Cairan Kuning pada Kelamin Disertai Nyeri, Apa Penyebabnya?

Ilustrasi Cairan Kuning pada Kelamin.

Klinik Apollo – Munculnya cairan kuning pada kelamin di sertai nyeri bukan kondisi yang boleh di anggap sepele.

Gejala ini sering menjadi tanda adanya infeksi atau peradangan pada organ reproduksi.

Jika tidak segera di tangani, kondisi dapat memburuk dan berisiko menimbulkan komplikasi serius, termasuk gangguan kesuburan.

Baik pada pria maupun wanita, keluhan ini memerlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pastinya.

>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<

Penyebab Cairan Kuning pada Kelamin Disertai Nyeri

Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri seperti gonore (kencing nanah) atau klamidia sering menimbulkan cairan berwarna kuning atau kehijauan yang kental dan berbau, serta rasa nyeri saat kencing.

Pada pria, cairan biasanya keluar dari uretra.

Pada wanita, dapat di sertai nyeri panggul atau keputihan abnormal (tidak normal).

2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK (infeksi saluran kemih) dapat menyebabkan nyeri saat berkemih dan terkadang di sertai cairan tidak normal (abnormal).

Gejala lain yang sering muncul adalah anyang-anyangan dan urine berbau tajam.

3. Radang Prostat (Prostatitis)

Pada pria, peradangan prostat dapat menimbulkan nyeri di area panggul, testis, atau punggung bawah, serta cairan abnormal (tidak normal) dari penis.

4. Radang Serviks atau Vagina

Pada wanita, peradangan pada leher rahim atau vagina dapat menyebabkan cairan kekuningan yang di sertai rasa perih atau nyeri saat berhubungan intim.

5. Kebersihan yang Kurang Terjaga

Penumpukan bakteri akibat kebersihan yang kurang baik juga dapat memicu infeksi ringan yang menghasilkan cairan berwarna dan rasa tidak nyaman.

>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<

Gejala Tambahan yang Perlu Diwaspadai

Segera lakukan pemeriksaan jika cairan kuning di sertai dengan:

  • Nyeri hebat saat kencing.
  • Demam.
  • Bau tidak sedap.
  • Pembengkakan pada area genital.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Gejala tersebut bisa menandakan infeksi yang lebih serius dan memerlukan penanganan segera.

Dampak Jika Tidak Ditangani

Mengabaikan cairan kuning pada kelamin yang di sertai nyeri dapat menyebabkan:

  • Penyebaran infeksi ke organ reproduksi.
  • Gangguan kesuburan.
  • Nyeri kronis.
  • Risiko penularan ke pasangan seksual.

Semakin cepat di ketahui penyebabnya, semakin efektif pengobatan yang dapat di berikan.

Pentingnya Diagnosis yang Tepat

Setiap penyebab memerlukan jenis terapi yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan medis sangat penting untuk menentukan jenis infeksi dan pengobatan yang sesuai.

Mengonsumsi obat-obatan tanpa diagnosis justru dapat memperparah kondisi atau membuat infeksi kebal terhadap pengobatan.

Jika Anda mengalami keluhan ini, jangan menunda pemeriksaan.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan organ intim dan mencegah komplikasi di kemudian hari.

Baca juga: Kelamin Bernanah dan Bau pada Pria & Wanita, Apa Sebabnya?

Solusi Tepat Atasi Cairan Kuning pada Kelamin di Klinik Apollo

Cairan Kuning pada Kelamin Di sertai Nyeri, Apa Penyebabnya? Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi bakteri, peradangan, atau gangguan pada organ reproduksi yang tidak boleh di abaikan.

Karena berisiko menimbulkan komplikasi serius dan gangguan kesuburan jika di biarkan, di Klinik Apollo Jakarta, Anda akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, tes penunjang yang akurat, serta terapi modern yang di sesuaikan dengan penyebabnya dan di tangani dokter ahli berpengalaman dengan privasi terjaga.

Jadi jangan tunggu sampai keluhan semakin parah atau menular ke pasangan, segera konsultasikan sekarang juga dan ambil langkah tepat untuk mendapatkan penanganan yang aman, efektif, dan terpercaya bersama Klinik Apollo Jakarta.

Segera hubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0812-1230-6882 atau kunjungi kontak kami di website untuk informasi lebih lanjut.

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.