Tanda dan Gejala Herpes Genital Serta Penanganannya

Ilustrasi Gejala Herpes Genital.

Klinik Apollo – Herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV). Infeksi ini terutama di sebabkan oleh HSV-2, tetapi HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes pada area genital.

Salah satu hal yang membuat herpes genital sulit di kenali adalah banyak orang tidak mengalami gejala atau hanya mengalami keluhan ringan.

Bahkan, seseorang tetap dapat menularkan virus meskipun tidak melihat luka atau lepuhan pada kulit.

Karena itu, mengenali tanda dan gejala herpes genital penting agar seseorang dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Apa Itu Herpes Genital?

Herpes genital adalah infeksi pada area genital yang di sebabkan oleh HSV.

Virus dapat menginfeksi kulit dan jaringan di sekitar organ genital maupun anus.

WHO memperkirakan sekitar 520 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia mengalami infeksi HSV-2, yang merupakan penyebab utama herpes genital.

Selain itu, sebagian kasus herpes genital di sebabkan oleh HSV-1, terutama melalui kontak oral-genital.

Setelah masuk ke tubuh, HSV dapat menetap dalam tubuh dan kembali aktif pada waktu tertentu.

Obat-obatan antivirus dapat membantu mengendalikan gejala dan mengurangi kekambuhan, tetapi saat ini belum tersedia obat yang dapat menghilangkan virus secara permanen.

Tanda dan Gejala Herpes Genital

Gejala dapat berbeda pada setiap orang.

Bahkan, sebagian orang tidak menyadari dirinya terinfeksi.

Berikut beberapa gejala herpes genital yang perlu di perhatikan.

1. Muncul lepuhan kecil

Salah satu tanda yang khas adalah munculnya kelompok lepuhan kecil berisi cairan di sekitar:

  • Penis atau skrotum.
  • Vulva dan vagina.
  • Bokong.
  • Paha bagian dalam.
  • Area sekitar anus.

Lepuhan tersebut dapat muncul secara berkelompok dan kemudian pecah.

2. Lepuhan berubah menjadi luka

Setelah pecah, lepuhan dapat meninggalkan luka terbuka atau ulkus yang terasa nyeri.

Luka kemudian dapat mengering dan sembuh secara bertahap.

Menurut WHO, luka herpes genital umumnya berupa lepuhan atau luka yang terasa sakit dan dapat muncul kembali pada episode berikutnya.

3. Rasa gatal, kesemutan, atau terbakar

Sebelum luka terlihat, sebagian orang merasakan gatal, kesemutan, panas, atau sensasi terbakar pada area yang nantinya mengalami luka.

Keluhan awal ini di sebut sebagai fase prodromal dan dapat menjadi tanda bahwa episode herpes akan muncul.

4. Nyeri saat kencing

Jika luka herpes berada di sekitar lubang uretra atau area genital yang terkena urine, kencing dapat terasa perih atau nyeri.

Keluhan ini terkadang membuat herpes genital terlihat seperti infeksi saluran kemih (ISK).

Oleh karena itu, pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk membedakan penyebabnya.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

Pada episode pertama, tubuh dapat memberikan respons terhadap infeksi berupa pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area yang terinfeksi.

6. Demam dan tubuh terasa tidak enak

Episode pertama herpes genital dapat menimbulkan gejala sistemik seperti:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pegal atau nyeri tubuh.
  • Lemas.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala sistemik lebih mungkin muncul pada infeksi pertama dan biasanya lebih ringan pada episode berikutnya.

Apakah Herpes Genital Selalu Menimbulkan Luka?

Tidak. Ini merupakan salah satu alasan herpes genital sering tidak di sadari.

Banyak orang tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala yang sangat ringan sehingga di anggap sebagai iritasi kulit, jerawat, atau masalah kulit lainnya.

Selain itu, HSV dapat mengalami pelepasan virus tanpa gejala (asymptomatic viral shedding). Artinya, virus dapat menular meskipun tidak terdapat luka yang terlihat.

Berapa Lama Gejala Herpes Genital Muncul?

Waktu dan tingkat keparahan gejala dapat berbeda-beda.

Pada episode pertama, keluhan dapat berlangsung lebih lama dan lebih berat di bandingkan kekambuhan berikutnya.

Setelah sembuh, virus tetap berada di dalam tubuh dan dapat kembali aktif.

Namun, kekambuhan biasanya lebih singkat dan lebih ringan di bandingkan episode pertama.

Beberapa faktor dapat berkaitan dengan munculnya kekambuhan, termasuk penyakit atau demam, stres, menstruasi, cedera, dan kondisi lain yang memengaruhi tubuh.

Apa Penyebab Herpes Genital?

Herpes genital di sebabkan oleh HSV-1 atau HSV-2.

HSV-2 terutama menyebar melalui kontak seksual dengan area genital atau anal yang terinfeksi.

Sementara itu, HSV-1 yang biasanya menyebabkan herpes oral juga dapat berpindah ke area genital melalui kontak oral-genital.

Virus dapat menular melalui:

  • Hubungan seksual vaginal.
  • Hubungan seksual anal.
  • Kontak kulit dengan area genital yang terinfeksi.
  • Kontak oral-genital.
  • Kontak dengan luka atau lepuhan herpes.

Yang perlu di pahami, penularan tetap dapat terjadi ketika tidak ada luka yang terlihat.

Apakah Herpes Genital Sama dengan Kutil Kelamin?

Tidak.

Herpes genital di sebabkan oleh HSV, sedangkan kutil kelamin umumnya di sebabkan oleh HPV, terutama tipe HPV 6 dan 11.

Herpes lebih sering menimbulkan lepuhan yang kemudian pecah menjadi luka, sedangkan kutil kelamin biasanya berupa pertumbuhan jaringan atau benjolan pada kulit.

Namun, beberapa kondisi kulit genital dapat terlihat mirip.

Karena itu, jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan tampilan luka.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Herpes Genital?

Dokter ahli dapat menilai luka atau lepuhan secara langsung.

Jika terdapat luka, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium dari sampel luka untuk membantu memastikan diagnosis.

CDC merekomendasikan pemeriksaan herpes pada orang yang memiliki gejala genital, sedangkan pemeriksaan darah HSV secara rutin pada orang tanpa gejala tidak direkomendasikan untuk sebagian besar situasi karena terdapat keterbatasan pemeriksaan dan kemungkinan hasil yang salah.

Jadi, apabila muncul lepuhan, luka, atau keluhan genital yang mencurigakan, sebaiknya lakukan pemeriksaan daripada mencoba mendiagnosis sendiri.

Penanganan Herpes Genital

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menghilangkan HSV dari tubuh.

Namun, obat-obatan antivirus dapat mengendalikan gejala, mempercepat perbaikan episode, mengurangi kekambuhan, dan pada kondisi tertentu membantu menurunkan risiko penularan.

Dokter ahli dapat mempertimbangkan obat-obatan antivirus.

Jenis obat-obatan, dosis, dan lama penggunaannya perlu di tentukan dokter ahli berdasarkan apakah pasien mengalami episode pertama, kekambuhan, atau membutuhkan terapi penekan jangka panjang.

Pada episode pertama, CDC merekomendasikan terapi antivirus karena episode awal dapat berlangsung lebih lama dan lebih berat.

1. Terapi saat herpes kambuh

Pada kekambuhan, dokter ahli dapat memberikan terapi episodik untuk membantu memperpendek durasi dan mengurangi gejala.

Terapi episodik paling efektif ketika dimulai sedini mungkin, yaitu saat gejala awal atau segera setelah luka muncul.

2. Terapi supresif

Pada pasien dengan herpes genital yang sering kambuh, dokter ahli dapat mempertimbangkan terapi supresif harian.

Menurut CDC, terapi supresif dapat mengurangi frekuensi kekambuhan sekitar 70 hingga 80% pada pasien yang mengalami kekambuhan sering.

Cara Membantu Mengurangi Risiko Penularan

Jika mengalami herpes genital, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko penularan:

  • Hindari hubungan seksual ketika terdapat lepuhan atau luka.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
  • Diskusikan kondisi tersebut secara terbuka dengan pasangan seksual.
  • Ikuti pengobatan yang di berikan dokter ahli.
  • Pertimbangkan terapi supresif jika dokter ahli menilai di perlukan.

Namun, kondom (pengaman atau pelindung) tidak memberikan perlindungan 100% karena HSV dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup kondom.

Selain itu, virus tetap dapat menular tanpa adanya gejala.

Herpes Genital pada Kehamilan

Wanita yang sedang hamil dan memiliki herpes genital perlu memberi tahu dokter ahli atau tenaga kesehatan yang menangani kehamilannya.

Herpes dapat di tularkan dari ibu kepada bayi terutama saat persalinan pervaginam.

Risiko terhadap bayi paling tinggi apabila ibu mengalami infeksi herpes genital pertama kali pada akhir kehamilan.

Karena itu, wanita hamil dengan gejala atau riwayat herpes genital membutuhkan penilaian medis untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera konsultasikan kepada dokter ahli jika mengalami:

  • Lepuhan atau luka pada area genital.
  • Luka genital yang terasa sangat nyeri.
  • Gatal atau rasa terbakar sebelum muncul luka.
  • Nyeri saat kencing.
  • Luka genital yang berulang (kambuh).
  • Demam di sertai luka pada area genital.
  • Keluhan setelah melakukan hubungan seksual berisiko.
  • Sedang hamil dan memiliki gejala atau riwayat herpes genital.

Jangan memecahkan lepuhan atau mengoleskan obat-obatan secara sembarangan.

Diagnosis yang tepat membantu dokter ahli menentukan apakah keluhan memang di sebabkan HSV atau kondisi lain yang menyerupainya.

Kesimpulan

Gejala herpes genital dapat berupa kesemutan atau rasa terbakar yang di ikuti lepuhan, luka terbuka, gatal, nyeri saat kencing, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga demam terutama pada episode pertama. Namun, herpes juga dapat tidak menimbulkan gejala sehingga pemeriksaan di perlukan untuk memastikan diagnosis.

Herpes genital memang dapat menetap di dalam tubuh, tetapi gejalanya dapat di kendalikan dengan pengobatan antivirus. Penanganan yang tepat juga dapat membantu mengurangi kekambuhan dan, pada kondisi tertentu, menurunkan risiko penularan kepada pasangan seksual.

Jika Anda mengalami lepuhan, luka, gatal, atau nyeri pada area genital, segera konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo.

Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab keluhan secara lebih tepat dan menentukan pilihan pengobatan yang sesuai, sehingga Anda mendapatkan penanganan medis yang lebih terarah serta informasi mengenai cara mengurangi kekambuhan dan risiko penularan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.