12 Penyakit Kelamin Pria yang Wajib Diwaspadai

Ilustrasi Penyakit Kelamin Pria.

Klinik ApolloPenyakit kelamin pria merupakan masalah kesehatan yang masih sering dianggap tabu. Akibatnya, banyak pria menunda pemeriksaan hingga gejalanya semakin parah.

Padahal, diagnosis dan pengobatan sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mencegah penularan kepada pasangan seksual.

Terutamanya berdasarkan pengalaman klinis dalam menangani pasien dengan infeksi menular seksual (IMS), tidak sedikit pria yang awalnya hanya mengalami keluhan ringan, seperti rasa gatal atau keluar cairan dari penis.

Namun, setelah di periksa lebih lanjut, penyebabnya ternyata merupakan infeksi yang membutuhkan penanganan medis segera. Oleh karena itu, mengenali berbagai jenis penyakit kelamin pada pria beserta gejalanya menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Apa Itu Penyakit Kelamin Pria?

Penyakit kelamin pria adalah berbagai penyakit yang menyerang organ reproduksi pria dan umumnya di tularkan melalui hubungan seksual tanpa perlindungan.

Selain itu, beberapa infeksi juga dapat menyebar melalui kontak kulit, penggunaan jarum suntik bersama, maupun penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan atau persalinan pervaginam.

Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 1 juta infeksi menular seksual (IMS) terjadi setiap hari di seluruh dunia.

Terutamanya banyak di antaranya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga penderita sering tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.

12 Penyakit Kelamin Pria yang Wajib Diwaspadai

Berikut 12 penyakit tersebut:

1. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore (kencing nanah) di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Contohnya penyakit ini termasuk salah satu IMS (infeksi menular seksual) yang paling sering di temukan.

Gejala Gonore:

  • Keluar nanah dari penis.
  • Nyeri saat kencing.
  • Penis terasa bengkak.
  • Nyeri pada testis.

Seperti yang sudah dijelaskan apabila tidak segera di obati, gonore (kencing nanah) dapat menyebabkan epididimitis hingga gangguan kesuburan.

2. Klamidia

Klamidia di sebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Dengan pemikiran ini banyak pria tidak mengalami gejala sehingga penyakit ini sering terlambat terdiagnosis.

Gejala:

  • Nyeri saat kencing.
  • Keluar cairan bening dari penis.
  • Nyeri pada buah zakar.
  • Rasa tidak nyaman di uretra.

3. Sifilis (Raja Singa)

Sifilis (raja singa) berkembang melalui beberapa stadium.

Seperti yang sudah dijelaskan pada tahap awal biasanya muncul luka yang tidak terasa nyeri sehingga sering di abaikan.

Gejala:

  • Luka pada penis.
  • Ruam di telapak tangan dan kaki.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Demam.

Jika tidak di obati, sifilis (raja singa) dapat merusak otak, jantung, hingga sistem saraf.

4. Herpes Genital

Terutamanya herpes genital di sebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV).

Gejala:

  • Lepuhan berisi cairan.
  • Luka yang terasa nyeri.
  • Gatal pada area kelamin.
  • Sensasi terbakar saat berkemih.

Seperti yang sudah dijelaskan walaupun virusnya tidak dapat di hilangkan sepenuhnya, terapi dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.

5. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)

HPV (human papilloma virus) merupakan penyebab utama kutil kelamin dan berhubungan dengan beberapa jenis kanker.

Gejala:

  • Kutil di penis.
  • Benjolan kecil menyerupai kembang kol.
  • Sebagian besar tidak bergejala.

Vaksin HPV (human papilloma virus) dapat membantu menurunkan risiko infeksi pada pria.

6. HIV

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Gejala Awal:

  • Demam.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Pembesaran kelenjar getah bening.
  • Ruam.

Terapi antiretroviral (ARV) memungkinkan penderita menjalani hidup sehat apabila pengobatan di mulai sedini mungkin.

7. Trikomoniasis

Penyakit ini di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Gejala:

  • Gatal pada penis.
  • Keluar cairan.
  • Nyeri saat kencing.

Namun, sebagian pria sama sekali tidak mengalami gejala.

8. Kandidiasis Genital

Terutamanya infeksi jamur Candida dapat menyerang pria, terutama yang memiliki diabetes (kencing manis) atau daya tahan tubuh rendah.

Gejala:

  • Penis kemerahan.
  • Gatal.
  • Lapisan berwarna putih.
  • Bau tidak sedap.

9. Ulkus Mole

Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi.

Gejala:

  • Luka terbuka yang nyeri.
  • Pembengkakan selangkangan.
  • Keluar cairan dari luka.

10. Molluscum Contagiosum

Contohnya infeksi virus ini menyebabkan munculnya benjolan kecil berwarna putih mengilap.

Gejala:

  • Benjolan kecil.
  • Tidak nyeri.
  • Dapat menyebar melalui kontak kulit.

11. Limfogranuloma Venereum (LGV)

LGV merupakan infeksi akibat bakteri Chlamydia trachomatis tipe tertentu.

Gejala:

  • Luka kecil.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Nyeri pada selangkangan.

12. Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis yang dapat di picu oleh infeksi jamur, bakteri, atau kebersihan yang kurang baik.

Gejala:

  • Kepala penis berwarna merah.
  • Bengkak.
  • Gatal.
  • Nyeri saat berkemih.

Faktor Risiko Penyakit Kelamin pada Pria

Terutamanya risiko terkena penyakit kelamin meningkat apabila seseorang:

  • Berhubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
  • Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki riwayat IMS (infeksi menular seksual) sebelumnya.
  • Tidak melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Keluar cairan dari penis.
  • Luka atau lepuhan pada alat kelamin.
  • Nyeri saat kencing.
  • Benjolan atau kutil.
  • Pembengkakan testis.
  • Gatal yang tidak kunjung membaik.

Dengan pemikiran ini semakin cepat diagnosis di tegakkan, semakin besar peluang pengobatan berhasil tanpa komplikasi.

Cara Mencegah Penyakit Kelamin Pria

Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.

Seperti yang sudah dijelaskan, beberapa langkah yang dapat di lakukan antara lain:

  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
  • Setia pada 1 pasangan seksual.
  • Melakukan tes IMS (infeksi menular seksual) secara berkala.
  • Mendapatkan vaksin HPV (human papilloma virus) dan Hepatitis B sesuai anjuran dokter ahli.
  • Menjaga kebersihan organ intim.
  • Menghindari hubungan seksual saat terdapat luka atau gejala infeksi.

Pengobatan Penyakit Kelamin Pria

Pengobatan bergantung pada penyebabnya.

  • Antibiotik di gunakan untuk infeksi bakteri seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan klamidia.
  • Antivirus di berikan pada herpes genital dan HIV.
  • Antijamur di gunakan untuk kandidiasis.
  • Tindakan medis dapat di perlukan untuk mengatasi kutil kelamin akibat HPV (human papilloma virus).

Terutamanya karena setiap penyakit memiliki penyebab yang berbeda, penggunaan obat tanpa pemeriksaan dokter ahli tidak di sarankan.

Seperti yang sudah dijelaskan diagnosis yang tepat melalui konsultasi, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium membantu menentukan terapi yang paling efektif.

Kesimpulan

Penyakit kelamin pria dapat menyerang siapa saja yang aktif secara seksual.

Beberapa penyakit bahkan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius maupun penularan kepada pasangan seksual.

Dengan pemikiran ini, apabila Anda mengalami keluhan seperti nyeri saat kencing, keluar cairan dari penis, muncul luka, kutil, atau gatal yang tidak kunjung membaik, jangan menunda pemeriksaan.

Konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh, diagnosis yang akurat, penanganan sesuai penyebab penyakit, menjaga kerahasiaan pasien, serta pendampingan medis hingga proses pemulihan sehingga Anda dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan percaya diri (PD).

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.