Perbedaan Herpes dan Sariawan, Apa Saja Cirinya?

Klinik Apollo – Luka atau rasa perih di sekitar mulut sering membuat seseorang bertanya-tanya, “Ini sariawan atau herpes?” Keduanya memang dapat menimbulkan rasa sakit dan luka, tetapi penyebab, lokasi, bentuk, serta cara penularannya berbeda.
Sariawan umumnya berupa luka pada jaringan lunak di dalam mulut dan bukan di sebabkan oleh virus herpes.
Sementara itu, herpes oral di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), paling sering HSV-1, dan biasanya menimbulkan lepuhan berisi cairan di bibir atau sekitar mulut.
Memahami perbedaan herpes dan sariawan penting agar Anda tidak salah mengira kondisi dan memilih penanganan yang tidak sesuai.
- Apa Perbedaan Herpes dan Sariawan?
- Apakah Herpes dan Sariawan Harus Diobati?
- Kapan Luka di Mulut Harus Diperiksa?
- Cara Mencegah Penularan Herpes
- Bagaimana Memastikan Ini Herpes atau Sariawan?
- Perbedaan Herpes dan Sariawan yang Perlu Diingat
- Konsultasi Herpes dan Keluhan Luka di Area Mulut di Klinik Apollo
Apa Perbedaan Herpes dan Sariawan?
Secara sederhana, perbedaan utamanya dapat di lihat dari penyebab dan lokasi munculnya luka.
Namun, tampilan luka saja tidak selalu cukup untuk memastikan diagnosis.
Dokter ahli dapat mempertimbangkan riwayat keluhan, lokasi luka, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang jika di perlukan.
1. Herpes Oral Disebabkan oleh HSV
Herpes oral merupakan infeksi yang di sebabkan oleh herpes simplex virus (HSV).
HSV-1 paling sering menyebabkan herpes di sekitar mulut, meskipun HSV-2 juga dapat menginfeksi area tersebut.
Setelah seseorang terinfeksi, virus dapat tetap berada di dalam tubuh dan kembali aktif (kambuh) pada waktu tertentu.
Kekambuhan dapat di picu oleh beberapa faktor, seperti stres, kelelahan, demam, perubahan hormonal, paparan sinar matahari, atau perubahan kondisi sistem imun.
Karena itu, seseorang yang pernah mengalami herpes oral dapat mengalami lepuhan atau luka yang muncul kembali, terkadang di lokasi yang hampir sama.
Ciri-Ciri Herpes di Mulut.
Beberapa ciri herpes oral yang dapat di perhatikan antara lain:
- Di awali rasa gatal, kesemutan, atau terbakar.
- Muncul lepuhan kecil berisi cairan.
- Beberapa lepuhan dapat berkumpul menjadi satu kelompok.
- Lepuhan dapat pecah dan meninggalkan luka.
- Pada herpes di sekitar bibir, luka dapat membentuk keropeng.
- Episode pertama terkadang di sertai demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Cold sore umumnya sembuh dalam sekitar 2 hingga 3 minggu tanpa meninggalkan bekas luka.
2. Sariawan Bukan Disebabkan Virus Herpes
Sariawan atau aphthous ulcer merupakan luka kecil pada jaringan lunak di dalam mulut.
Berbeda dengan herpes, sariawan tidak di sebabkan oleh virus herpes dan tidak menular.
Penyebab pastinya tidak selalu di ketahui, tetapi beberapa faktor dapat berperan, termasuk cedera ringan pada mulut dan faktor tertentu lainnya.
Sariawan biasanya berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan dan tepi kemerahan.
Luka dapat terasa sangat nyeri, terutama ketika makan, berbicara, atau menyikat gigi.
Sebagian besar sariawan sembuh sendiri dalam waktu 1 hingga 2 minggu.
3. Lokasi Luka Menjadi Salah Satu Petunjuk Penting
Salah satu cara membedakan herpes dan sariawan adalah memperhatikan lokasi munculnya luka.
a. Cold sore lebih sering muncul:
- Di bibir.
- Di sekitar bibir.
- Di sekitar mulut.
- Pada kondisi tertentu, dapat muncul di area mulut lainnya.
b. Sariawan biasanya muncul di dalam mulut, misalnya:
- Bagian dalam pipi.
- Bagian dalam bibir.
- Di bawah atau di atas lidah.
- Pangkal gusi.
- Langit-langit lunak.
Jadi, luka di dalam mulut tidak otomatis berarti herpes.
Bahkan, sariawan jauh lebih sesuai dengan gambaran luka pada jaringan mukosa bagian dalam mulut.
4. Perhatikan Bentuk Lukanya
Bentuk luka juga dapat membantu memberikan petunjuk.
Herpes oral biasanya di mulai dengan kelompok lepuhan kecil berisi cairan.
Setelah pecah, lepuhan tersebut dapat berubah menjadi luka dangkal dan kemudian berkeropeng, terutama jika berada di sekitar bibir.
Sementara itu, sariawan biasanya langsung terlihat sebagai luka terbuka dengan bagian tengah putih atau kekuningan dan batas kemerahan.
Sariawan tidak di awali dengan kelompok lepuhan berisi cairan seperti cold sore pada umumnya.
5. Apakah Herpes dan Sariawan Sama-Sama Sakit?
Ya.
Keduanya dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga rasa nyeri saja tidak cukup untuk membedakannya.
Sariawan dapat terasa sangat perih ketika terkena makanan, minuman, atau sikat gigi.
Herpes juga dapat menyebabkan nyeri atau rasa terbakar, terutama ketika lepuhan pecah menjadi luka.
Karena itu, jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan tingkat rasa sakit.
6. Apakah Sariawan Bisa Menjadi Herpes?
Tidak.
Sariawan dan herpes merupakan 2 kondisi yang berbeda.
Sariawan tidak berubah menjadi herpes karena keduanya memiliki penyebab yang berbeda.
Bahkan istilah “herpetiform sariawan” terkadang membingungkan.
Jenis sariawan ini dapat muncul dalam kelompok luka kecil, tetapi namanya tidak berarti luka tersebut di sebabkan oleh virus herpes.
7. Apakah Herpes di Mulut Bisa Menular?
Ya.
Herpes oral dapat menular melalui kontak dekat dengan luka atau melalui kontak dengan area yang mengandung virus.
Penularan dapat terjadi melalui ciuman dan kontak seksual, termasuk seks oral.
Virus juga dapat menular ketika seseorang tidak sedang menunjukkan lepuhan.
Karena itu, ketika sedang mengalami cold sore atau lepuhan herpes aktif, sebaiknya hindari mencium atau melakukan kontak seksual oral sampai kondisi membaik dan ikuti anjuran tenaga medis.
Sebaliknya, sariawan biasa tidak menular kepada orang lain.
8. Apakah Herpes di Mulut Berhubungan dengan Herpes Kelamin?
HSV-1 maupun HSV-2 dapat menginfeksi area mulut maupun genital.
HSV-1 yang menyebabkan herpes oral juga dapat berpindah ke area genital melalui aktivitas seksual oral.
Karena itu, jangan menganggap herpes di mulut hanya sebagai masalah kulit biasa, terutama jika luka muncul setelah adanya kemungkinan paparan seksual.
Jika Anda juga mengalami luka atau lepuhan di area genital, baca informasi mengenai ciri-ciri herpes genital untuk memahami gejala yang perlu di perhatikan.
9. Berapa Lama Herpes dan Sariawan Sembuh?
Durasi penyembuhan dapat berbeda pada setiap orang.
Sariawan: sebagian besar sembuh dalam 1 hingga 2 minggu.
Cold sore: umumnya membutuhkan sekitar 2 hingga 3 minggu untuk sembuh.
Jika luka tidak kunjung membaik, justru semakin besar, sering kambuh, atau menyebabkan kesulitan makan dan minum, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.
Apakah Herpes dan Sariawan Harus Diobati?
Tidak semua luka di mulut membutuhkan obat-obatan khusus.
Sariawan ringan umumnya dapat sembuh sendiri.
Sementara itu, herpes oral juga dapat membaik tanpa pengobatan, tetapi dokter ahli dapat memberikan obat-obatan antivirus pada kondisi tertentu untuk membantu mempercepat penyembuhan atau mengurangi keparahan dan frekuensi kekambuhan.
Karena penyebabnya berbeda, obat-obatan untuk sariawan tidak otomatis dapat mengatasi herpes.
Hindari membeli obat-obatan antivirus atau antibiotik sendiri hanya berdasarkan bentuk luka.
Jika dokter ahli mencurigai herpes, pemeriksaan dan riwayat klinis akan membantu menentukan penanganan yang sesuai.
Kapan Luka di Mulut Harus Diperiksa?
Sebaiknya konsultasikan kepada dokter ahli atau dokter ahli gigi apabila:
- Luka tidak sembuh setelah sekitar 2 minggu.
- Luka semakin besar atau banyak.
- Keluhan sering kambuh.
- Nyeri sangat mengganggu aktivitas.
- Anda kesulitan makan atau minum.
- Luka muncul bersama demam atau pembengkakan kelenjar.
- Luka muncul setelah kemungkinan kontak dengan herpes.
- Terdapat lepuhan di bibir atau sekitar mulut.
- Anda memiliki daya tahan tubuh yang rendah.
Cara Mencegah Penularan Herpes
Jika Anda mengalami luka yang di curigai sebagai herpes, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko penularan:
- Hindari mencium orang lain ketika terdapat cold sore
- Hindari seks oral ketika terdapat lepuhan atau luka aktif.
- Jangan menyentuh luka kemudian menyentuh bagian tubuh lain.
- Cuci tangan setelah menyentuh area yang terkena.
- Hindari berbagi benda pribadi yang bersentuhan langsung dengan area luka.
- Konsultasikan dengan dokter ahli jika herpes sering kambuh.
Perlu di ketahui, herpes dapat menular bahkan ketika luka tidak terlihat.
Karena itu, tindakan pencegahan tidak hanya di perlukan ketika lepuhan sedang muncul.
Bagaimana Memastikan Ini Herpes atau Sariawan?
Jangan hanya mengandalkan bentuk luka.
Herpes, sariawan, infeksi lain, maupun kondisi kulit tertentu dapat menimbulkan keluhan yang terlihat serupa.
Dokter ahli dapat mengevaluasi lokasi, bentuk, riwayat munculnya luka, gejala penyerta, dan kemungkinan paparan.
Jika di perlukan, pemeriksaan tambahan dapat di lakukan untuk membantu memastikan penyebab.
Hal ini penting terutama jika luka muncul setelah kontak seksual atau di sertai lepuhan pada area genital.
Perbedaan Herpes dan Sariawan yang Perlu Diingat
Singkatnya, herpes oral biasanya berkaitan dengan lepuhan berisi cairan di bibir atau sekitar mulut dan di sebabkan oleh HSV, sedangkan sariawan umumnya berupa luka warna putih atau kekuningan dengan tepi merah yang muncul di dalam mulut dan tidak di sebabkan oleh HSV.
Herpes dapat menular, sedangkan sariawan biasa tidak.
Meski demikian, tidak semua luka di mulut memiliki penampilan yang khas.
Oleh sebab itu, pemeriksaan tetap menjadi pilihan terbaik jika Anda ragu mengenai penyebabnya.
Konsultasi Herpes dan Keluhan Luka di Area Mulut di Klinik Apollo
Jika Anda mengalami luka atau lepuhan di bibir, mulut, maupun area genital dan belum mengetahui apakah penyebabnya herpes atau kondisi lain, jangan terburu-buru melakukan pengobatan sendiri. Di Klinik Apollo, Anda dapat berkonsultasi mengenai keluhan yang mengarah pada herpes maupun infeksi menular seksual (IMS).
Evaluasi medis membantu dokter ahli menentukan kemungkinan penyebab dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Dengan melakukan pemeriksaan lebih awal, Anda dapat memperoleh kepastian mengenai penyebab keluhan, mendapatkan penanganan yang sesuai, serta memahami langkah untuk mengurangi risiko penularan atau kekambuhan.
Jika Anda masih ragu apakah luka yang muncul merupakan herpes atau sariawan, segera konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat dengan tetap mengutamakan privasi serta kenyamanan pasien.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta








