Mengenal Virus Penyebab Herpes Genital dan Penularannya

Ilustrasi Penyebab Herpes Genital.

Klinik Apollo – Herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).

Kondisi ini dapat menimbulkan lepuhan atau luka yang terasa nyeri di sekitar organ genital dan anus.

Namun, banyak orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan sehingga tidak menyadari dirinya membawa virus.

Karena itu, memahami penyebab herpes genital dan cara penularannya penting agar seseorang dapat mengenali gejala lebih awal, mengurangi risiko penularan, dan mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

Apa Penyebab Herpes Genital?

Penyebab herpes genital adalah herpes simplex virus (HSV).

Terdapat 2 tipe utama, yaitu:

  • HSV-1, yang lebih sering menyebabkan herpes pada area mulut, tetapi juga dapat menyebabkan herpes genital, terutama melalui kontak oral-genital.
  • HSV-2, yang merupakan penyebab utama herpes genital dan lebih sering menimbulkan kekambuhan di bandingkan herpes genital akibat HSV-1.

Jadi, herpes genital tidak selalu di sebabkan oleh HSV-2.

HSV-1 juga dapat menginfeksi area genital.

Seberapa Umum Infeksi Herpes Genital?

Herpes merupakan infeksi yang sangat umum di seluruh dunia.

Menurut estimasi WHO berdasarkan data tahun 2020, sekitar 520 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun atau 13% dari populasi dunia pada kelompok usia tersebut mengalami infeksi HSV-2.

WHO juga memperkirakan sekitar 205 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun mengalami setidaknya 1 episode herpes genital yang bergejala pada tahun 2020.

Sementara itu, HSV-1 menginfeksi sekitar 3,8 miliar orang berusia di bawah 50 tahun, dan sebagian infeksi tersebut terjadi pada area genital.

Angka tersebut menunjukkan bahwa herpes simplex merupakan infeksi yang luas, sehingga edukasi dan pemeriksaan yang tepat tetap penting.

Bagaimana Herpes Genital Menular?

Berikut penjelasannya:

1. Melalui hubungan seksual

HSV-2 terutama menular melalui kontak seksual dengan area genital atau anus, termasuk kontak dengan kulit, luka, atau cairan dari orang yang terinfeksi.

Penularan dapat terjadi melalui seks vaginal maupun anal.

2. Melalui seks oral

HSV-1 yang menyebabkan herpes pada mulut dapat berpindah ke area genital melalui kontak oral-genital.

Artinya, seseorang yang memiliki herpes oral dapat menularkan HSV-1 ke area genital pasangan seksualnya melalui aktivitas seksual oral.

3. Tetap dapat menular meskipun tidak ada luka

Ini merupakan salah satu hal penting mengenai herpes genital.

Virus dapat keluar dari permukaan kulit atau mukosa meskipun tidak terlihat lepuhan, luka, atau gejala lainnya.

Kondisi ini di kenal sebagai asymptomatic viral shedding atau pelepasan virus tanpa gejala.

CDC menyebutkan bahwa banyak kasus herpes genital di tularkan oleh orang yang tidak menyadari dirinya terinfeksi atau sedang tidak mengalami gejala.

4. Penularan dari ibu ke bayi

Herpes juga dapat di tularkan dari ibu kepada bayi, terutama ketika bayi terpapar HSV saat proses persalinan pervaginam.

WHO menyebutkan bahwa herpes neonatal memang jarang, tetapi dapat menjadi kondisi serius.

Risiko paling tinggi terjadi ketika ibu mengalami infeksi HSV pertama kali pada akhir kehamilan.

Ibu hamil yang mengalami gejala herpes genital atau memiliki riwayat herpes sebaiknya menyampaikan kondisi tersebut kepada dokter atau tenaga kesehatan yang menangani kehamilannya.

Apakah Herpes Genital Bisa Menular Tanpa Hubungan Seksual?

Penularan herpes genital paling sering berkaitan dengan kontak seksual atau kontak kulit langsung dengan area yang terinfeksi.

HSV-1 dapat berpindah dari area mulut ke genital melalui kontak oral-genital.

Sementara itu, HSV-2 terutama menyebar melalui kontak seksual.

Karena itu, herpes genital tidak tepat dianggap sebagai infeksi yang hanya dapat muncul setelah penetrasi seksual.

Ciri-Ciri Herpes Genital

Tidak semua orang mengalami gejala.

Ketika gejala muncul, beberapa tanda yang dapat terjadi antara lain:

  • Kesemutan, gatal, atau rasa terbakar pada area genital.
  • Benjolan kecil atau lepuhan.
  • Lepuhan yang pecah menjadi luka atau ulkus.
  • Luka yang terasa nyeri.
  • Nyeri saat kencing.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Demam dan nyeri tubuh, terutama pada episode pertama.

Luka herpes dapat muncul di sekitar penis, vulva, vagina, anus, bokong, atau area genital lainnya.

Penting: Tidak semua benjolan atau luka di area genital merupakan herpes. Kutil kelamin, sifilis, iritasi kulit, folikulitis, dan kondisi lainnya dapat memiliki tampilan yang berbeda tetapi terkadang membingungkan. Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk membantu memastikan penyebabnya.

Apakah Herpes Genital Bisa Kambuh?

Ya.

Setelah seseorang terinfeksi, HSV dapat tetap berada di dalam tubuh dan menjadi tidak aktif untuk sementara waktu.

Virus kemudian dapat kembali aktif sehingga menyebabkan episode atau kekambuhan herpes.

Kekambuhan herpes genital akibat HSV-2 umumnya lebih sering di bandingkan herpes genital akibat HSV-1.

Namun, frekuensi kekambuhan setiap orang dapat berbeda.

Beberapa faktor dapat memicu kekambuhan pada sebagian orang, seperti penyakit atau demam, stres, menstruasi, cedera, dan faktor lainnya.

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh Total?

Saat ini belum ada obat-obatan yang menghilangkan HSV dari tubuh secara permanen.

Namun, herpes genital dapat di tangani.

Dokter ahli dapat meresepkan obat-obatan antivirus sesuai kondisi pasien.

Obat-obatan tersebut dapat membantu memperpendek durasi dan mengurangi keparahan gejala.

Terapi tertentu juga dapat di gunakan untuk mengurangi frekuensi kekambuhan dan menurunkan risiko penularan kepada pasangan seksual.

Karena itu, tujuan pengobatan bukan sekadar menghilangkan luka yang terlihat, tetapi juga membantu mengendalikan gejala dan mengurangi dampak infeksi.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Penularan Herpes?

Beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko penularan antara lain:

1. Hindari hubungan seksual ketika terdapat gejala

Ketika muncul lepuhan, luka, atau gejala herpes, sebaiknya hindari aktivitas seksual sampai mendapatkan arahan medis yang sesuai.

Risiko penularan lebih tinggi ketika terdapat luka aktif.

2. Gunakan kondom secara konsisten

Kondom (pengaman atau pelindung) dapat membantu mengurangi risiko penularan herpes, tetapi tidak memberikan perlindungan 100% karena HSV dapat berada pada area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

3. Komunikasikan kondisi dengan pasangan seksual

Jika seseorang mengetahui dirinya mengalami herpes genital, membicarakan kondisi tersebut dengan pasangan seksual dapat membantu keduanya mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat.

4. Konsultasikan pilihan terapi antivirus

Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat mempertimbangkan terapi antivirus supresif.

WHO menyebutkan bahwa terapi harian dapat membantu mengurangi kekambuhan pada orang yang sering mengalami episode dan dapat membantu menurunkan risiko penularan.

Apakah Herpes Genital Berbahaya?

Pada banyak orang, herpes genital menyebabkan gejala yang dapat di kendalikan dengan pengobatan.

Namun, infeksi ini tetap perlu mendapatkan perhatian.

WHO menyebutkan bahwa infeksi HSV-2 meningkatkan risiko seseorang memperoleh atau menularkan HIV sekitar 3x lipat.

Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, herpes juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat.

Selain itu, herpes genital selama kehamilan membutuhkan perhatian khusus karena terdapat risiko penularan kepada bayi saat persalinan pervaginam.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Ahli?

Sebaiknya lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Lepuhan atau luka baru di area genital.
  • Luka genital yang terasa nyeri.
  • Gatal atau rasa terbakar sebelum muncul luka.
  • Nyeri saat kencing.
  • Luka genital yang berulang (kambuh).
  • Keluhan setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan seksual yang di ketahui memiliki herpes.
  • Gejala herpes saat sedang hamil.

Diagnosis herpes genital terkadang tidak mudah di lakukan hanya berdasarkan tampilan luka.

CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan klinis saja dapat memiliki keterbatasan karena luka khas herpes tidak selalu terlihat ketika pasien datang untuk diperiksa.

Dokter ahli dapat menentukan apakah pemeriksaan tambahan di perlukan berdasarkan gejala dan kondisi pasien.

Kesimpulan

Penyebab herpes genital adalah infeksi herpes simplex virus (HSV), terutama HSV-2, tetapi HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes pada area genital. Penularan terutama terjadi melalui kontak kulit atau kontak seksual dengan area yang terinfeksi.

Yang perlu di perhatikan, virus tetap dapat menular meskipun tidak terdapat luka atau gejala yang terlihat. Meskipun HSV belum dapat di hilangkan sepenuhnya dari tubuh, pengobatan antivirus dapat membantu mengendalikan gejala, mempercepat pemulihan episode, mengurangi kekambuhan pada kondisi tertentu, dan membantu menurunkan risiko penularan.

Jika Anda mengalami lepuhan, luka, rasa terbakar, atau keluhan yang mengarah pada herpes genital, segera konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo.

Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui kemungkinan penyebab keluhan, mendapatkan penanganan medis yang sesuai, memperoleh edukasi mengenai pencegahan penularan, serta mendapatkan layanan yang mengutamakan privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.