dan seprai yang terkontaminasi.

Herpes genital terutama menyebar melalui kontak kulit dengan area yang terinfeksi, termasuk melalui aktivitas seksual.

Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang tidak menyadari dirinya terinfeksi karena tidak memiliki gejala.

Apakah Kurap Bisa Muncul di Area Kelamin?

Ya.

Kurap dapat menyerang area selangkangan dan lipatan paha, yang di kenal sebagai tinea cruris.

Biasanya muncul ruam kemerahan atau lebih gelap dari kulit sekitarnya, terasa gatal, dan bersisik.

CDC menjelaskan bahwa kurap pada selangkangan umumnya mengenai bagian dalam lipatan paha.

Namun, jika kelainan kulit berada tepat pada penis, vulva, atau area genital dan berbentuk lepuhan atau luka yang nyeri, pemeriksaan medis di perlukan untuk membedakan herpes dari kondisi lain.

Apakah Kurap dan Herpes Bisa Disalahartikan?

Bisa.

Beberapa penyakit kulit memiliki tampilan yang mirip, terutama ketika lesinya tidak menunjukkan karakteristik yang khas.

Bahkan, CDC menyebutkan bahwa diagnosis klinis herpes genital dapat sulit di lakukan karena luka khas herpes tidak selalu terlihat ketika pasien di periksa.

Begitu juga dengan kurap.

Ruam akibat infeksi jamur dapat menyerupai beberapa penyakit kulit lain.

Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti kerokan kulit dengan pemeriksaan KOH untuk membantu mengidentifikasi infeksi dermatofit.

Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan foto atau bentuk ruam untuk menentukan penyakit.

Bagaimana Cara Mengobati Kurap dan Herpes?

Berikut cara mengobatinya:

1. Pengobatan kurap

Kurap di tangani dengan obat-obatan antijamur.

Jenis obat-obatan dan lama pengobatan bergantung pada lokasi serta tingkat keparahan infeksi.

Pada sebagian kasus kulit, obat-obatan antijamur topikal dapat di gunakan.

Namun, infeksi yang luas, berulang, mengenai kulit kepala atau kuku, atau tidak membaik dengan pengobatan awal dapat memerlukan evaluasi dan terapi lebih lanjut.

2. Pengobatan herpes

Herpes genital dapat di tangani menggunakan obat-obatan antivirus untuk membantu memperpendek atau mengurangi keparahan episode serta mengendalikan kekambuhan.

Obat-obatan antivirus tidak menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen.

Jika terdapat luka atau lepuhan di area genital, sebaiknya hindari aktivitas seksual sampai mendapatkan evaluasi dan mengikuti anjuran dokter ahli.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Ahli?

Sebaiknya lakukan pemeriksaan apabila muncul:

  • Lepuhan atau luka pada area genital.
  • Ruam yang semakin luas.
  • Ruam yang terasa sangat nyeri atau gatal.
  • Luka yang berulang (kambuh) di lokasi yang sama.
  • Keluar cairan atau nanah dari luka.
  • Demam atau pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Kelainan kulit di area genital setelah kontak seksual.
  • Ruam tidak membaik setelah menggunakan obat-obatan bebas.
  • Keluhan terus berulang (kambuh) meskipun sudah di obati.

Khusus ruam pada genital atau selangkangan, pemeriksaan penting karena kurap, herpes, dermatitis, folikulitis, sifilis, dan beberapa kondisi lainnya dapat memiliki tampilan yang saling menyerupai.

CDC juga menyarankan evaluasi medis untuk ruam yang mengenai genital, selangkangan, atau bokong, terutama bila menetap, nyeri, atau tidak membaik.

Kesimpulan

Perbedaan kurap dan herpes terutama terletak pada penyebab dan bentuk lukanya. Kurap merupakan infeksi jamur yang sering menyebabkan ruam berbentuk cincin, bersisik, dan gatal. Sementara itu, herpes genital di sebabkan oleh HSV dan lebih khas menyebabkan lepuhan atau luka yang dapat terasa nyeri.

Meski demikian, jangan mendiagnosis sendiri hanya berdasarkan bentuk ruam. Kelainan kulit di area genital dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi dan terkadang membutuhkan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebabnya.

Jika Anda mengalami ruam, gatal, lepuhan, atau luka pada kulit maupun area genital, segera konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo.

Pemeriksaan oleh tenaga medis membantu menentukan penyebab secara lebih tepat sehingga Anda dapat memperoleh pengobatan yang sesuai, mengurangi keluhan, dan mendapatkan penanganan yang lebih terarah.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.