Buang Air Kecil Keluar Lendir Putih: Penyebab & Solusinya

Ilustrasi Buang Air Kecil Keluar Lendir Putih.

Klinik Apollo – Buang air kecil keluar lendir putih merupakan kondisi yang tidak boleh diabaikan, terutama jika cairan keluar dari lubang penis di luar aliran urine, muncul berulang kali (kambuh), atau disertai rasa perih saat berkemih. Kondisi ini dapat berkaitan dengan peradangan saluran kencing atau infeksi menular seksual (IMS).

Namun, tidak semua lendir putih menandakan penyakit. Pada laki-laki, cairan tertentu dapat keluar akibat rangsangan seksual atau ejakulasi. Oleh karena itu, penting untuk membedakan cairan yang normal dari cairan abnormal (tidak normal) yang memerlukan pemeriksaan medis.

Salah satu penyebab yang perlu di waspadai adalah uretritis, yaitu peradangan pada uretra atau saluran yang membawa urine keluar dari tubuh.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), uretritis dapat menyebabkan keluarnya cairan dari uretra, rasa gatal, dan nyeri saat buang air kecil. Infeksi gonore (kencing nanah) dan klamidia merupakan beberapa penyebab infeksius yang penting untuk di periksa.

Apa Penyebab Buang Air Kecil Keluar Lendir Putih?

Penyebab keluarnya lendir putih saat atau setelah buang air kecil bergantung pada asal cairan, frekuensi kemunculan, dan gejala yang menyertainya.

Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.

1. Uretritis atau Radang Saluran Kencing

Uretritis terjadi ketika lapisan uretra mengalami peradangan akibat infeksi maupun faktor non infeksi.

Kondisi ini dapat menyebabkan cairan bening, putih, keruh, atau menyerupai nanah keluar dari lubang penis.

Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Cairan warna putih keluar dari lubang penis.
  • Rasa gatal atau iritasi pada ujung penis.
  • Ketidaknyamanan di sekitar saluran kencing.

Uretritis tidak selalu di sebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS).

Namun, apabila cairan keluar secara spontan dan berulang, dokter ahli perlu mengevaluasi kemungkinan infeksi serta menentukan pemeriksaan yang sesuai.

2. Gonore atau Kencing Nanah

Gonore (kencing nanah) merupakan infeksi menular seksual (IMS) akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Pada laki-laki, infeksi ini dapat menyebabkan cairan abnormal (tidak normal) keluar dari penis, yang terkadang berwarna putih, kuning, atau kehijauan.

Selain itu, penderita dapat mengalami nyeri saat berkemih dan iritasi pada lubang penis.

Meski demikian, gonore (kencing nanah) juga dapat terjadi tanpa gejala yang jelas.

Jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, gonore (kencing nanah) dapat menyebabkan komplikasi, termasuk peradangan pada epididimis atau saluran di belakang testis.

Karena itu, pemeriksaan sejak dini penting untuk mencegah masalah lebih lanjut.

3. Klamidia

Klamidia di sebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Infeksi ini dapat menyebabkan uretritis dengan gejala berupa keluarnya lendir warna putih atau keruh dari penis, rasa perih saat buang air kecil, dan iritasi pada ujung penis.

Gejala klamidia sering kali lebih ringan di bandingkan beberapa infeksi lainnya.

Akibatnya, seseorang dapat mengalami infeksi tanpa menyadarinya dan tetap berisiko menularkan bakteri kepada pasangan seksual.

CDC merekomendasikan pemeriksaan berbasis tes amplifikasi asam nukleat (nucleic acid amplification test atau NAAT) untuk mendeteksi klamidia dan gonore (kencing nanah) pada laki-laki yang mengalami gejala uretritis.

Sampel urine merupakan salah satu pilihan pemeriksaan yang di gunakan.

4. Cairan Praejakulasi

Cairan praejakulasi adalah cairan yang dapat keluar dari penis ketika seseorang mengalami rangsangan seksual, sebelum ejakulasi.

Dan cairan ini biasanya bening dan licin, meskipun tampilannya dapat bervariasi.

Jika lendir muncul hanya ketika terangsang dan tidak di sertai nyeri, gatal, atau keluhan lainnya, cairan tersebut mungkin merupakan respons fisiologis yang normal.

Namun, apabila cairan warna putih keluar tanpa rangsangan seksual, berbau tidak biasa, atau di sertai rasa perih, jangan langsung menganggapnya sebagai cairan praejakulasi. Pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.

5. Sisa Cairan Semen Setelah Ejakulasi

Sebagian cairan semen dapat tersisa di uretra setelah ejakulasi dan kemudian keluar ketika seseorang kembali buang air kecil.

Hal ini bisa membuat urine atau cairan yang keluar tampak agak keruh atau bercampur lendir.

Kondisi tersebut berbeda dari keluarnya cairan abnormal (tidak normal) yang terus berulang (kambuh).

Jika lendir tetap muncul meskipun tidak ada ejakulasi sebelumnya, terutama jika di sertai gejala lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi.

6. Prostatitis atau Peradangan Kelenjar Prostat

Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat yang dapat di sebabkan oleh infeksi maupun faktor lain.

Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri panggul, rasa tidak nyaman di antara skrotum dan anus, gangguan berkemih, atau nyeri saat ejakulasi.

Prostatitis bukan penyebab utama setiap kasus keluarnya lendir warna putih dari penis.

Namun, dokter ahli dapat mempertimbangkannya apabila keluhan di sertai nyeri panggul atau gangguan berkemih yang menetap.

Jika Anda mengalami keluhan tersebut secara berulang (kambuh), pemeriksaan medis di perlukan untuk membedakan prostatitis dari uretritis atau gangguan saluran kemih lainnya.

Bagaimana Membedakan Lendir Putih Normal dan Abnormal?

Perhatikan waktu keluarnya cairan, bentuknya, dan keluhan lain yang menyertai.

Informasi ini dapat membantu Anda mengenali kapan pemeriksaan di perlukan.

Ilustrasi Buang Air Kecil Keluar Lendir Putih.

img: klinikapollojakarta.com

Tabel tersebut hanya memberikan gambaran umum, bukan alat untuk menentukan diagnosis.

Warna dan tekstur cairan tidak dapat memastikan jenis infeksi tanpa pemeriksaan yang sesuai.

Apa Saja Gejala yang Perlu Diwaspadai?

Selain buang air kecil keluar lendir putih, perhatikan beberapa gejala berikut:

  • Nyeri saat buang air kecil: muncul sensasi panas, perih, atau terbakar ketika berkemih.
  • Lubang penis terasa gatal: ujung penis terasa iritasi atau tidak nyaman.
  • Cairan keluar tanpa rangsangan seksual: lendir muncul spontan atau berulang kali.
  • Urine tampak keruh: dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, termasuk infeksi saluran kemih.
  • Nyeri saat ejakulasi: bisa berhubungan dengan peradangan pada saluran reproduksi.
  • Nyeri atau pembengkakan testis: perlu evaluasi untuk mengetahui penyebabnya.

Gejala tersebut dapat muncul pada beberapa penyakit yang berbeda.

Jika Anda mengalami nyeri testis mendadak dan berat, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan keadaan darurat, seperti torsio testis.

Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Penyebab Lendir Putih?

Untuk memastikan penyebab buang air kecil keluar lendir putih, dokter ahli akan menilai gejala, riwayat kesehatan, serta kemungkinan paparan infeksi.

Pemeriksaan yang dapat di lakukan meliputi:

  • Konsultasi dan pemeriksaan fisik. Dokter ahli mengevaluasi lokasi keluarnya cairan, frekuensi keluhan, dan gejala penyerta.
  • Pemeriksaan urine. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi tanda peradangan atau infeksi saluran kemih.
  • Tes NAAT untuk gonore (kencing nanah) dan klamidia. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS). Sampel urine merupakan pilihan yang umum di gunakan pada laki-laki.
  • Pemeriksaan cairan uretra. Jika di perlukan, dokter ahli mengambil sampel cairan untuk pemeriksaan laboratorium.
  • Pemeriksaan lanjutan. Jika gejala menetap atau berulang, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan untuk penyebab lain sesuai kondisi pasien.

CDC menekankan pentingnya pemeriksaan gonore (kencing nanah) dan klamidia pada laki-laki dengan dugaan uretritis agar pengobatan dapat di arahkan pada penyebab yang tepat serta mengurangi risiko komplikasi dan penularan kembali (kambuh).

Bagaimana Cara Mengatasi Buang Air Kecil Keluar Lendir Putih?

Pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.

Tidak semua lendir putih memerlukan antibiotik, sehingga dokter ahli perlu memastikan apakah keluhan berasal dari proses fisiologis normal, peradangan, atau infeksi.

Berikut beberapa pendekatan penanganan yang dapat dokter ahli rekomendasikan.

  • Jika di sebabkan oleh gonore (kencing nanah): dokter ahli memberikan antibiotik sesuai pedoman pengobatan yang berlaku.
  • Apabila di sebabkan oleh klamidia: dokter ahli meresepkan antibiotik berdasarkan hasil evaluasi dan kondisi pasien.
  • Jika di sebabkan oleh uretritis non infeksi: dokter ahli mengevaluasi faktor pemicu dan menentukan penanganan yang sesuai.
  • Apabila berkaitan dengan prostatitis: pengobatan bergantung pada penyebab, jenis prostatitis, dan tingkat keparahan gejala.
  • Jika merupakan cairan fisiologis normal: pengobatan khusus biasanya tidak di perlukan.

Jangan membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan meningkatkan risiko resistansi bakteri.

Jika dokter ahli mendiagnosis infeksi menular seksual (IMS), pasangan seksual mungkin juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Hindari aktivitas seksual sampai Anda dan pasangan menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran dokter ahli.

Langkah ini membantu mengurangi risiko penularan dan infeksi berulang (kambuh).

Bagaimana Mencegah Lendir Putih Keluar Kembali?

Pencegahan bergantung pada penyebab keluhan.

Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih dan reproduksi:

  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar untuk mengurangi risiko penularan gonore (kencing nanah) dan klamidia.
  • Hindari hubungan seksual jika Anda atau pasangan sedang mengalami gejala infeksi yang belum di periksa.
  • Lakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) jika memiliki faktor risiko atau dokter ahli merekomendasikannya.
  • Hindari penggunaan antibiotik tanpa resep dan jangan menghentikan pengobatan yang di resepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter ahli.
  • Jika keluhan kembali muncul setelah pengobatan, lakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui apakah terjadi infeksi berulang (kambuh) atau terdapat penyebab lain.

Perlu di ingat, infeksi menular seksual (IMS) terkadang tidak menimbulkan gejala.

Oleh karena itu, pemeriksaan tetap penting meskipun keluhan terasa ringan.

Konsultasi Buang Air Kecil Keluar Lendir Putih di Klinik Apollo

Buang air kecil keluar lendir putih dapat di sebabkan oleh cairan fisiologis normal, uretritis, gonore (kencing nanah), klamidia, atau gangguan lain pada saluran kemih dan reproduksi. Karena penyebabnya beragam, Anda sebaiknya tidak menebak diagnosis sendiri atau mengandalkan obat tanpa pemeriksaan.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi, pemeriksaan, dan penanganan keluhan kesehatan kulit dan kelamin oleh tenaga medis profesional dengan memperhatikan privasi pasien.

Melalui pemeriksaan yang sesuai, Anda dapat memperoleh informasi mengenai kemungkinan penyebab keluhan, rekomendasi tes yang di perlukan, serta rencana pengobatan berdasarkan hasil evaluasi dokter ahli. Jangan menunda pemeriksaan jika lendir putih terus keluar, muncul tanpa rangsangan seksual, atau di sertai nyeri saat berkemih.

Segera konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, mengetahui penyebabnya secara lebih akurat, dan memperoleh penanganan yang tepat demi menjaga kesehatan saluran kemih serta reproduksi Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.