Herpes Genital di Bibir: Apakah Bisa dan Apa Cirinya?

Ilustrasi Herpes Genital di Bibir.

Herpes Genital di Bibir, Apakah Bisa?

Klinik Apollo – Istilah herpes genital di bibir memang dapat membingungkan. Secara medis, herpes di kategorikan berdasarkan lokasi infeksi dan jenis virusnya, bukan hanya berdasarkan nama virus.

Herpes simplex virus (HSV) terdiri dari HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 lebih sering menyebabkan herpes di sekitar mulut atau bibir, sedangkan HSV-2 lebih sering menyebabkan herpes genital.

Namun, HSV-1 juga dapat menginfeksi area genital, terutama setelah kontak oral-genital. Sebaliknya, HSV-2 juga dapat menginfeksi area mulut meskipun lebih jarang. Karena itu, apabila muncul lepuhan atau luka pada bibir kemaluan, kondisi tersebut bisa saja merupakan herpes genital dan perlu di bedakan dari infeksi lain.

Catatan: “Bibir kemaluan” berbeda dengan “bibir mulut”. Artikel ini membahas herpes pada bibir kemaluan atau vulva.

Apa Itu Herpes Genital?

Herpes genital merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2.

Virus dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit, luka, atau area yang terinfeksi saat aktivitas seksual, termasuk seks vaginal, anal, maupun oral.

Infeksi ini dapat berlangsung seumur hidup di dalam tubuh.

Meskipun demikian, obat-obatan antivirus dapat membantu mengurangi gejala, mempercepat pemulihan pada episode tertentu, serta pada kondisi tertentu menurunkan risiko kekambuhan dan penularan.

Menurut WHO, sekitar 520 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun di dunia di perkirakan memiliki HSV-2, berdasarkan estimasi tahun 2020.

Selain itu, HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes genital.

Ciri Herpes Genital di Bibir Kemaluan

Herpes tidak selalu menimbulkan gejala.

Bahkan, sebagian orang mengalami gejala yang sangat ringan sehingga tidak menyadari dirinya terinfeksi.

Jika gejala muncul, beberapa ciri yang perlu di perhatikan antara lain:

1. Muncul lepuhan kecil

Salah satu ciri khas herpes adalah munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang dapat muncul secara berkelompok pada bibir kemaluan atau area genital lainnya.

Lepuhan tersebut kemudian dapat pecah dan berubah menjadi luka terbuka.

2. Terasa perih, terbakar, atau gatal

Sebelum luka terlihat, sebagian orang merasakan:

  • Kesemutan.
  • Gatal.
  • Rasa terbakar.
  • Perih pada area genital.

Sensasi tersebut dapat muncul di lokasi yang kemudian berkembang menjadi lepuhan atau luka.

3. Luka atau lecet pada bibir vagina

Setelah lepuhan pecah, area tersebut dapat menjadi luka atau ulkus yang terasa nyeri.

Luka dapat berada pada bibir vagina, sekitar vagina, anus, atau area genital lainnya.

4. Nyeri ketika kencing

Apabila luka berada di sekitar lubang vagina atau uretra, urine yang mengenai luka dapat menyebabkan rasa perih atau nyeri ketika kencing.

5. Keluhan seperti flu pada infeksi pertama

Pada episode pertama, sebagian orang dapat mengalami gejala umum seperti:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pegal atau nyeri tubuh.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Namun, tidak semua penderita mengalami gejala tersebut.

Apakah Herpes Genital Selalu Berupa Benjolan Berisi Cairan?

Tidak selalu.

Herpes dapat tampak berbeda pada setiap orang.

Pada sebagian orang, luka khas berupa lepuhan tidak terlihat saat pemeriksaan karena sudah pecah atau gejalanya sangat ringan.

Bahkan, CDC menyebutkan bahwa diagnosis herpes genital berdasarkan tampilan klinis saja dapat sulit karena luka khas tidak selalu ada ketika pasien di periksa.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan setiap benjolan atau luka di bibir kemaluan sebagai herpes.

Keluhan serupa dapat di sebabkan oleh kondisi lain, seperti iritasi, folikulitis, luka akibat gesekan, kandidiasis, sifilis (raja singa), atau infeksi lainnya.

Bagaimana Herpes Genital Menular?

HSV dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau area yang terinfeksi.

Penularan dapat terjadi ketika terdapat luka aktif, tetapi virus juga dapat di tularkan ketika tidak terlihat luka atau gejala.

Beberapa aktivitas yang dapat menjadi jalur penularan meliputi:

  • Seks vaginal.
  • Seks anal.
  • Seks oral.
  • Kontak langsung dengan area yang terinfeks.

Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) dapat mengurangi risiko, tetapi tidak menghilangkannya sepenuhnya karena herpes dapat mengenai area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

Karena itu, hindari aktivitas seksual ketika sedang mengalami lepuhan atau luka herpes.

Bagaimana Cara Memastikan Benjolan di Bibir Kemaluan adalah Herpes?

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan langsung terhadap area yang mengalami keluhan.

Jika terdapat luka atau lepuhan, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium dari sampel luka untuk membantu memastikan penyebabnya.

Pemeriksaan menjadi penting karena tampilan herpes dapat menyerupai beberapa penyakit kulit atau infeksi menular seksual lainnya.

Jika Anda mengalami luka, lepuhan, gatal, perih, atau nyeri pada bibir kemaluan, sebaiknya jangan mencoba mendiagnosis sendiri berdasarkan foto atau bentuk benjolan saja.

Pengobatan Herpes Genital di Bibir Kemaluan

Sampai saat ini, obat-obatan antivirus tidak menghilangkan HSV secara permanen dari tubuh.

Namun, pengobatan dapat membantu mengendalikan gejala dan kekambuhan.

Dokter ahli dapat mempertimbangkan obat-obatan antivirus.

Jenis obat-obatan, dosis, dan lama penggunaan harus di sesuaikan dengan kondisi pasien, apakah merupakan episode pertama, kekambuhan, atau membutuhkan terapi penekanan jangka panjang.

Jangan menggunakan obat-obatan antivirus secara sembarangan tanpa pemeriksaan dokter ahli.

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh Total?

Herpes genital dapat di kendalikan, tetapi HSV tetap berada di dalam tubuh setelah seseorang terinfeksi.

Gejala dapat menghilang dan kemudian muncul kembali pada sebagian orang.

Kekambuhan HSV-1 genital umumnya lebih jarang di bandingkan HSV-2 genital.

Karena itu, dokter ahli akan mempertimbangkan jenis HSV, frekuensi kekambuhan, tingkat keparahan gejala, serta kondisi pasien ketika menentukan penanganan.

Cara Mengurangi Risiko Penularan Herpes

Beberapa langkah yang dapat di lakukan antara lain:

  • Hindari hubungan seksual ketika terdapat lepuhan atau luka.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar.
  • Hindari kontak oral genital ketika terdapat herpes aktif di sekitar mulut.
  • Diskusikan kondisi herpes dengan pasangan seksual.
  • Lakukan pemeriksaan medis jika muncul luka atau lepuhan yang mencurigakan.
  • Ikuti pengobatan yang di berikan dokter ahli.

Perlu di ingat, herpes tetap dapat menular meskipun tidak terdapat luka yang terlihat.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila muncul:

  • Lepuhan berkelompok di bibir kemaluan.
  • Luka genital yang terasa nyeri.
  • Gatal atau rasa terbakar yang tidak biasa.
  • Nyeri ketika kencing.
  • Luka yang berulang di lokasi yang sama.
  • Keluhan setelah melakukan kontak seksual berisiko.
  • Pasangan di ketahui memiliki herpes genital.

Semakin cepat penyebab keluhan diketahui, semakin tepat pula penanganan yang dapat diberikan.

Jika sedang hamil dan memiliki gejala atau riwayat herpes genital, informasikan kepada dokter ahli karena infeksi HSV dapat di tularkan kepada bayi terutama pada kondisi tertentu di sekitar persalinan pervaginam.

FAQ Seputar Herpes Genital di Bibir

Apakah herpes bisa muncul di bibir kemaluan?

Bisa.

Herpes genital dapat menyebabkan lepuhan atau luka pada bibir kemaluan dan area genital lainnya.

Penyebabnya dapat berupa HSV-2 maupun HSV-1.

Apakah herpes di bibir kemaluan pasti karena hubungan seksual?

Tidak selalu dapat di simpulkan hanya dari lokasi luka.

HSV-1, misalnya, dapat berpindah dari area mulut ke genital melalui kontak oral-genital.

Selain itu, virus dapat menular ketika gejala tidak terlihat.

Apakah benjolan di bibir vagina pasti herpes?

Tidak.

Benjolan atau luka di area genital memiliki banyak kemungkinan penyebab.

Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk membedakan herpes dari kondisi lain.

Apakah herpes genital dapat kambuh?

Ya.

HSV dapat berada di dalam tubuh dan pada sebagian orang menimbulkan episode berulang (kambuh).

Kekambuhan genital HSV-1 umumnya lebih jarang di bandingkan HSV-2.

Kesimpulan

Herpes genital di bibir kemaluan bisa terjadi, dan tidak selalu di sebabkan oleh HSV-2. HSV-1 juga dapat menginfeksi area genital, terutama melalui kontak oral-genital.

Ciri yang perlu di perhatikan antara lain lepuhan kecil berkelompok, rasa gatal atau terbakar, luka yang nyeri, serta perih ketika kencing.

Namun, berbagai kondisi lain dapat menimbulkan keluhan yang serupa. Karena itu, pemeriksaan dokter ahli penting untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jika Anda mengalami benjolan, lepuhan, luka, atau rasa perih pada bibir kemaluan, segera konsultasikan ke dokter di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai keluhan, evaluasi medis yang tepat, serta penanganan herpes atau infeksi menular seksual lainnya dengan tetap menjaga privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.