Perbedaan Herpes dan Eksim: Kenali Ciri dan Penyebabnya

Klinik Apollo – Kulit yang terasa gatal, kemerahan, atau muncul lepuhan sering membuat seseorang bingung apakah kondisi tersebut merupakan herpes atau eksim.
Keduanya memang dapat menimbulkan kelainan pada kulit, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda. Herpes di sebabkan oleh infeksi herpes simplex virus (HSV), sedangkan eksim merupakan istilah untuk beberapa kondisi peradangan kulit.
Eksim tidak termasuk penyakit menular dan dapat di picu oleh faktor seperti iritan, alergi, kulit kering, stres, maupun faktor genetik.
Karena beberapa gejalanya dapat terlihat mirip, mengenali perbedaannya penting agar seseorang tidak menggunakan obat secara sembarangan.
Apa Itu Herpes?
Herpes adalah infeksi yang di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).
Pada area genital, herpes umumnya di sebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2 dan termasuk infeksi menular seksual (IMS).
Tidak semua orang yang terinfeksi herpes mengalami gejala.
Bahkan, CDC menyebutkan bahwa banyak orang dengan herpes genital tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi karena gejalanya tidak muncul atau sangat ringan.
Ketika gejala muncul, herpes dapat menyebabkan:
- Lepuhan kecil berkelompok.
- Lepuhan berisi cairan.
- Lepuhan pecah dan berubah menjadi luka atau lecet.
- Rasa nyeri, perih, terbakar, atau gatal.
- Pada infeksi pertama, sebagian orang dapat mengalami demam, nyeri tubuh, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Apa Itu Eksim?
Eksim adalah kondisi yang menyebabkan kulit mengalami peradangan dan gatal.
Salah satu jenis yang paling umum adalah dermatitis atopik.
Berbeda dengan herpes, eksim tidak menular.
Gejalanya dapat berupa kulit kering, kemerahan, bersisik, pecah-pecah, menebal, hingga muncul lepuhan pada kondisi tertentu.
Eksim juga biasanya mengalami periode kambuh (flare-up) dan membaik kembali.
Pemicu eksim dapat berbeda pada setiap orang.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Sabun atau deterjen tertentu.
- Bahan kimia atau iritan.
- Alergen.
- Kulit kering.
- Perubahan suhu.
- Stres.
- Infeksi kulit.
- Faktor genetik dan riwayat keluarga.
Perbedaan Herpes dan Eksim
CDC menjelaskan bahwa diagnosis herpes genital dapat menjadi sulit karena lukanya dapat menyerupai kondisi kulit lain.
Bila terdapat lepuhan atau luka, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan dan, pada kondisi tertentu, mengambil sampel dari luka untuk pemeriksaan.
1. Perhatikan Bentuk Luka
Salah satu perbedaan yang cukup membantu adalah bentuk kelainan kulit.
Pada herpes, luka biasanya berupa 1 atau beberapa lepuhan kecil yang dapat berkelompok.
Setelah pecah, lepuhan dapat meninggalkan luka yang terasa nyeri.
Sementara itu, eksim lebih sering menyebabkan kulit menjadi kering, warna merah, bersisik, pecah-pecah, atau menebal.
Namun, jenis eksim tertentu juga dapat menyebabkan lepuhan kecil sehingga pemeriksaan tetap di perlukan.
2. Herpes Lebih Sering Menimbulkan Nyeri
Herpes genital dapat menyebabkan rasa nyeri, perih, atau terbakar, terutama ketika lepuhan berubah menjadi luka.
Sebaliknya, eksim umumnya lebih identik dengan rasa gatal.
Kulit juga dapat terasa kering dan teriritasi.
Dermatitis kontak, misalnya, dapat menyebabkan gatal, kemerahan, rasa terbakar, kulit pecah, bahkan lepuhan.
Namun, rasa gatal maupun nyeri tidak cukup untuk memastikan diagnosis.
3. Perhatikan Lokasi dan Riwayat Keluhan
Herpes genital biasanya muncul di sekitar:
- Penis atau vulva.
- Area sekitar vagina.
- Anus.
- Bokong atau area genital di sekitarnya.
Herpes juga dapat menular melalui kontak seksual, termasuk ketika pasangan tidak memiliki luka yang terlihat.
Sementara itu, eksim dapat muncul pada berbagai bagian tubuh.
Lokasinya bergantung pada jenis eksim dan usia seseorang.
Karena itu, jika kelainan kulit muncul setelah kontak seksual berisiko, jangan langsung menganggapnya sebagai eksim.
Pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) dapat membantu memastikan penyebabnya.
4. Eksim Dapat Berkaitan dengan Pemicu Tertentu
Eksim atau dermatitis kontak sering mengalami kekambuhan setelah kulit terpapar pemicu tertentu.
Misalnya, seseorang mungkin mengalami gatal dan kemerahan setelah menggunakan sabun, deterjen, kosmetik, bahan pakaian tertentu, atau produk lain yang mengiritasi kulit.
Jika keluhan membaik setelah menghindari pemicu tetapi kembali muncul setelah paparan berikutnya, pola tersebut dapat menjadi petunjuk bagi dokter ahli.
5. Herpes Dapat Mengalami Kekambuhan
Setelah seseorang terinfeksi herpes simplex, virus tetap berada di dalam tubuh dan dapat mengalami reaktivasi sehingga menimbulkan kekambuhan.
Pada herpes genital, kekambuhan biasanya terjadi di area yang sama atau di sekitarnya.
Karena itu, luka yang berulang dengan pola serupa, terutama jika di awali rasa kesemutan, terbakar, atau gatal kemudian muncul lepuhan, perlu di evaluasi oleh dokter ahli.
Bisakah Herpes dan Eksim Terjadi Bersamaan?
Bisa.
Bahkan, ada kondisi yang di sebut eczema herpeticum, yaitu infeksi herpes simplex yang menyebar pada kulit yang mengalami eksim atau gangguan pada lapisan pelindung kulit.
Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya lepuhan atau luka yang terasa sakit dan dapat di sertai demam serta rasa tidak enak badan.
Eczema herpeticum membutuhkan penanganan medis segera karena dapat berkembang dengan cepat.
Jadi, seseorang yang memiliki eksim tetap dapat terkena infeksi herpes.
Apakah Herpes Bisa Disalahartikan sebagai Eksim?
Ya.
Herpes yang ringan terkadang menyerupai jerawat, rambut tumbuh ke dalam, atau masalah kulit lainnya.
CDC juga menyebutkan bahwa gejala herpes genital yang ringan dapat tidak di sadari atau di salahartikan sebagai kondisi kulit lain.
Sebaliknya, beberapa jenis eksim dapat menyebabkan lepuhan sehingga terlihat mirip dengan herpes.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan foto dari internet untuk menentukan diagnosis.
Bagaimana Dokter Membedakan Herpes dan Eksim?
Dokter ahli akan melihat bentuk dan lokasi lesi serta menanyakan riwayat munculnya keluhan.
Jika di curigai herpes dan terdapat lepuhan atau luka yang masih aktif, dokter ahli dapat mengambil swab atau sampel dari luka untuk pemeriksaan.
CDC merekomendasikan pemeriksaan herpes pada orang yang memiliki gejala genital untuk membantu memastikan diagnosis.
Sementara itu, diagnosis eksim umumnya di lakukan melalui pemeriksaan kulit dan riwayat keluhan.
Pada dermatitis kontak tertentu, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan seperti patch testing untuk membantu menemukan pemicu alergi.
Jangan Sembarangan Mengoleskan Obat
Ketika muncul ruam, gatal, atau lepuhan di area genital, sebaiknya jangan langsung menggunakan krim steroid, antibiotik, atau obat antijamur tanpa mengetahui penyebabnya.
Pasalnya, terapi untuk herpes dan eksim berbeda.
Herpes membutuhkan penanganan antivirus sesuai kondisi, sedangkan eksim dapat membutuhkan pelembap, penghindaran pemicu, dan obat-obatan antiinflamasi tertentu.
Jika kelainan kulit berada di area genital atau di sertai lepuhan dan luka, pemeriksaan dokter ahli akan membantu menentukan terapi yang lebih tepat.
Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?
Segera lakukan pemeriksaan apabila:
- Muncul lepuhan berkelompok di area genital.
- Lepuhan pecah menjadi luka yang terasa nyeri.
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko.
- Luka atau ruam terus berulang (kambuh).
- Muncul cairan atau nanah dari luka.
- Kulit menjadi sangat nyeri, bengkak, atau terasa panas.
- Ruam menyebar dengan cepat.
- Di sertai demam atau tubuh terasa sangat lemas.
- Anda memiliki eksim kemudian tiba-tiba muncul banyak lepuhan yang terasa sakit.
Khusus pada penderita eksim, munculnya lepuhan atau luka yang menyakitkan secara tiba-tiba di sertai kondisi tubuh yang memburuk perlu segera di periksa karena dapat berkaitan dengan eczema herpeticum.
Kesimpulan
Perbedaan herpes dan eksim terutama terletak pada penyebab dan karakteristik lukanya. Herpes di sebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan lepuhan yang kemudian menjadi luka, sedangkan eksim merupakan peradangan kulit yang lebih sering menyebabkan gatal, kering, kemerahan, dan bersisik.
Namun, keduanya dapat memiliki tampilan yang mirip. Karena itu, jangan memastikan herpes atau eksim hanya berdasarkan bentuk ruam. Pemeriksaan dokter ahli, dan bila di perlukan pemeriksaan laboratorium, dapat membantu menentukan diagnosis secara lebih akurat.
Jika Anda menemukan lepuhan, luka, gatal, atau ruam di area genital dan masih ragu apakah herpes atau eksim, segera konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta.
Pemeriksaan yang tepat membantu mengetahui penyebab keluhan, mendapatkan terapi yang sesuai, menjaga kesehatan kulit dan area genital, serta mengurangi risiko komplikasi maupun penularan apabila penyebabnya adalah infeksi menular seksual (IMS).
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta








