Waspada! Risiko Herpes Genital Setelah Berhubungan

Ilustrasi Herpes Genital Setelah Berhubungan.

Klinik Apollo – Herpes genital setelah berhubungan seksual menjadi salah satu kondisi yang sering menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika muncul lepuhan, luka, rasa terbakar, atau gatal di area genital.

Herpes genital di sebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV), terutama HSV-2, tetapi HSV-1 juga dapat menyebabkan infeksi pada area genital.

Virus ini dapat menular melalui kontak kulit dengan kulit saat hubungan seksual, termasuk seks vaginal, anal, maupun oral. Yang perlu di perhatikan, penularan dapat terjadi meskipun pasangan tidak memiliki luka atau gejala yang terlihat.

Karena itu, munculnya keluhan setelah berhubungan tidak selalu berarti seseorang pasti tertular herpes. Pemeriksaan di perlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Apa Itu Herpes Genital?

Herpes genital merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh HSV.

Setelah masuk ke tubuh, virus dapat menetap di dalam sel saraf dan kemudian kembali aktif sehingga menyebabkan episode kekambuhan (rekurensi).

WHO memperkirakan sekitar 520 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun di dunia mengalami infeksi HSV-2, berdasarkan estimasi tahun 2020.

Sebagian besar infeksi HSV tidak menimbulkan gejala atau tidak di kenali sehingga seseorang dapat tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.

Selain HSV-2, HSV-1 yang biasanya menyebabkan herpes oral juga dapat menyebabkan herpes genital, misalnya melalui kontak oral-genital.

Apakah Herpes Genital Bisa Menular Setelah Berhubungan?

Ya.

Herpes dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau area genital yang terinfeksi.

Penularan dapat terjadi ketika terdapat:

  • Lepuhan atau luka aktif.
  • Cairan dari luka.
  • Kulit genital yang sedang mengalami pelepasan virus.
  • Kontak dengan area yang tampak normal tetapi sedang mengalami asymptomatic viral shedding.

Dengan demikian, tidak adanya luka bukan berarti risiko penularan menjadi 0.

WHO menjelaskan bahwa HSV-2 dapat di tularkan ketika kulit terlihat normal dan ketika penderita tidak merasakan gejala.

Herpes Genital Setelah Berhubungan, Kapan Gejalanya Muncul?

Waktu munculnya gejala dapat berbeda-beda.

Pada sebagian orang, gejala pertama dapat muncul dalam beberapa hari setelah terinfeksi.

Namun, herpes juga dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama.

NHS menjelaskan bahwa gejala dapat muncul berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun setelah seseorang terinfeksi.

Karena itu, apabila seseorang mengalami luka genital beberapa hari atau minggu setelah berhubungan, waktu munculnya gejala saja tidak dapat di gunakan untuk memastikan kapan infeksi terjadi atau dari siapa virus di peroleh.

Hal ini penting karena herpes dapat berada dalam tubuh tanpa gejala.

Ciri-Ciri Herpes Genital Setelah Berhubungan

Gejala herpes genital dapat berbeda pada setiap orang.

Beberapa tanda yang perlu di perhatikan antara lain:

1. Lepuhan Kecil di Area Genital

Salah satu tanda yang cukup khas adalah munculnya kelompok lepuhan kecil berisi cairan di sekitar:

  • Penis.
  • Vagina atau vulva.
  • Bibir vagina.
  • Skrotum.
  • Selangkangan.
  • Bokong.
  • Sekitar anus.

Lepuhan tersebut dapat pecah dan berubah menjadi luka terbuka yang terasa nyeri.

2. Rasa Gatal, Terbakar, atau Kesemutan

Sebelum luka terlihat, sebagian orang mengalami sensasi gatal, terbakar, kesemutan, atau rasa tidak nyaman pada area tempat luka kemudian muncul.

3. Nyeri Saat Kencing

Luka yang berada di sekitar lubang vagina atau penis dapat membuat kencing terasa perih atau menyakitkan.

4. Luka Terbuka

Lepuhan dapat pecah kemudian meninggalkan luka atau ulkus yang terasa nyeri.

5. Gejala Seperti Flu

Pada episode pertama, sebagian orang dapat mengalami:

  • Demam.
  • Nyeri tubuh.
  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Namun, tidak semua penderita mengalami gejala tersebut.

Apakah Benjolan Setelah Berhubungan Pasti Herpes?

Tidak.

Benjolan, luka, atau rasa gatal pada area genital dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi.

Misalnya, iritasi akibat gesekan, folikulitis, kutil kelamin, infeksi jamur, atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Oleh sebab itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap benjolan setelah berhubungan merupakan herpes.

Diagnosis yang tepat tetap membutuhkan pemeriksaan dokter ahli.

Bagaimana Herpes Genital Didiagnosis?

Jika terdapat lepuhan atau luka yang masih terlihat, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan langsung dan mengambil sampel dari luka menggunakan swab untuk pemeriksaan laboratorium.

NHS menjelaskan bahwa pemeriksaan swab di lakukan dari lepuhan atau luka yang terlihat dan tidak dapat di lakukan dengan cara yang sama jika tidak terdapat luka.

Dokter ahli juga akan mempertimbangkan:

  • Bentuk luka.
  • Lokasi luka.
  • Riwayat keluhan.
  • Riwayat hubungan seksual.
  • Riwayat herpes sebelumnya.
  • Hasil pemeriksaan laboratorium jika di perlukan.

Karena gejala herpes dapat menyerupai kondisi lain, pemeriksaan membantu menentukan penanganan yang tepat.

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh?

Sampai saat ini, belum ada obat-obatan yang menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen.

Namun, herpes genital dapat di tangani dengan obat antivirus untuk membantu memperpendek dan mengurangi keparahan episode.

Dokter ahli dapat mempertimbangkan obat-obatan antivirus.

Jenis obat-obatan dan dosisnya perlu di sesuaikan dengan kondisi pasien.

WHO menyebutkan bahwa terapi untuk episode berulang (kambuh) paling efektif apabila di mulai sedini mungkin setelah gejala muncul.

Apakah Herpes Genital Bisa Kambuh?

Bisa.

Setelah seseorang terinfeksi, HSV dapat tetap berada di dalam tubuh dan kembali aktif (kambuh) pada waktu tertentu.

Kekambuhan umumnya lebih singkat dan lebih ringan di bandingkan episode pertama.

Beberapa kondisi dapat memicu kekambuhan pada sebagian orang, termasuk penyakit atau demam, menstruasi, cedera, stres, dan kondisi tertentu lainnya.

Untuk pasien dengan herpes yang sering kambuh, dokter dapat mempertimbangkan terapi antivirus supresif.

CDC melaporkan bahwa terapi supresif dapat mengurangi frekuensi kekambuhan sekitar 70 hingga 80% pada pasien yang mengalami kekambuhan berulang (kambuh).

Apakah Kondom Bisa Mencegah Herpes Genital?

Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar dapat menurunkan risiko penularan, tetapi tidak memberikan perlindungan 100%.

Hal ini terjadi karena HSV dapat berada pada kulit genital atau area lain yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

Risiko penularan juga dapat di kurangi dengan:

  • Menghindari hubungan seksual ketika terdapat lepuhan atau luka.
  • Menghindari hubungan seksual ketika muncul rasa gatal atau kesemutan yang biasanya menjadi tanda awal kekambuhan.
  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
  • Mendiskusikan kondisi herpes dengan pasangan seksual.
  • Mengikuti pengobatan antivirus sesuai anjuran dokter ahli.

Apakah Herpes Bisa Menular Walaupun Tidak Ada Luka?

Ya.

Inilah salah satu alasan herpes dapat menyebar tanpa di sadari.

Virus dapat keluar dari permukaan kulit meskipun penderita tidak melihat lepuhan atau luka.

Kondisi ini di sebut asymptomatic viral shedding.

Karena itu, seseorang yang terlihat sehat secara fisik tetap dapat menularkan HSV.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Muncul Luka Setelah Berhubungan?

Jika muncul lepuhan, luka, atau rasa terbakar setelah berhubungan seksual, sebaiknya:

  • Jangan memecahkan atau menggaruk lepuhan.
  • Hindari hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral sampai luka di periksa dan membaik.
  • Jangan mengoleskan obat-obatan sembarangan.
  • Segera periksakan diri ke dokter ahli, terutama jika ini merupakan pertama kalinya keluhan muncul.
  • Jika dokter ahli mencurigai IMS (infeksi menular seksual), tanyakan apakah di perlukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) lainnya.

WHO menyarankan orang dengan gejala herpes genital menghindari aktivitas seksual selama mengalami gejala karena risiko penularan meningkat ketika terdapat luka aktif.

Herpes Genital dan Kehamilan

Herpes genital perlu mendapat perhatian khusus selama kehamilan.

HSV dapat di tularkan dari ibu kepada bayi terutama ketika terjadi paparan virus saat persalinan pervaginam.

Risiko terhadap bayi paling tinggi ketika ibu mengalami infeksi herpes genital pertama kali pada akhir kehamilan.

Karena itu, ibu hamil yang memiliki gejala herpes atau memiliki riwayat herpes genital sebaiknya memberi tahu dokter ahli atau tenaga kesehatan yang menangani kehamilannya.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan jika setelah berhubungan Anda mengalami:

  • Lepuhan pada area genital.
  • Luka terbuka yang terasa nyeri.
  • Rasa terbakar atau kesemutan.
  • Gatal pada area genital.
  • Nyeri saat kencing.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Demam atau nyeri tubuh.
  • Keputihan atau cairan genital yang tidak biasa.
  • Keluhan yang berulang (kambuh).

Pemeriksaan menjadi semakin penting jika hubungan seksual di lakukan tanpa kondom (pengaman atau pelindung) atau dengan pasangan seksual yang status IMS (infeksi menular seksual) nya tidak di ketahui.

Perlu di ingat, munculnya gejala setelah berhubungan intim tidak otomatis membuktikan bahwa herpes berasal dari hubungan seksual yang baru di lakukan. Gejala dapat muncul lama setelah infeksi terjadi.

Pengobatan Herpes Genital di Klinik Apollo

Herpes genital membutuhkan diagnosis yang tepat karena beberapa penyakit lain dapat menimbulkan luka atau benjolan yang menyerupai herpes.

Di Klinik Apollo, pasien dapat melakukan konsultasi mengenai keluhan pada area genital dan mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga medis.

Setelah mengevaluasi gejala dan kondisi luka, dokter ahli dapat menentukan apakah di perlukan pemeriksaan penunjang serta memberikan pilihan penanganan yang sesuai.

Dengan pemeriksaan yang tepat, pasien dapat memperoleh informasi mengenai kemungkinan penyebab keluhan, pilihan terapi antivirus bila di perlukan, cara mengurangi gejala, serta langkah untuk membantu mencegah penularan dan kekambuhan.

Kesimpulan

Herpes genital setelah berhubungan dapat terjadi karena HSV dapat menular melalui kontak kulit dengan kulit, bahkan ketika tidak terdapat luka yang terlihat.

Gejalanya dapat berupa lepuhan, luka terbuka, rasa terbakar, gatal, kesemutan, serta nyeri saat kencing. Namun, keluhan tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis tanpa pemeriksaan.

Herpes genital memang belum dapat di hilangkan secara permanen dari tubuh, tetapi pengobatan antivirus dapat membantu mengendalikan gejala dan kekambuhan.

Jika Anda mengalami lepuhan, luka, gatal, rasa terbakar, atau keluhan lain setelah berhubungan intim, segera konsultasikan ke Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat, mengetahui penyebab keluhan, serta memperoleh penanganan medis yang sesuai sehingga kesehatan dan kenyamanan area genital dapat lebih terjaga.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.