Perbedaan Scabies dan Herpes: Kenali Ciri dan Gejalanya

Klinik Apollo – Munculnya gatal, ruam, benjolan, atau luka pada kulit dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama jika keluhan berada di area genital.
2 kondisi yang terkadang di anggap serupa adalah scabies dan herpes. Padahal, keduanya memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda.
Scabies di sebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang menginfeksi lapisan atas kulit, sedangkan herpes di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).
Karena penanganannya juga berbeda, mengenali ciri keduanya penting agar tidak salah menggunakan obat-obatan.
- Apa Itu Scabies?
- Ciri-ciri Scabies
- Apa Itu Herpes?
- Ciri-ciri Herpes Genital
- Scabies dan Herpes di Area Kelamin, Apa Bedanya?
- Apakah Scabies Bisa Menyebabkan Luka Seperti Herpes?
- Apakah Herpes Selalu Menimbulkan Gejala?
- Berapa Lama Gejala Scabies Muncul?
- Apakah Herpes Bisa Sembuh Total?
- Bagaimana Scabies Diobati?
- Bagaimana Herpes Diobati?
- Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Scabies dan Herpes?
- Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Ahli?
- Kesimpulan
Apa Itu Scabies?
Scabies atau kudis merupakan infeksi kulit akibat tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei var. hominis.
Tungau betina dapat membuat terowongan di lapisan atas kulit dan meletakkan telur di dalamnya.
Keluhan yang paling khas adalah gatal yang sangat intens, terutama pada malam hari, di sertai ruam atau benjolan kecil.
Scabies dapat menyerang siapa saja dan lebih mudah menyebar melalui kontak kulit yang dekat dan berlangsung cukup lama.
Pada orang dewasa, scabies juga dapat di peroleh melalui kontak seksual, tetapi scabies tidak hanya merupakan penyakit menular seksual (PMS).
Ciri-ciri Scabies
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Gatal hebat, terutama pada malam hari.
- Benjolan kecil seperti jerawat.
- Garis tipis atau terowongan kecil pada permukaan kulit.
- Ruam kemerahan.
- Luka akibat sering menggaruk.
- Keluhan dapat muncul pada sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, bokong, dan area genital.
Pada pria, luka scabies juga dapat muncul pada penis dan skrotum.
Apa Itu Herpes?
Herpes genital merupakan infeksi yang di sebabkan oleh herpes simplex virus, terutama HSV-2, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes pada area genital.
Menurut WHO, sebagian besar infeksi HSV tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan gejala ringan sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.
Bila muncul gejala, herpes dapat menyebabkan lepuhan atau luka yang terasa nyeri dan dapat kambuh kembali.
Herpes genital terutama menular melalui kontak seksual dan kontak kulit dengan area yang terinfeksi.
Penularan tetap dapat terjadi meskipun tidak terdapat luka yang terlihat.
Ciri-ciri Herpes Genital
Gejala herpes dapat berupa:
- Kesemutan, rasa terbakar, atau gatal sebelum luka muncul.
- Benjolan atau lepuhan kecil berisi cairan.
- Lepuhan pecah dan berubah menjadi luka terbuka.
- Luka terasa nyeri atau perih.
- Luka kemudian dapat mengering dan membentuk keropeng.
- Luka dapat muncul di sekitar penis, vulva, vagina, anus, bokong, atau paha.
- Pada infeksi pertama, sebagian orang dapat mengalami demam, nyeri tubuh, sakit kepala, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Gejala herpes dapat kambuh secara berkala, meskipun episode berikutnya biasanya lebih singkat dan lebih ringan di bandingkan episode pertama.
Scabies dan Herpes di Area Kelamin, Apa Bedanya?
Keduanya dapat menyerang area genital sehingga terkadang sulit di bedakan.
Pada scabies, keluhan biasanya lebih dominan berupa gatal hebat, terutama pada malam hari.
Benjolan kecil dapat muncul pada penis atau area genital, dan seseorang mungkin juga memiliki luka pada bagian tubuh lainnya.
Sementara itu, pada herpes genital, keluhan yang lebih khas adalah lepuhan kecil yang berkelompok, kemudian pecah menjadi luka yang terasa nyeri atau perih.
Sebelum luka muncul, penderita dapat merasakan kesemutan, gatal, atau rasa terbakar pada area tersebut.
Jadi, apabila keluhan utama berupa gatal hebat di malam hari dan terdapat ruam atau benjolan di beberapa area tubuh, scabies dapat menjadi salah satu kemungkinan.
Sebaliknya, lepuhan yang terasa nyeri kemudian berubah menjadi luka lebih sesuai dengan gambaran herpes, meskipun pemeriksaan tetap di perlukan untuk memastikan penyebabnya.
Apakah Scabies Bisa Menyebabkan Luka Seperti Herpes?
Scabies dapat menyebabkan luka akibat garukan berulang (kambuh).
Kulit yang terluka juga dapat mengalami infeksi bakteri sekunder.
Namun, luka akibat garukan pada scabies berbeda dengan lepuhan khas herpes.
Pada herpes, lesi biasanya di mulai sebagai lepuhan atau benjolan yang kemudian pecah dan menjadi ulkus atau luka.
Karena itu, jangan langsung menganggap semua luka pada area genital sebagai herpes.
Apakah Herpes Selalu Menimbulkan Gejala?
Tidak.
WHO menyebutkan bahwa sebagian besar infeksi HSV tidak menimbulkan gejala atau gejalanya sangat ringan.
Seseorang bahkan dapat menularkan virus tanpa mengetahui bahwa dirinya terinfeksi.
Karena itu, tidak adanya luka atau lepuhan tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki HSV.
Apabila terdapat risiko paparan atau gejala yang mencurigakan, dokter ahli dapat menentukan apakah pemeriksaan tambahan di perlukan.
Berapa Lama Gejala Scabies Muncul?
Pada infeksi scabies pertama, gejala dapat membutuhkan waktu beberapa minggu untuk berkembang.
CDC menjelaskan bahwa gejala dapat muncul sekitar 4 hingga 8 minggu setelah infestasi pertama, sementara orang tersebut tetap dapat menularkan tungau sebelum gejalanya muncul.
Jika seseorang pernah mengalami scabies sebelumnya, reaksi dapat muncul lebih cepat karena tubuh sudah tersensitisasi terhadap tungau.
Hal ini menjelaskan mengapa seseorang bisa tertular dari kontak dekat meskipun orang yang menjadi sumber penularan belum mengeluhkan gatal.
Apakah Herpes Bisa Sembuh Total?
Saat ini, belum ada obat-obatan yang menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen.
Namun, obat-obatan antivirus dapat membantu memperpendek durasi dan mengurangi tingkat keparahan gejala.
Terapi tertentu juga dapat di gunakan untuk mengurangi frekuensi kekambuhan dan menurunkan risiko penularan.
Bagaimana Scabies Diobati?
Scabies membutuhkan obat-obatan yang dapat membunuh tungau.
Pengobatan scabies tidak hanya berfokus pada penderita.
Orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak kulit dekat dengan penderita juga dapat memerlukan evaluasi dan pengobatan secara bersamaan untuk mencegah penularan kembali (kambuh).
Selain itu, pakaian, seprai, dan handuk yang di gunakan penderita perlu di tangani dengan tepat.
CDC merekomendasikan mencuci barang-barang tersebut dengan air panas dan mengeringkannya menggunakan panas.
Barang yang tidak dapat di cuci dapat di simpan dalam kantong tertutup selama periode tertentu.
Jangan menggunakan obat-obatan pembasmi serangga atau produk scabies yang tidak terbukti aman untuk manusia.
CDC secara khusus tidak merekomendasikan produk bebas yang belum di setujui untuk mengobati scabies.
Bagaimana Herpes Diobati?
Dokter ahli dapat memberikan obat-obatan antivirus untuk membantu mengendalikan gejala herpes.
Pengobatan episode kambuh paling efektif jika di mulai sedini mungkin setelah gejala muncul.
Selain obat-obatan, penderita herpes genital sebaiknya menghindari aktivitas seksual ketika sedang mengalami gejala atau luka aktif.
Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) dapat mengurangi risiko penularan, tetapi tidak menghilangkannya sepenuhnya karena HSV dapat berada pada area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).
Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Scabies dan Herpes?
Dokter ahli akan melihat bentuk luka, lokasi, pola penyebaran, riwayat keluhan, dan gejala yang menyertai.
Pada scabies, dokter ahli dapat mencari terowongan khas, tungau, telur, atau kotoran tungau.
Pemeriksaan kerokan kulit dengan mikroskop dapat membantu mendukung diagnosis, meskipun tidak selalu di perlukan.
Sementara itu, pada herpes, dokter ahli dapat menilai karakteristik luka. Jika di perlukan, sampel dari luka dapat di gunakan untuk pemeriksaan laboratorium.
Oleh karena itu, pemeriksaan langsung lebih dapat di andalkan daripada mencoba mencocokkan foto di internet dengan kondisi kulit sendiri.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Ahli?
Segera konsultasikan keluhan jika Anda mengalami:
- Gatal hebat yang semakin parah pada malam hari.
- Ruam atau benjolan yang menyebar ke beberapa bagian tubuh.
- Lepuhan berisi cairan di area genital.
- Luka genital yang terasa nyeri atau terbakar.
- Luka atau ruam yang terus muncul kembali (kambuh).
- Keluhan pada pasangan seksual atau anggota keluarga setelah kontak dekat.
- Demam atau pembengkakan kelenjar getah bening bersama luka genital.
- Keluhan tidak membaik setelah pengobatan mandiri.
Khusus jika terdapat luka atau lepuhan di area genital, sebaiknya lakukan pemeriksaan sebelum menggunakan obat-obatan tertentu agar terapi sesuai dengan penyebabnya.
Kesimpulan
Perbedaan scabies dan herpes terutama terlihat dari penyebab serta pola gejalanya. Scabies di sebabkan oleh tungau dan biasanya menimbulkan gatal yang sangat intens, terutama pada malam hari, di sertai ruam atau benjolan kecil.
Sementara itu, herpes di sebabkan oleh HSV dan lebih khas dengan munculnya lepuhan yang dapat pecah menjadi luka terasa nyeri. Namun, beberapa kelainan kulit dapat memiliki tampilan yang mirip. Karena itu, jangan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan bentuk benjolan, ruam, atau luka.
Jika Anda mengalami gatal, ruam, benjolan, lepuhan, atau luka pada area genital dan belum mengetahui penyebabnya, segera konsultasikan ke dokter di Klinik Apollo.
Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat memperoleh diagnosis yang lebih jelas, menentukan pengobatan sesuai penyebab, serta mendapatkan layanan medis profesional dengan menjaga privasi pasien.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta








