Bedanya Benjolan Herpes dan Sifilis: Bentuk, Gejala & Sebabnya

Klinik Apollo – Munculnya benjolan, luka, atau lepuhan di area kelamin tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. 2 kondisi yang sering di anggap mirip adalah herpes genital dan sifilis.
Padahal, keduanya di sebabkan oleh mikroorganisme yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Herpes genital di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), sedangkan sifilis di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Keduanya termasuk infeksi menular seksual (IMS) dan dapat menular melalui kontak seksual. Namun, membedakan herpes dan sifilis hanya berdasarkan tampilan benjolan tidak selalu mudah.
WHO bahkan menyebutkan bahwa diagnosis klinis luka genital dapat kurang akurat karena beberapa IMS (infeksi menular seksual) dapat menimbulkan gambaran yang serupa.
- Ciri Benjolan Herpes Genital
- Ciri Luka atau Benjolan pada Sifilis
- Bedanya Herpes dan Sifilis dari Rasa Sakit
- Bedanya Bentuk Benjolan Herpes dan Sifilis
- Penyebab Herpes dan Sifilis
- Apakah Benjolan Herpes dan Sifilis Bisa Hilang Sendiri?
- Bagaimana Cara Memastikan Herpes atau Sifilis?
- Apakah Herpes dan Sifilis Berbahaya?
- Pengobatan Herpes dan Sifilis
- Kapan Harus Memeriksakan Benjolan di Area Kelamin?
- Kesimpulan
Ciri Benjolan Herpes Genital
Herpes genital dapat menyebabkan benjolan kecil, lepuhan berisi cairan, atau luka terbuka di sekitar penis, vagina, vulva, anus, bokong, atau area sekitarnya.
Menurut WHO, gejala herpes genital dapat berupa lepuhan atau luka yang terasa nyeri dan dapat muncul berulang (kambuh).
Pada episode pertama, seseorang juga dapat mengalami demam, nyeri tubuh, sakit kepala, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Beberapa ciri herpes yang perlu di perhatikan:
- Muncul beberapa benjolan atau lepuhan kecil.
- Lepuhan dapat berkelompok.
- Luka dapat pecah dan berubah menjadi luka.
- Area tersebut dapat terasa nyeri, gatal, perih, atau terbakar.
- Rasa terbakar saat kencing dapat muncul.
- Luka dapat sembuh, tetapi herpes dapat mengalami kekambuhan.
CDC juga menjelaskan bahwa gejala herpes genital terkadang sangat ringan sehingga dapat di salahartikan sebagai jerawat atau rambut yang tumbuh ke dalam.
Ciri Luka atau Benjolan pada Sifilis
Sifilis memiliki beberapa tahap. Pada tahap awal, tanda yang paling khas adalah chancre, yaitu luka atau ulkus yang biasanya berbentuk bulat, terasa keras, dan tidak nyeri.
Luka tersebut dapat muncul pada penis, vagina, anus, mulut, atau lokasi lain yang mengalami kontak dengan bakteri.
Karena tidak menimbulkan rasa sakit, sebagian orang bahkan tidak menyadarinya.
Selain itu, luka sifilis dapat sembuh sendiri, tetapi kondisi tersebut tidak berarti infeksinya sudah hilang.
Tanpa pengobatan, sifilis dapat berlanjut ke tahap berikutnya.
Pada sifilis sekunder, gejala dapat berupa:
- Ruam pada kulit.
- Ruam pada telapak tangan atau telapak kaki.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Luka pada selaput lendir.
- Keluhan sistemik tertentu.
Karena itu, seseorang tidak boleh menganggap luka yang sudah sembuh sebagai tanda bahwa penyakit telah sembuh.
Bedanya Herpes dan Sifilis dari Rasa Sakit
Salah satu perbedaan yang sering di gunakan adalah rasa nyeri.
Herpes genital lebih sering menyebabkan luka atau lepuhan yang nyeri, perih, gatal, atau terasa terbakar.
Sebaliknya, luka sifilis pada tahap primer biasanya tidak terasa sakit.
Namun, perbedaan ini tidak dapat di gunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis.
Seseorang tetap dapat mengalami gejala yang tidak khas.
Bedanya Bentuk Benjolan Herpes dan Sifilis
Secara umum:
1. Herpes:
- Berawal dari bintil atau lepuhan kecil.
- Sering muncul lebih dari 1.
- Dapat berkelompok.
- Lepuhan dapat pecah menjadi luka.
- Biasanya di sertai rasa nyeri atau perih.
2. Sifilis (Raja Singa):
- Pada tahap primer, biasanya muncul luka atau ulkus.
- Sering berupa 1 luka, meskipun dapat lebih dari 1.
- Cenderung berbentuk bulat dan terasa keras.
- Biasanya tidak nyeri.
- Dapat sembuh tanpa pengobatan, tetapi infeksi tetap ada.
WHO mencatat bahwa herpes dapat menyebabkan lesi vesikular atau ulseratif yang nyeri, sedangkan sifilis primer umumnya menyebabkan ulkus tunggal yang tidak nyeri.
Penyebab Herpes dan Sifilis
Berikut penyebabnya:
1. Penyebab herpes genital
Herpes genital di sebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2.
Virus dapat menular melalui kontak kulit dengan area yang terinfeksi, termasuk saat hubungan seksual.
Virus tetap berada dalam tubuh setelah seseorang terinfeksi.
Karena itu, herpes dapat mengalami episode berulang, meskipun kekambuhan biasanya lebih ringan daripada episode pertama.
2. Penyebab sifilis
Sifilis di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Penularan terutama terjadi melalui kontak langsung dengan luka sifilis ketika melakukan hubungan seksual vaginal, anal, atau oral.
Sifilis berbeda dengan herpes karena sifilis merupakan infeksi bakteri yang dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang sesuai.
Sebaliknya, herpes merupakan infeksi virus yang saat ini belum memiliki obat-obatan untuk menghilangkan virus dari tubuh, meskipun antivirus dapat membantu mengendalikan gejala.
Apakah Benjolan Herpes dan Sifilis Bisa Hilang Sendiri?
Bisa terlihat menghilang, tetapi bukan berarti infeksinya sudah sembuh.
Pada herpes, luka biasanya membaik dan kemudian dapat muncul kembali pada episode berikutnya.
Pengobatan antivirus dapat membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan gejala.
Pada sifilis, chancre juga dapat sembuh tanpa pengobatan.
Namun, bakteri tetap berada di tubuh dan penyakit dapat berkembang ke tahap berikutnya jika tidak mendapatkan terapi.
Jadi, jangan menggunakan hilangnya benjolan sebagai patokan bahwa Anda sudah sembuh.
Bagaimana Cara Memastikan Herpes atau Sifilis?
Jika terdapat luka atau benjolan pada area genital, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium.
Untuk sifilis, pemeriksaan darah dapat membantu mendeteksi infeksi.
WHO menjelaskan bahwa diagnosis sifilis di lakukan berdasarkan riwayat, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.
Tes cepat juga tersedia di berbagai layanan kesehatan.
Sementara itu, pada herpes, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan terhadap luka, terutama ketika terdapat luka atau lepuhan yang masih aktif.
Hal ini penting karena herpes, sifilis, dan beberapa penyebab luka genital lainnya dapat terlihat mirip.
WHO menyebutkan bahwa diagnosis hanya berdasarkan tampilan klinis dapat tidak akurat.
Apakah Herpes dan Sifilis Berbahaya?
Keduanya perlu di perhatikan karena dapat menimbulkan masalah kesehatan dan menular kepada pasangan seksual.
Sifilis yang tidak di obati dapat berkembang selama bertahun-tahun dan pada tahap lanjut dapat memengaruhi sistem saraf, jantung, pembuluh darah, serta organ lainnya.
Sementara itu, herpes genital dapat mengalami kekambuhan.
WHO juga menyebutkan bahwa infeksi HSV-2 meningkatkan risiko memperoleh dan menularkan HIV.
Karena itu, jangan menunggu keluhan menjadi berat sebelum melakukan pemeriksaan.
Pengobatan Herpes dan Sifilis
Pengobatan bergantung pada diagnosis yang di peroleh.
1. Pengobatan herpes
Dokter ahli dapat memberikan obat-obatan antivirus untuk membantu memperpendek durasi gejala, mengurangi keparahan episode, dan pada kondisi tertentu menekan kekambuhan.
Namun, obat-obatan tersebut tidak menghilangkan HSV dari tubuh.
2. Pengobatan sifilis
Sifilis dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang sesuai, dengan pilihan dan jumlah dosis bergantung pada tahap penyakit.
Kapan Harus Memeriksakan Benjolan di Area Kelamin?
Segera lakukan pemeriksaan jika Anda menemukan:
- Benjolan atau lepuhan baru di area genital.
- Luka yang tidak di ketahui penyebabnya.
- Luka yang tidak terasa sakit tetapi tidak biasa.
- Luka yang terasa nyeri, gatal, atau terbakar.
- Luka yang muncul setelah kontak seksual berisiko.
- Benjolan atau luka yang kembali muncul.
- Pasangan seksual di diagnosis herpes, sifilis, atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
Selain itu, hindari hubungan seksual sampai mendapatkan evaluasi medis jika terdapat luka atau lepuhan yang belum di ketahui penyebabnya.
Kesimpulan
Bedanya benjolan herpes dan sifilis terutama terlihat dari karakteristik lesinya. Herpes lebih sering menyebabkan lepuhan atau luka yang terasa nyeri, sedangkan sifilis primer biasanya menyebabkan luka tunggal yang tidak nyeri.
Meski demikian, tampilan luka tidak selalu khas sehingga herpes dan sifilis tidak dapat di pastikan hanya dengan melihat benjolan. Herpes di sebabkan oleh HSV dan dapat mengalami kekambuhan, sedangkan sifilis di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat di sembuhkan dengan pengobatan yang tepat.
Karena keduanya termasuk IMS 9infeksi menular seksual), pemeriksaan dan penanganan sejak dini penting untuk membantu mencegah penularan serta komplikasi. Jika Anda menemukan benjolan, lepuhan, atau luka yang mencurigakan di area genital, segera konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta.
Pemeriksaan yang tepat membantu mengetahui penyebab keluhan, menentukan diagnosis, dan memilih pengobatan yang sesuai sehingga Anda dapat memperoleh penanganan yang lebih aman dan terarah.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta








