Herpes Genital atau Gonore? Ini Beda Gejala dan Penyebabnya

Ilustrasi Herpes Genital atau Gonore.

Klinik Apollo – Herpes genital dan gonore sama-sama termasuk infeksi menular seksual (IMS). Keduanya dapat menular melalui aktivitas seksual dan terkadang tidak menimbulkan gejala.

Karena itu, seseorang bisa saja mengalami infeksi tanpa menyadarinya. Meski demikian, herpes genital dan gonore (kencing nanah) di sebabkan oleh mikroorganisme yang berbeda dan memiliki karakteristik gejala serta pengobatan yang berbeda.

Herpes genital di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), sedangkan gonore (kencing nanah) di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Lantas, bagaimana cara membedakan herpes genital atau gonore (kencing nanah)? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Herpes Genital?

Herpes genital adalah infeksi pada area genital yang di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).

HSV-2 merupakan penyebab utama herpes genital, tetapi HSV-1 juga dapat menyebabkan infeksi pada area genital, misalnya melalui kontak oral-genital.

WHO memperkirakan sekitar 520 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun di dunia mengalami infeksi HSV-2 pada 2020, atau sekitar 13% populasi kelompok usia tersebut.

Ciri-Ciri Herpes Genital

Gejala herpes genital dapat berupa:

  • Muncul lepuhan kecil di area genital atau sekitar anus.
  • Lepuhan dapat pecah dan berubah menjadi luka atau ulkus.
  • Luka biasanya terasa nyeri.
  • Area genital dapat terasa gatal, perih, terbakar, atau kesemutan.
  • Nyeri saat kencing dapat muncul jika luka berada di sekitar saluran urine.
  • Pada infeksi pertama, sebagian orang dapat mengalami demam, nyeri tubuh, sakit kepala, atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Salah satu ciri yang cukup membantu membedakan herpes dari gonore adalah adanya lepuhan atau luka genital yang terasa nyeri.

Namun, tidak semua penderita herpes mengalami gambaran tersebut.

WHO juga menyebutkan bahwa sebagian besar infeksi HSV tidak menimbulkan gejala atau gejalanya sangat ringan sehingga tidak di kenali.

Apa Itu Gonore?

Gonore merupakan IMS (infeksi menular seksual) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Bakteri tersebut dapat menginfeksi saluran genital, rektum, dan tenggorokan.

Penularan terutama terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral.

WHO memperkirakan terdapat sekitar 82,4 juta infeksi baru gonore pada orang dewasa berusia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia pada 2020.

Ciri-Ciri Gonore pada Pria

Pada pria, gonore dapat menyebabkan:

  • Keluar cairan warna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
  • Rasa perih atau terbakar ketika kencing.
  • Ujung penis terasa iritasi.
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis pada sebagian kasus.

Gejala gonore pada pria biasanya lebih mudah di kenali di bandingkan pada wanita, meskipun tidak semua pria mengalami keluhan.

Ciri-Ciri Gonore pada Wanita

Sebagian besar wanita yang mengalami gonore tidak memiliki gejala atau tidak menyadari gejalanya.

Jika muncul, keluhan dapat berupa:

  • Keputihan yang tidak biasa.
  • Perih atau terbakar saat kencing.
  • Perdarahan di antara menstruasi.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Nyeri di bagian bawah perut pada kondisi tertentu.

Karena gejalanya dapat ringan, gonore pada wanita terkadang baru di ketahui setelah melakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual).

Herpes Genital atau Gonore: Bagaimana Membedakan Gejalanya?

Secara sederhana, perhatikan pola keluhannya.

1. Jika muncul lepuhan dan luka yang nyeri

Kondisi tersebut lebih sesuai dengan gambaran herpes genital, meskipun pemeriksaan tetap di perlukan untuk memastikan penyebabnya.

Herpes dapat mengalami episode berulang (kambuh) setelah gejala pertama menghilang.

2. Jika keluar cairan dari penis dan terasa perih saat kencing

Keluhan tersebut dapat di temukan pada gonore, terutama pada pria.

Namun, beberapa IMS (infeksi menular seksual) lain juga dapat menyebabkan keluhan serupa sehingga diagnosis tidak dapat di tentukan hanya berdasarkan gejala.

3. Jika wanita mengalami keputihan abnormal (tidak normal)

Gonore dapat menyebabkan keputihan, tetapi keputihan juga dapat di sebabkan oleh trikomoniasis, bacterial vaginosis (BV), kandidiasis, klamidia, atau kondisi lainnya.

Karena itu, warna atau bau keputihan saja tidak cukup untuk menentukan penyebab.

Apakah Herpes dan Gonore Bisa Terjadi Bersamaan?

Bisa.

Seseorang dapat mengalami lebih dari 1 IMS (infeksi menular seksual) secara bersamaan.

Karena itu, apabila seseorang datang dengan keluhan luka genital, cairan genital yang abnormal (tidak normal), atau riwayat hubungan seksual berisiko, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan untuk beberapa IMS (infeksi menular seksual) sekaligus.

CDC menekankan bahwa diagnosis berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik saja dapat tidak akurat pada kondisi tertentu.

Pemeriksaan laboratorium dapat di perlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

Bagaimana Cara Diagnosis Herpes Genital?

Dokter ahli akan memeriksa kondisi kulit dan luka pada area genital.

Jika terdapat luka atau lepuhan, dokter ahli dapat mengambil sampel dari lesi untuk pemeriksaan virologis, termasuk NAAT atau PCR atau kultur pada kondisi tertentu.

Pada kondisi tertentu, pemeriksaan darah untuk antibodi HSV tipe tertentu juga dapat membantu diagnosis.

Namun, tidak semua orang perlu melakukan tes serologi HSV, sehingga penggunaannya perlu di sesuaikan dengan kondisi klinis.

Jika terdapat luka genital yang penyebabnya belum jelas, dokter ahli juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan untuk IMS (infeksi menular seksual) lain seperti sifilis (raja singa) dan gonore.

Bagaimana Cara Diagnosis Gonore?

Dokter ahli dapat mengambil sampel dari lokasi yang di curigai terinfeksi.

Pemeriksaan NAAT (nucleic acid amplification test) merupakan salah satu metode yang di gunakan untuk mendeteksi N. gonorrhoeae.

Lokasi pengambilan sampel bergantung pada riwayat paparan dan keluhan.

Infeksi dapat terjadi pada genital, rektum, maupun tenggorokan.

Karena itu, seseorang yang memiliki riwayat hubungan seksual oral atau anal sebaiknya menyampaikan informasi tersebut kepada dokter agar lokasi pemeriksaan dapat di tentukan dengan tepat.

Pengobatan Herpes Genital

Herpes genital tidak dapat di hilangkan sepenuhnya dari tubuh, tetapi gejala dan kekambuhan dapat di kendalikan menggunakan obat-obatan antivirus.

Untuk episode pertama herpes genital, CDC merekomendasikan terapi antivirus sistemik.

Pemilihan obat-obatan dan dosis harus di lakukan dokter ahli berdasarkan kondisi pasien.

Obat-obatan antivirus dapat membantu memperpendek durasi dan mengurangi keparahan gejala, tetapi tidak menghilangkan virus yang menetap di dalam tubuh.

Pengobatan Gonore

Berbeda dengan herpes, gonore merupakan infeksi bakteri yang dapat di sembuhkan dengan antibiotik yang tepat.

Namun, meningkatnya resistensi antibiotik terhadap N. gonorrhoeae menjadi perhatian kesehatan global.

Karena itu, pengobatan gonore sebaiknya berdasarkan diagnosis dan rekomendasi dokter ahli.

Jangan membeli antibiotik sendiri atau menghentikan obat-obatan sebelum waktunya.

CDC memiliki pedoman terapi gonore yang menjadi acuan klinis untuk menentukan pengobatan sesuai kondisi pasien.

Apakah Herpes dan Gonore Bisa Menular Tanpa Gejala?

Ya.

Herpes dapat di tularkan meskipun seseorang tidak menyadari dirinya terinfeksi.

HSV dapat menyebar melalui kontak dengan kulit atau area genital yang tampak normal.

Gonore juga sering tidak menimbulkan gejala, terutama pada wanita.

WHO menyebutkan bahwa sebagian besar wanita dengan gonore tidak mengalami gejala yang jelas.

Inilah salah satu alasan mengapa seseorang tidak sebaiknya menilai status IMS (infeksi menular seksual) pasangan seksual hanya berdasarkan apakah pasangan terlihat sehat atau tidak.

Apa Bahaya Jika Tidak Diobati?

Baik herpes genital maupun gonore perlu mendapatkan perhatian medis.

Pada herpes, infeksi HSV-2 dapat meningkatkan risiko memperoleh dan menularkan HIV.

Pada ibu hamil, herpes genital juga memerlukan perhatian khusus karena terdapat risiko penularan kepada bayi.

Sementara itu, gonore yang tidak di tangani dapat menyebabkan komplikasi kesehatan reproduksi, termasuk infertilitas (kemandulan) pada pria maupun wanita, serta komplikasi selama kehamilan.

Infeksi gonore juga meningkatkan risiko HIV.

Karena itu, jangan menunggu keluhan menjadi berat sebelum melakukan pemeriksaan.

Bagaimana Mencegah Herpes Genital dan Gonore?

Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko penularan IMS (infeksi menular seksual):

  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten.
  • Hindari hubungan seksual ketika terdapat luka atau gejala IMS (infeksi menular seksual).
  • Lakukan pemeriksaan jika pasangan memiliki IMS (infeksi menular seksual) atau terdapat riwayat hubungan seksual berisiko.
  • Jangan menggunakan obat-obatan antibiotik atau antivirus tanpa pemeriksaan dokter ahli.
  • Jika terdiagnosis IMS (infeksi menular seksual), ikuti anjuran dokter ahli mengenai pengobatan dan pemeriksaan pasangan seksual.
  • Sampaikan kepada dokter ahli jika terdapat paparan seksual melalui vagina, anus, atau oral.

Perlu di ingat, kondom (pengaman atau pelindung) mengurangi risiko, tetapi tidak memberikan perlindungan 100% terhadap herpes karena HSV dapat menular melalui area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

Kapan Harus Periksa ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:

  • Lepuhan atau luka nyeri di area genital.
  • Benjolan atau luka yang muncul setelah kontak seksual.
  • Cairan keluar dari penis.
  • Keputihan yang berubah dan tidak biasa.
  • Perih saat kencing.
  • Nyeri atau pembengkakan testis.
  • Perdarahan vagina di luar menstruasi.
  • Keluhan genital setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).
  • Pasangan seksual di ketahui mengalami IMS (infeksi menular seksual).

Jangan mencoba menentukan apakah keluhan merupakan herpes genital atau gonore hanya berdasarkan bentuk gejalanya.

Pemeriksaan medis dan tes laboratorium dapat membantu memastikan penyebabnya.

Kesimpulan

Herpes genital atau gonore memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. Herpes genital di sebabkan oleh HSV dan lebih sering di tandai dengan lepuhan atau luka yang nyeri, sedangkan gonore di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat menyebabkan cairan abnormal (tidak normal) serta rasa perih ketika kencing.

Keduanya juga dapat terjadi tanpa gejala. Karena beberapa gejalanya dapat menyerupai IMS (infeksi menular seksual) lain, pemeriksaan dokter ahli tetap di perlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat.

Jika Anda mengalami luka, lepuhan, keputihan atau cairan genital yang tidak normal (abnormal), maupun nyeri saat kencing, segera konsultasikan ke dokter ahli di Klinik Apollo.

Pemeriksaan membantu mengetahui penyebab keluhan, menentukan terapi yang sesuai, serta mendapatkan layanan medis dengan privasi yang terjaga sehingga Anda dapat menangani infeksi lebih terarah.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.