Buang Air Kecil Terasa Tidak Tuntas? Ini Penyebabnya

Klinik Apollo – Buang air kecil terasa tidak tuntas merupakan kondisi ketika seseorang masih merasa ingin berkemih meskipun baru saja selesai mengeluarkan urine. Keluhan ini terkadang di sertai aliran urine yang lemah, urine keluar sedikit-sedikit, atau keinginan kembali ke toilet dalam waktu singkat.

Sebagian orang menganggap kondisi tersebut sebagai hal biasa. Padahal, rasa tidak tuntas setelah buang air kecil dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih (ISK), gangguan prostat, penyempitan saluran kencing, hingga masalah pada fungsi kandung kemih.

Dalam istilah medis, kondisi ketika kandung kemih tidak dapat mengeluarkan urine secara menyeluruh di sebut urinary retention atau retensi urine. Namun, perasaan belum tuntas tidak selalu berarti urine benar-benar tertinggal di kandung kemih.

Dokter ahli perlu mengevaluasi gejala dan, bila di perlukan, mengukur sisa urine setelah berkemih. Lalu, apa saja penyebab buang air kecil terasa tidak tuntas, bagaimana membedakan gejala yang perlu di waspadai, dan kapan harus memeriksakan diri ke dokter ahli? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Buang Air Kecil Terasa Tidak Tuntas?

Buang air kecil terasa tidak tuntas adalah keluhan ketika seseorang merasa kandung kemih belum kosong sepenuhnya setelah berkemih.

Kondisi ini dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan, meskipun penyebabnya bisa berbeda.

Pada sebagian orang, keluhan muncul secara perlahan dan berlangsung berulang kali (kambuh).

Sementara itu, orang lain mungkin mengalami kesulitan berkemih secara mendadak.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), retensi urine dapat bersifat akut atau kronis.

Retensi akut menyebabkan seseorang tiba-tiba tidak mampu mengeluarkan urine meskipun kandung kemih terasa penuh.

Sebaliknya, retensi kronis memungkinkan seseorang tetap berkemih, tetapi kandung kemih tidak kosong sepenuhnya.

Penting: jika Anda sama sekali tidak bisa buang air kecil, terutama ketika perut bagian bawah terasa penuh atau nyeri hebat, segera cari pertolongan medis darurat.

Gejala Buang Air Kecil Tidak Tuntas yang Perlu Diperhatikan

Keluhan ini tidak selalu muncul dengan cara yang sama.

Beberapa orang merasa ingin buang air kecil lagi setelah selesai, sedangkan yang lain mengalami aliran urine yang melemah atau sulit memulai berkemih.

Berikut gejala yang dapat menyertai kondisi tersebut:

  • Merasa kandung kemih masih penuh setelah buang air kecil.
  • Sering buang air kecil, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
  • Aliran urine lemah, terputus-putus, atau menetes di akhir.
  • Perlu mengejan untuk mengeluarkan urine.
  • Sulit memulai aliran urine.
  • Mengalami rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian bawah.
  • Merasakan perih saat buang air kecil atau melihat urine bercampur darah.

Gejala-gejala tersebut dapat berkaitan dengan retensi urine, infeksi, atau gangguan saluran kemih lainnya.

Karena itu, perhatikan apakah keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau di sertai gejala tambahan.

Penyebab Buang Air Kecil Terasa Tidak Tuntas

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang merasa belum selesai berkemih.

Dokter ahli perlu mempertimbangkan usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, obat-obatan yang di gunakan, dan gejala penyerta untuk menentukan penyebabnya.

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menyebabkan kandung kemih terasa terus ingin mengeluarkan urine, meskipun jumlah yang keluar sedikit.

Keluhan lain yang mungkin muncul meliputi rasa perih saat berkemih, urine keruh, dan nyeri di perut bagian bawah.

ISK (infeksi saluran kemih) terjadi ketika mikroorganisme, umumnya bakteri, menginfeksi bagian saluran kemih.

Jika di sertai demam, menggigil, atau nyeri pinggang, infeksi mungkin telah melibatkan saluran kemih bagian atas sehingga membutuhkan pemeriksaan segera.

2. Pembesaran Prostat pada Laki-laki

Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) merupakan salah satu penyebab gangguan berkemih pada laki-laki, terutama seiring bertambahnya usia.

Prostat terletak di sekitar saluran kencing.

Ketika ukurannya membesar, prostat dapat menekan uretra sehingga aliran urine menjadi lebih lemah dan kandung kemih lebih sulit di kosongkan.

Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Sulit memulai buang air kecil.
  • Aliran urine melemah atau terputus-putus.
  • Sering buang air kecil pada malam hari.
  • Merasa urine masih tersisa setelah berkemih.

Namun, tidak semua gangguan berkemih pada laki-laki di sebabkan oleh pembesaran prostat.

Pemeriksaan di perlukan untuk membedakan BPH dari infeksi, penyempitan uretra, dan kondisi lainnya.

3. Penyempitan Saluran Kencing

Penyempitan uretra atau urethral stricture terjadi ketika saluran yang membawa urine keluar dari tubuh menyempit akibat jaringan parut atau perubahan jaringan lainnya.

Kondisi ini dapat menyebabkan urine sulit mengalir, pancaran melemah, dan kandung kemih tidak kosong secara optimal.

Penyempitan uretra dapat berkaitan dengan cedera, tindakan medis sebelumnya, peradangan, atau infeksi tertentu.

Jika keluhan terus berulang (kambuh), dokter ahli mungkin menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai kondisi saluran kencing dan menentukan terapi yang sesuai.

4. Batu Saluran Kemih

Batu pada kandung kemih dapat mengganggu aliran urine dan menimbulkan kesulitan berkemih.

Kondisi ini dapat di sertai nyeri perut bagian bawah, rasa perih ketika buang air kecil, sering berkemih, atau darah dalam urine.

Batu kandung kemih lebih mudah terbentuk ketika urine tidak keluar sepenuhnya dan mineral mengendap.

Meski demikian, gejala tersebut juga dapat di sebabkan oleh gangguan lain sehingga pemeriksaan di perlukan untuk memastikan diagnosis.

5. Gangguan Fungsi Otot Kandung Kemih

Kandung kemih memiliki otot yang berkontraksi untuk mendorong urine keluar.

Jika otot tersebut tidak berkontraksi dengan cukup kuat atau tidak bekerja dalam waktu yang tepat, kandung kemih mungkin tidak kosong sepenuhnya.

Gangguan ini dapat berhubungan dengan masalah saraf, diabetes (kencing manis), cedera saraf tulang belakang, atau kondisi medis tertentu.

Akibatnya, seseorang mungkin mengalami kesulitan mengeluarkan urine meskipun sudah merasa ingin berkemih.

6. Efek Samping Obat-obatan dan Sembelit

Beberapa obat-obatan dapat memengaruhi sinyal saraf atau kerja otot kandung kemih sehingga proses berkemih menjadi lebih sulit.

Obat-obatan tertentu untuk alergi, pilek, gangguan saraf, dan kondisi lainnya dapat berkontribusi terhadap retensi urine.

Selain itu, sembelit berat dapat menekan struktur di sekitar kandung kemih dan mengganggu aliran urine.

Jika keluhan mulai muncul setelah menggunakan obat-obatan baru atau saat mengalami sembelit, sampaikan informasi tersebut kepada dokter ahli.

Jangan menghentikan obat-obatan resep tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Apakah Buang Air Kecil Tidak Tuntas Bisa Menjadi Tanda Infeksi Menular Seksual?

Ya, beberapa infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia, dapat menyebabkan peradangan pada uretra atau saluran kencing.

Kondisi ini di kenal sebagai uretritis.

Gejalanya dapat berupa:

  • Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil.
  • Ujung penis terasa tidak nyaman.
  • Keluar cairan tidak biasa dari penis.
  • Rasa tidak nyaman di sekitar saluran kencing.

Pada perempuan, infeksi tertentu juga dapat menimbulkan keluhan berkemih, meskipun gejalanya bisa berbeda-beda.

Sebagian infeksi menular seksual (IMS) bahkan tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Namun, buang air kecil terasa tidak tuntas saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami IMS (infeksi menular seksual).

Dokter ahli perlu mengevaluasi riwayat paparan, gejala penyerta, dan hasil pemeriksaan yang relevan.

Jika keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Hindari mengonsumsi antibiotik sendiri karena jenis obat-obatan dan durasi pengobatan harus di sesuaikan dengan diagnosis.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyebab Buang Air Kecil Tidak Tuntas?

Untuk mengetahui penyebab buang air kecil terasa tidak tuntas, dokter ahli akan melakukan evaluasi berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan pasien.

Pemeriksaan yang mungkin di lakukan meliputi:

  • Wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter ahli akan menanyakan kapan keluhan mulai muncul, seberapa sering Anda berkemih, serta apakah terdapat nyeri atau perubahan aliran urine.
  • Tes urine. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi tanda infeksi atau gangguan tertentu pada saluran kemih.
  • Pengukuran sisa urine. Dokter ahli dapat menggunakan USG kandung kemih setelah berkemih untuk mengetahui apakah masih terdapat urine yang tertinggal.
  • Pemeriksaan aliran urine. Uroflowmetri dapat membantu menilai kecepatan dan pola aliran urine.
  • Pemeriksaan tambahan. Jika di perlukan, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan darah, pencitraan, pemeriksaan prostat, atau sistoskopi untuk mencari penyebab tertentu.

Tidak semua pasien membutuhkan seluruh pemeriksaan tersebut.

Dokter ahli akan memilih pemeriksaan berdasarkan kondisi dan temuan klinis.

Cara Mengatasi Buang Air Kecil Terasa Tidak Tuntas

Pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Oleh sebab itu, tidak ada 1 obat-obatan yang cocok untuk semua kasus.

Berikut beberapa pilihan penanganan berdasarkan kondisi pasien.

Ilustrasi Buang Air Kecil Terasa Tidak Tuntas.

img: klinikapollojakarta.com

Pilihan tersebut mengikuti prinsip penanganan retensi urine yang di jelaskan oleh NIDDK.

Sambil menunggu pemeriksaan, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Minum air dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, kecuali dokter ahli membatasi asupan cairan.
  • Jangan menahan buang air kecil terlalu lama.
  • Luangkan waktu untuk berkemih dengan posisi yang nyaman dan rileks.
  • Hindari mengejan secara berlebihan saat mengeluarkan urine.
  • Catat frekuensi berkemih, jumlah urine yang keluar, dan gejala penyerta.
  • Jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan pelancar urine tanpa arahan tenaga medis.

Langkah tersebut dapat membantu Anda mengelola kebiasaan berkemih, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan jika keluhan menetap.

Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?

Jangan mengabaikan keluhan yang terjadi berulang kali (kambuh), terutama jika aliran urine semakin lemah atau Anda terus merasa ingin berkemih setelah selesai.

Segera cari pertolongan medis darurat jika:

  • Anda sama sekali tidak bisa buang air kecil meskipun kandung kemih terasa penuh.
  • Perut bagian bawah terasa sangat nyeri atau membengkak.
  • Keluhan berkemih di sertai demam tinggi, menggigil, atau nyeri pinggang berat.

Ketidakmampuan mendadak untuk mengeluarkan urine merupakan keadaan darurat yang dapat membahayakan kandung kemih dan ginjal jika tidak segera di tangani.

Pertanyaan Umum tentang Buang Air Kecil Terasa Tidak Tuntas

Beirkut yang harus kamu ketahui:

1. Mengapa setelah buang air kecil masih terasa ingin kencing lagi?

Keluhan ini dapat terjadi karena kandung kemih belum kosong sepenuhnya, iritasi saluran kemih (ISK), infeksi, atau gangguan fungsi kandung kemih.

Pemeriksaan di perlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

2. Apakah buang air kecil tidak tuntas bisa terjadi tanpa rasa sakit?

Bisa.

Retensi urine kronis terkadang menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak di sadari.

Karena itu, tidak adanya rasa sakit tidak selalu berarti fungsi kandung kemih normal.

3. Apakah buang air kecil sedikit-sedikit selalu menandakan ISK?

Tidak.

Keluhan tersebut juga dapat berkaitan dengan retensi urine, pembesaran prostat, kandung kemih yang terlalu aktif, atau kondisi lainnya.

Dokter ahli dapat menentukan penyebab melalui evaluasi dan pemeriksaan yang sesuai.

4. Apakah buang air kecil tidak tuntas bisa sembuh?

Keluhan ini dapat membaik apabila penyebabnya di ketahui dan di tangani secara tepat.

Namun, hasil pengobatan bergantung pada kondisi yang mendasarinya, tingkat keparahan, dan respons pasien terhadap terapi.

5. Apakah buang air kecil tidak tuntas dapat merusak ginjal?

Retensi urine yang berlangsung lama dan tidak tertangani dapat meningkatkan risiko infeksi, kerusakan kandung kemih, serta gangguan ginjal pada kondisi tertentu.

Karena itu, keluhan yang menetap perlu di evaluasi oleh dokter ahli.

Konsultasi Gangguan Buang Air Kecil di Klinik Apollo

Buang air kecil terasa tidak tuntas bukanlah kondisi yang sebaiknya di abaikan, terutama jika terjadi berulang kali (kambuh), disertai aliran urine yang lemah, atau muncul bersama rasa perih dan nyeri. Keluhan ini dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih (ISK), gangguan prostat, penyempitan uretra, maupun masalah fungsi kandung kemih.

Di Klinik Apollo Jakarta, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mengevaluasi gejala, memperoleh rekomendasi pemeriksaan sesuai kebutuhan, dan mendiskusikan pilihan pengobatan berdasarkan penyebab yang di temukan.

Dengan pemeriksaan yang tepat, pasien dapat memperoleh penjelasan medis yang lebih jelas, penanganan yang sesuai, serta panduan untuk mengurangi risiko komplikasi dan kekambuhan. Jangan menunggu sampai keluhan semakin mengganggu.

Segera konsultasikan masalah buang air kecil terasa tidak tuntas ke Klinik Apollo Jakarta agar Anda mendapatkan evaluasi medis, rekomendasi pengobatan yang tepat, dan pendampingan untuk menjaga kesehatan saluran kemih.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.