Cara Mencegah Herpes Genital dan Mengurangi Risiko Penularan

Ilustrasi Cara Mencegah Herpes Genital.

Klinik Apollo – Herpes genital merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV), terutama HSV-2, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes pada area genital.

Infeksi ini bersifat menetap di dalam tubuh dan dapat mengalami kekambuhan.

Karena HSV dapat menular meskipun tidak terdapat luka atau gejala yang terlihat, memahami cara mencegah herpes genital menjadi penting, terutama bagi seseorang yang aktif secara seksual.

Apa Itu Herpes Genital?

Herpes genital adalah infeksi HSV yang menyerang area genital, anus, atau bagian kulit di sekitarnya.

Saat muncul gejala, herpes dapat menyebabkan:

  • Lepuhan kecil berisi cairan.
  • Luka atau lecet pada area genital.
  • Rasa perih atau terbakar.
  • Gatal atau kesemutan sebelum luka muncul.
  • Nyeri ketika kencing.
  • Demam, nyeri tubuh, atau pembengkakan kelenjar getah bening pada episode pertama.

Namun, sebagian orang mengalami gejala yang sangat ringan atau bahkan tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.

CDC menjelaskan bahwa banyak infeksi HSV-2 tidak terdiagnosis karena gejalanya ringan atau tidak di kenali.

Bagaimana Herpes Genital Menular?

HSV dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau mukosa yang terinfeksi, termasuk saat melakukan hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral.

Penularan tidak selalu terjadi ketika terdapat luka.

Virus dapat keluar dari permukaan kulit tanpa menimbulkan gejala yang terlihat atau terasa.

Kondisi ini di sebut asymptomatic viral shedding atau pelepasan virus tanpa gejala.

Karena itu, seseorang yang terlihat sehat tetap dapat menularkan herpes kepada pasangan seksualnya.

Cara Mencegah Herpes Genital

Berikut cara mencegahnya:

1. Gunakan Kondom Secara Konsisten dan Benar

Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) setiap kali berhubungan seksual dapat mengurangi risiko penularan HSV-2, meskipun tidak memberikan perlindungan 100%.

Alasannya, herpes dapat menginfeksi bagian kulit genital atau anal yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

WHO juga menjelaskan bahwa kondom mengurangi risiko herpes, tetapi tidak sepenuhnya mencegah penularan melalui area kulit yang tidak terlindungi.

Jadi, gunakan kondom (pengaman atau pelindung) dengan benar sejak awal hingga akhir hubungan seksual.

2. Hindari Hubungan Seksual Saat Muncul Gejala

Salah satu langkah penting untuk mengurangi penularan herpes genital adalah menghindari hubungan seksual ketika terdapat:

  • Lepuhan.
  • Luka atau koreng.
  • Rasa terbakar atau kesemutan yang biasanya mendahului munculnya luka.
  • Gejala herpes lainnya.

HSV paling mudah menular ketika terdapat luka, meskipun penularan tetap dapat terjadi ketika tidak ada gejala.

3. Terbuka Kepada Pasangan Seksual

Jika seseorang sudah di diagnosis herpes genital, komunikasikan kondisi tersebut kepada pasangan seksual.

Pembicaraan ini membantu pasangan memahami risiko penularan dan mengambil keputusan mengenai hubungan seksual, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung), serta pemeriksaan kesehatan.

Keterbukaan juga penting karena seseorang dapat membawa HSV tanpa mengetahui dirinya terinfeksi.

4. Jangan Melakukan Kontak Seksual dengan Luka Aktif

Hindari menyentuh atau melakukan kontak langsung dengan luka herpes.

Jika menyentuh area yang mengalami luka, segera cuci tangan dengan sabun dan air.

Selain itu, jangan mencoba memecahkan lepuhan karena tindakan tersebut dapat memperparah luka dan meningkatkan risiko penyebaran infeksi ke area tubuh lain.

5. Pertimbangkan Terapi Antiviral Jika Sudah Terinfeksi

Jika seseorang telah di diagnosis herpes genital, dokter ahli dapat mempertimbangkan terapi antivirus supresif, terutama jika kekambuhan sering terjadi atau terdapat pertimbangan untuk mengurangi risiko penularan kepada pasangan seksual.

CDC menyebutkan bahwa terapi supresif dapat mengurangi frekuensi kekambuhan herpes genital berulang sekitar 70 hingga 80% pada pasien yang sering mengalami kekambuhan.

Terapi setiap hari juga terbukti menurunkan risiko penularan HSV-2 pada pasangan heteroseksual dengan kondisi salah satu pasangan seksual terinfeksi dan pasangan seksual lainnya tidak.

Namun, obat-obatan antivirus harus di gunakan berdasarkan evaluasi dan resep dokter ahli.

6. Jangan Mengandalkan Tidak Adanya Gejala

Ini merupakan salah satu hal terpenting dalam pencegahan herpes.

Tidak adanya luka bukan berarti virus tidak dapat menular.

HSV dapat mengalami pelepasan virus tanpa gejala.

Karena itu, kombinasi beberapa langkah, komunikasi dengan pasangan seksual, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung), menghindari hubungan seksual saat kambuh, serta terapi antivirus bila sesuai, lebih efektif di bandingkan hanya mengandalkan muncul atau tidaknya luka.

Apakah Herpes Genital Bisa Dicegah 100%?

Saat ini, tidak ada metode yang dapat menjamin 100% mencegah penularan herpes genital pada orang yang aktif secara seksual.

Kondom (pengaman atau pelindung) dapat menurunkan risiko, tetapi kulit yang terinfeksi HSV dapat berada di luar area yang tertutup kondom.

Selain itu, penularan dapat terjadi ketika penderita tidak memiliki gejala.

Karena itu, pencegahan sebaiknya di lakukan secara berlapis.

Apakah Herpes Genital Bisa Disembuhkan?

Sampai saat ini, belum tersedia obat yang dapat menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen.

Namun, obat-obatan antivirus dapat membantu mengendalikan gejala, mempercepat pemulihan episode, mengurangi kekambuhan, dan pada kondisi tertentu menurunkan risiko penularan.

Dengan penanganan yang tepat, penderita tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dan hubungan seksual dengan strategi pencegahan yang sesuai.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Segera konsultasikan dengan dokter ahli jika muncul:

  • Lepuhan atau luka pada penis, vagina, vulva, atau anus.
  • Rasa terbakar atau kesemutan pada area genital.
  • Nyeri saat kencing.
  • Luka genital yang tidak di ketahui penyebabnya.
  • Gejala yang berulang pada area yang sama.
  • Riwayat kontak seksual dengan seseorang yang memiliki herpes genital.

Diagnosis herpes dapat menjadi sulit hanya berdasarkan tampilan luka karena beberapa kondisi lain dapat menyebabkan luka genital yang serupa.

Dokter ahli dapat menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan gejala dan kondisi pasien.

Cara Mengurangi Risiko Penularan kepada Pasangan Seksual

Bagi seseorang yang sudah mengalami herpes genital, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko penularan:

  • Beri tahu pasangan seksual mengenai kondisi tersebut.
  • Hindari hubungan seksual ketika muncul luka atau gejala awal kekambuhan.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
  • Konsultasikan kemungkinan terapi antivirus supresif kepada dokter ahli.
  • Jangan melakukan kontak langsung dengan luka.
  • Segera periksa jika muncul kekambuhan atau gejala baru.

WHO juga merekomendasikan menghindari aktivitas seksual ketika gejala herpes genital muncul dan menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten untuk membantu menurunkan risiko penularan.

Kesimpulan

Cara mencegah herpes genital tidak hanya dengan menggunakan kondom (pengaman atau pelindung).

Menghindari hubungan seksual saat muncul luka, mengenali gejala awal, terbuka kepada pasangan seksual, dan mendapatkan pengobatan yang tepat juga berperan penting dalam mengurangi risiko penularan.

Jika Anda mengalami lepuhan, luka, gatal, rasa terbakar, atau gejala lain yang mengarah pada herpes genital, konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo.

Anda dapat memperoleh pemeriksaan untuk membantu memastikan penyebab keluhan, mendapatkan penanganan antivirus yang sesuai, serta memperoleh edukasi mengenai cara mengendalikan kekambuhan dan mengurangi risiko penularan dengan tetap mengutamakan privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.