Penyebab Herpes di Selangkangan dan Cara Menularnya

Penyebab Herpes di Selangkangan

Klinik Apollo – Herpes di selangkangan umumnya disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV), terutama HSV-2, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes genital. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau area yang terinfeksi, termasuk saat tidak terlihat adanya luka. Karena itu, memahami penyebab dan cara penularannya penting untuk membantu mengurangi risiko penyebaran.

Herpes di area selangkangan dapat menimbulkan lepuhan kecil, luka, rasa perih, gatal, atau sensasi terbakar. Namun, tidak semua orang mengalami gejala yang jelas. Bahkan, seseorang dapat menularkan HSV tanpa menyadari bahwa dirinya sedang terinfeksi.

Apa Penyebab Herpes di Selangkangan?

Penyebab herpes di selangkangan adalah virus herpes simpleks (HSV). Secara umum, HSV terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu HSV-1 dan HSV-2.

HSV-1 lebih sering berkaitan dengan herpes oral, sedangkan HSV-2 lebih sering menyebabkan herpes genital. Meski demikian, HSV-1 juga dapat menginfeksi area genital atau selangkangan, terutama melalui kontak seksual dengan area yang terinfeksi.

Setelah masuk ke tubuh, HSV menetap di dalam sistem saraf dan dapat kembali aktif pada waktu tertentu. Kondisi ini menyebabkan herpes dapat mengalami kekambuhan setelah gejala sebelumnya menghilang.

Menurut World Health Organization (WHO), HSV-1 dan HSV-2 merupakan infeksi yang sangat umum di seluruh dunia. WHO memperkirakan sekitar 3,8 miliar orang berusia di bawah 50 tahun mengalami infeksi HSV-1 pada 2020, sementara sekitar 520 juta orang berusia 15-49 tahun hidup dengan HSV-2.

Bagaimana Herpes Bisa Muncul di Selangkangan?

Virus tidak muncul secara spontan. Seseorang biasanya terlebih dahulu terinfeksi HSV melalui kontak dengan orang yang membawa virus.

Beberapa situasi yang dapat menyebabkan penularan antara lain:

1. Kontak kulit dengan area yang terinfeksi

HSV dapat berpindah melalui kontak langsung dengan kulit atau mukosa yang membawa virus. Penularan tidak selalu membutuhkan adanya luka terbuka yang terlihat.

Inilah salah satu alasan mengapa seseorang dapat tertular meskipun pasangan seksualnya tampak tidak memiliki gejala.

2. Hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi

Kontak seksual merupakan salah satu jalur penting penularan herpes genital. Virus dapat berpindah melalui kontak genital, anal, atau oral dengan area yang mengandung HSV.

Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko, tetapi tidak menghilangkannya sepenuhnya karena HSV dapat berada pada area kulit yang tidak tertutup kondom.

Menurut CDC, herpes genital dapat menyebar melalui kontak seksual dengan pasangan yang memiliki infeksi HSV, termasuk ketika pasangan tidak menunjukkan luka atau gejala yang terlihat.

3. Seks oral

Herpes pada area genital atau selangkangan juga dapat terjadi setelah menerima seks oral dari seseorang yang memiliki HSV-1 di area mulut.

Dengan demikian, HSV-1 tidak hanya berkaitan dengan luka di sekitar mulut. Virus tersebut juga dapat menyebabkan infeksi pada area genital.

4. Kontak saat herpes sedang aktif

Risiko penularan meningkat ketika terdapat lepuhan atau luka herpes yang aktif. Cairan dari lepuhan dapat mengandung virus sehingga kontak langsung dengan area tersebut berpotensi menyebabkan penularan.

Namun, tidak adanya luka bukan berarti virus pasti tidak menular.

Apakah Herpes Bisa Menular Tanpa Gejala?

Ya. HSV dapat menular meskipun seseorang tidak sedang mengalami luka atau gejala yang terlihat.

Kondisi ini disebut asymptomatic shedding atau pelepasan virus tanpa gejala. Pada situasi tersebut, virus dapat berada pada permukaan kulit dan berpotensi menular kepada pasangan.

Karena itu, seseorang yang merasa sehat belum tentu tidak memiliki HSV. Sebaliknya, munculnya ruam di selangkangan juga tidak otomatis berarti herpes karena beberapa kondisi kulit lain dapat menimbulkan keluhan serupa.

Jika muncul luka, lepuhan, atau ruam yang tidak biasa, pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan penyebabnya.

Faktor yang Dapat Memicu Kekambuhan Herpes

Setelah terinfeksi, HSV dapat tetap berada di dalam tubuh dan kembali aktif. Kekambuhan dapat berbeda pada setiap orang.

Beberapa faktor yang dilaporkan dapat berkaitan dengan kekambuhan antara lain:

  • Stres fisik atau emosional
  • Kondisi tubuh yang sedang kurang fit
  • Penyakit atau infeksi tertentu
  • Kurang tidur
  • Perubahan hormonal pada sebagian orang
  • Iritasi atau trauma pada area yang terinfeksi

Namun, pemicu kekambuhan tidak selalu dapat diketahui secara pasti.

Ciri-Ciri Herpes di Selangkangan

Gejala herpes dapat berbeda antara infeksi pertama dan kekambuhan berikutnya.

Beberapa keluhan yang dapat muncul meliputi:

  • Lepuhan kecil berkelompok
  • Lepuhan berisi cairan yang kemudian pecah
  • Luka atau lecet yang terasa perih
  • Rasa gatal atau terbakar
  • Nyeri pada area yang terkena
  • Nyeri ketika buang air kecil jika luka berada di area yang terkena aliran urine
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada sebagian kasus
  • Demam atau rasa tidak enak badan, terutama pada episode pertama

Tidak semua orang mengalami seluruh gejala tersebut. Bahkan, infeksi HSV dapat berlangsung dengan gejala yang sangat ringan atau tanpa gejala.

Karena beberapa penyakit kulit dan infeksi lain dapat menyerupai herpes, diagnosis sebaiknya tidak hanya berdasarkan bentuk luka.

Berapa Lama Gejala Herpes Muncul Setelah Terinfeksi?

Waktu munculnya gejala tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian orang mengalami gejala beberapa hari setelah terinfeksi, sementara sebagian lainnya tidak mengalami gejala yang jelas.

Menurut CDC, banyak orang dengan herpes genital tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi karena gejalanya dapat ringan atau menyerupai kondisi kulit lainnya.

Oleh sebab itu, seseorang tidak dapat memastikan kapan atau dari siapa infeksi didapat hanya berdasarkan waktu munculnya gejala.

Apakah Herpes di Selangkangan Bisa Sembuh Total?

Saat ini belum tersedia terapi yang dapat menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen. Setelah seseorang terinfeksi, virus dapat tetap berada dalam tubuh dan sewaktu-waktu kembali aktif.

Namun, obat antivirus dapat digunakan untuk membantu memperpendek atau mengurangi keparahan episode herpes serta menurunkan risiko penularan pada kondisi tertentu.

Dokter dapat menentukan pilihan terapi berdasarkan apakah infeksi merupakan episode pertama, kekambuhan, frekuensi kekambuhan, kondisi kesehatan pasien, serta faktor lainnya.

Karena itu, hindari menggunakan obat secara sembarangan, terutama jika diagnosis herpes belum dipastikan.

Apakah Herpes di Selangkangan Sama dengan Infeksi Jamur?

Tidak selalu. Herpes dan infeksi jamur dapat sama-sama menyebabkan gatal atau kemerahan, tetapi penyebabnya berbeda.

Herpes disebabkan oleh virus HSV, sedangkan infeksi jamur pada selangkangan umumnya berkaitan dengan pertumbuhan berlebih jamur tertentu pada kulit.

Herpes lebih khas dengan munculnya lepuhan atau luka yang terasa nyeri, meskipun tidak semua kasus menunjukkan gambaran tersebut. Sementara itu, infeksi jamur sering menimbulkan ruam gatal dan kemerahan pada lipatan kulit.

Karena tampilan klinis dapat bervariasi, pemeriksaan dokter tetap penting untuk membedakan keduanya.

Cara Mengurangi Risiko Penularan Herpes

Beberapa langkah dapat membantu menurunkan risiko penularan HSV kepada pasangan:

  • Hindari kontak seksual ketika terdapat lepuhan atau luka aktif.
  • Hindari menyentuh langsung area luka.
  • Gunakan kondom secara konsisten dan benar, dengan memahami bahwa perlindungannya tidak 100%.
  • Jangan melakukan kontak seksual apabila muncul gejala yang mencurigakan sampai mendapatkan evaluasi medis.
  • Komunikasikan kondisi kesehatan seksual dengan pasangan.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan terapi antivirus jika herpes telah terdiagnosis.

Menurut WHO, penggunaan kondom dapat membantu mengurangi risiko penularan HSV-2, tetapi tidak memberikan perlindungan penuh karena virus dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup kondom.

Kapan Perlu Memeriksakan Herpes ke Dokter?

Segera pertimbangkan pemeriksaan medis apabila muncul:

  • Lepuhan atau luka baru di area selangkangan atau genital
  • Luka yang terasa nyeri atau terbakar
  • Ruam berulang pada lokasi yang sama
  • Keluhan setelah kontak seksual dengan pasangan yang diketahui memiliki herpes
  • Gejala yang tidak membaik atau semakin berat
  • Keluhan yang sulit dibedakan dari infeksi lain

Pemeriksaan lebih awal membantu dokter menentukan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan HSV atau kondisi lainnya. Pada kasus tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium dari lesi atau metode diagnostik lain berdasarkan kondisi pasien.

Kesimpulan

Penyebab herpes di selangkangan adalah infeksi virus herpes simpleks, terutama HSV-2, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes genital. Penularan terutama terjadi melalui kontak langsung dengan area yang terinfeksi, termasuk melalui aktivitas seksual dan seks oral. Virus juga dapat menular ketika tidak terdapat luka yang terlihat.

Karena gejala herpes dapat menyerupai beberapa kondisi kulit atau infeksi lainnya, jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan bentuk ruam atau luka. Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jika Anda mengalami lepuhan, luka, rasa perih, gatal, atau keluhan berulang di area selangkangan dan ingin mengetahui penyebabnya, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kondisi Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.