Perbedaan Herpes dan Cacar Air: Cara Membedakan Gejalanya

Ilustrasi Perbedaan Herpes dan Cacar Air.

Klinik Apollo – Munculnya bintil warna merah atau lepuhan berisi cairan pada kulit sering membuat orang bingung: apakah ini herpes atau cacar air?

Keduanya memang sama-sama dapat menimbulkan lepuhan, tetapi penyebab, pola ruam, lokasi, dan perjalanan penyakitnya berbeda.

Memahami perbedaan herpes dan cacar air penting agar tidak salah mengenali kondisi kulit dan tidak melakukan pengobatan sendiri secara sembarangan.

Apa Perbedaan Herpes dan Cacar Air?

Secara sederhana, herpes dan cacar air di sebabkan oleh virus yang berbeda.

Herpes yang di maksud dalam konteks infeksi kulit atau area genital umumnya di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), yaitu HSV-1 atau HSV-2.

HSV-1 lebih sering menyebabkan herpes oral, sedangkan HSV-2 lebih sering menyebabkan herpes genital.

Namun, keduanya dapat menginfeksi area genital maupun mulut.

Sementara itu, cacar air atau varicella di sebabkan oleh varicella zoster virus (VZV).

Virus yang sama dapat kembali aktif (kambuh) bertahun-tahun kemudian dan menyebabkan herpes zoster atau cacar ular.

Perlu di ingat, tampilan ruam saja terkadang tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

1. Perbedaan dari Penyebabnya

Berikut perbedaan dan penyebabnya:

a. Herpes di sebabkan oleh HSV

Herpes simpleks terjadi akibat infeksi HSV-1 atau HSV-2.

Virus dapat masuk melalui kontak langsung dengan kulit atau mukosa yang terinfeksi.

Pada herpes genital, HSV-2 merupakan penyebab yang umum, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan infeksi genital.

WHO memperkirakan sekitar 520 juta orang usia 15 hingga 49 tahun di dunia mengalami infeksi HSV-2 berdasarkan data tahun 2020.

b. Cacar air di sebabkan oleh VZV

Cacar air di sebabkan oleh varicella zoster virus (VZV).

Infeksi ini sangat menular dan biasanya menyebabkan ruam yang menyebar ke berbagai bagian tubuh.

Setelah seseorang sembuh dari cacar air, VZV tidak sepenuhnya menghilang dari tubuh.

Virus dapat tetap berada dalam keadaan tidak aktif di jaringan saraf dan pada kemudian hari dapat aktif kembali (kambuh) sebagai herpes zoster.

2. Perbedaan Bentuk Bintil dan Lepuh

Herpes biasanya menimbulkan lepuhan kecil yang muncul secara berkelompok.

Lepuhan tersebut dapat pecah, mengeluarkan cairan, kemudian berubah menjadi luka dan akhirnya membentuk keropeng.

Luka herpes umumnya terasa nyeri atau perih.

Sebaliknya, cacar air biasanya di awali dengan bintik atau benjolan merah yang kemudian berkembang menjadi lepuhan berisi cairan.

Luka cacar air biasanya sangat gatal dan muncul dalam beberapa tahap perkembangan sekaligus.

Jadi, jika muncul lepuhan yang berkelompok, terasa nyeri, dan kemudian menjadi luka, herpes perlu di pertimbangkan.

Sementara itu, ruam yang menyebar luas dan sangat gatal lebih sesuai dengan gambaran cacar air.

3. Perbedaan Lokasi Ruam

Lokasi merupakan salah satu petunjuk penting.

Pada herpes genital, lepuhan atau luka dapat muncul di:

  • Penis.
  • Skrotum.
  • Vulva.
  • Vagina.
  • Area sekitar anus.
  • Bokong.
  • Paha atau area kulit di sekitar genital.

Herpes oral lebih sering muncul pada bibir, mulut, atau area di sekitarnya.

Sementara itu, cacar air biasanya menyebabkan ruam yang menyebar luas.

Ruam dapat pertama kali terlihat di dada, punggung, dan wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

4. Perbedaan Gejala Penyerta

Berikut perbedaan dan gejala penyertanya:

a. Gejala herpes

Sebelum lepuhan muncul, seseorang dapat merasakan:

  • Kesemutan.
  • Rasa terbakar.
  • Gatal.
  • Nyeri pada area tertentu.

Ketika infeksi pertama terjadi, herpes juga dapat menyebabkan demam, sakit kepala, nyeri tubuh, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Pada herpes genital, luka atau lepuhan biasanya terasa nyeri.

Setelah sembuh, herpes dapat mengalami kekambuhan karena virus tetap berada di dalam tubuh.

b. Gejala cacar air

Cacar air dapat di awali demam ringan, tidak enak badan, kehilangan nafsu makan, atau sakit kepala, terutama pada orang dewasa.

Setelah itu muncul ruam yang terasa gatal dan berkembang menjadi lepuhan.

Cacar air umumnya berlangsung sekitar 4 hingga 7 hari, meskipun waktu penyembuhan ruam dapat berbeda pada setiap orang.

5. Apakah Herpes dan Cacar Air Sama-Sama Bisa Kambuh?

Tidak dalam pengertian yang sama.

Herpes simpleks dapat kambuh karena HSV tetap berada di dalam tubuh setelah infeksi pertama.

Kekambuhan biasanya lebih ringan dan berlangsung lebih singkat di bandingkan episode pertama.

Pada cacar air, seseorang umumnya mendapatkan kekebalan setelah mengalami infeksi.

Namun, virus VZV tetap berada di tubuh dan dapat aktif kembali di kemudian hari sebagai herpes zoster (cacar ular).

Jadi, herpes zoster bukan herpes simpleks, meskipun keduanya sama-sama menggunakan istilah “herpes”.

6. Bagaimana Membedakan Herpes dengan Cacar Air dari Pola Ruam?

Salah satu cara sederhana untuk memahaminya adalah melihat pola penyebaran ruam.

a. Lebih mengarah ke herpes simpleks jika:

  • Lepuhan berkelompok pada area tertentu.
  • Terasa nyeri atau perih.
  • Sebelum muncul luka terasa terbakar atau kesemutan.
  • Lesi berada di sekitar mulut atau area genital.
  • Keluhan muncul kembali di lokasi yang sama atau berdekatan.

b. Lebih mengarah ke cacar air jika:

  • Ruam menyebar ke berbagai bagian tubuh.
  • Rasa gatal cukup dominan.
  • Luka muncul dalam beberapa tahap sekaligus.
  • Di awali atau di sertai demam dan badan terasa tidak enak.
  • Ruam pertama sering terlihat di dada, punggung, atau wajah.

Namun, ciri tersebut bukan diagnosis pasti.

Beberapa penyakit kulit lain dapat menyerupai herpes maupun cacar air.

Herpes Genital Sering Disalahartikan sebagai Cacar Air

Herpes genital dapat membingungkan, terutama ketika seseorang baru pertama kali mengalami lepuhan di area intim.

Pada infeksi herpes genital pertama, seseorang dapat mengalami beberapa kelompok lepuhan atau luka sekaligus dan di sertai demam atau rasa tidak enak badan.

Karena itu, diagnosis sebaiknya di lakukan berdasarkan pemeriksaan klinis dan, jika di perlukan, pemeriksaan laboratorium.

WHO menjelaskan bahwa banyak infeksi HSV tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan gejala ringan sehingga penderitanya tidak menyadari infeksi tersebut.

Apakah Herpes dan Cacar Air Sama-Sama Menular?

Ya, keduanya dapat menular, tetapi mekanisme penularannya berbeda.

Herpes simpleks terutama menyebar melalui kontak langsung dengan kulit, luka, cairan, atau area yang terinfeksi.

HSV juga dapat menular meskipun tidak terdapat luka yang terlihat.

Risiko penularan meningkat ketika terdapat luka aktif.

Sementara itu, cacar air merupakan penyakit yang sangat menular dan terutama menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Karena itu, hindari kontak langsung dengan luka dan ikuti anjuran tenaga kesehatan sampai kondisi di nyatakan tidak lagi menular.

Bagaimana Dokter Memastikan Diagnosis?

Dokter ahli akan mengevaluasi:

  • Bentuk luka.
  • Lokasi ruam.
  • Pola penyebaran.
  • Lama munculnya keluhan.
  • Rasa nyeri atau gatal.
  • Gejala penyerta seperti demam.
  • Riwayat infeksi sebelumnya.

Pada kasus tertentu, pemeriksaan laboratorium dapat membantu memastikan penyebabnya.

Untuk varicella, PCR dari cairan lepuhan atau keropeng merupakan metode pilihan untuk konfirmasi laboratorium ketika pemeriksaan di perlukan.

Karena itu, jangan mengandalkan foto dari internet atau mencoba obat secara acak hanya berdasarkan bentuk ruam.

Bagaimana Pengobatan Herpes dan Cacar Air?

Penanganannya berbeda karena virus penyebabnya berbeda.

Untuk herpes simpleks, dokter ahli dapat memberikan obat-obatan antivirus untuk membantu memperpendek atau mengurangi keparahan episode dan menekan kekambuhan.

Saat ini belum ada obat yang menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen.

Sementara itu, penanganan cacar air bergantung pada usia, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien.

Pada kelompok tertentu, dokter dapat mempertimbangkan obat-obatan antivirus.

Perawatan juga dapat di tujukan untuk mengurangi demam dan rasa gatal.

Jangan menggunakan obat-obatan antivirus atau obat-obatan kulit tanpa pemeriksaan dokter ahli, terutama jika diagnosis belum jelas.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera periksa ke dokter ahli apabila muncul:

  • Lepuhan atau luka yang terasa nyeri.
  • Bintil berisi cairan di area genital.
  • Luka pada penis, vagina, anus, atau mulut.
  • Ruam yang menyebar luas.
  • Demam di sertai lepuhan.
  • Keluhan berulang (kambuh) di lokasi yang sama.
  • Ruam yang mengenai area mata.
  • Kondisi semakin memburuk atau tidak kunjung membaik.

Pemeriksaan semakin penting pada ibu hamil, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, atau seseorang yang mengalami luka di sekitar mata.

HSV pada kehamilan dapat menimbulkan risiko penularan kepada bayi, sehingga keluhan yang mengarah ke herpes perlu segera di konsultasikan.

Kesimpulan

Perbedaan herpes dan cacar air terutama terletak pada virus penyebab, pola ruam, lokasi luka, serta gejala yang menyertainya. Herpes simpleks lebih sering menimbulkan lepuhan berkelompok yang terasa nyeri dan dapat kambuh, sedangkan cacar air biasanya menyebabkan ruam gatal yang menyebar ke berbagai bagian tubuh.

Jika muncul lepuhan, bintil, atau luka yang sulit di bedakan, jangan menunda pemeriksaan dan jangan mengobatinya sendiri berdasarkan perkiraan.

Konsultasikan kondisi Anda ke dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih terarah, diagnosis yang tepat, serta pilihan pengobatan sesuai penyebabnya.

Dengan penanganan yang sesuai, keluhan dapat di kendalikan sekaligus membantu mengurangi risiko komplikasi dan penularan kepada orang lain.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.