Apakah Herpes Genital Berbahaya? Kenali Risiko & Dampaknya

Ilustrasi Apakah Herpes Genital Berbahaya.

Klinik Apollo – Herpes genital merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV), terutama HSV-2, meskipun HSV-1 juga dapat menyebabkan infeksi pada area genital.

Kondisi ini termasuk infeksi yang dapat menetap di dalam tubuh dan sewaktu-waktu mengalami kekambuhan.

Lantas, apakah herpes genital berbahaya? Pada sebagian besar orang, herpes genital dapat di kendalikan dengan baik dan tidak menyebabkan komplikasi serius.

Namun, infeksi ini tetap perlu di perhatikan karena dapat kambuh, menular kepada pasangan meskipun tidak ada luka yang terlihat, serta menimbulkan risiko tertentu pada kehamilan dan bayi baru lahir.

Apa Itu Herpes Genital?

Herpes genital adalah infeksi pada area genital, anus, atau sekitarnya akibat Herpes Simplex Virus (HSV). HSV dapat masuk melalui kontak langsung dengan kulit atau mukosa yang terinfeksi.

Seseorang juga dapat menularkan virus ketika tidak menyadari dirinya terinfeksi karena sebagian kasus tidak menunjukkan gejala yang jelas.

CDC menyebutkan bahwa banyak orang dengan HSV-2 tidak terdiagnosis dan tetap dapat mengalami pelepasan virus secara berkala tanpa gejala.

Secara global, WHO memperkirakan sekitar 520 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun mengalami infeksi HSV-2, yang merupakan penyebab utama herpes genital.

Apakah Herpes Genital Berbahaya?

Herpes genital umumnya bukan penyakit yang mengancam nyawa pada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal.

Namun, infeksi ini bersifat kronis karena virus dapat tetap berada di dalam tubuh setelah gejala menghilang.

Dengan pengobatan dan pengelolaan yang tepat, penderita dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara normal.

Meski demikian, beberapa risiko tetap perlu di pahami.

1. Herpes Genital Bisa Kambuh

Setelah infeksi pertama, HSV dapat tetap berada dalam tubuh dan kembali aktif.

Kekambuhan biasanya menyebabkan lepuhan atau luka pada area genital.

Pada HSV-2, kekambuhan lebih sering di bandingkan herpes genital yang di sebabkan HSV-1.

Namun, frekuensi kekambuhan dapat berbeda pada setiap orang.

Karena itu, jika Anda mengalami herpes genital kambuh, sebaiknya jangan hanya mengandalkan pengobatan sendiri.

2. Virus Bisa Menular Tanpa Gejala

Salah satu hal yang sering tidak di sadari adalah herpes dapat menular meskipun tidak terdapat luka atau lepuhan yang terlihat.

Kondisi ini terjadi karena adanya asymptomatic viral shedding, yaitu pelepasan virus dari area genital tanpa gejala yang terlihat.

Karena itu, seseorang dapat menularkan HSV kepada pasangan seksual tanpa mengetahui bahwa virus sedang aktif.

Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan menghindari hubungan seksual ketika sedang mengalami kekambuhan dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Terapi antivirus supresif juga dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan pada kondisi tertentu.

3. Luka Herpes Bisa Menimbulkan Nyeri

Gejala herpes genital dapat berupa:

  • Lepuhan kecil berisi cairan.
  • Luka atau borok setelah lepuhan pecah.
  • Rasa terbakar atau kesemutan.
  • Gatal di sekitar genital.
  • Nyeri ketika kencing, terutama jika luka berada di sekitar saluran urine.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Demam atau tubuh terasa tidak enak pada episode pertama.

Gejala pertama dapat berlangsung lebih berat dan lebih lama di bandingkan kekambuhan berikutnya.

CDC bahkan merekomendasikan terapi antivirus bagi pasien yang mengalami episode klinis pertama herpes genital.

4. Herpes Genital Dapat Memengaruhi Kehidupan Seksual

Diagnosis herpes genital sering menimbulkan kekhawatiran mengenai hubungan dengan pasangan seksual, penularan, dan kehidupan seksual.

Namun, diagnosis herpes bukan berarti seseorang tidak dapat memiliki hubungan intim atau kehidupan seksual yang sehat.

Komunikasi terbuka dengan pasangan intim, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung), menghindari hubungan seksual ketika muncul luka atau gejala awal, serta konsultasi mengenai terapi antivirus dapat membantu menurunkan risiko penularan.

5. Herpes Genital dan Risiko HIV

Luka genital akibat herpes dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HIV apabila seseorang terpapar HIV.

Karena itu, orang dengan herpes genital dan faktor risiko IMS (infeksi menular seksual) lainnya dapat membutuhkan evaluasi kesehatan seksual yang lebih menyeluruh.

Jika Anda memiliki risiko IMS (infeksi menular seksual), dokter ahli dapat membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai, termasuk pemeriksaan untuk infeksi lain.

6. Herpes Genital Saat Hamil Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Herpes genital pada kehamilan perlu di tangani secara medis, terutama jika infeksi pertama terjadi mendekati waktu persalinan pervaginam.

Penularan HSV dari ibu ke bayi saat proses persalinan pervaginam dapat menyebabkan neonatal herpes, yaitu infeksi HSV pada bayi yang dapat menjadi kondisi serius.

Karena itu, ibu hamil yang memiliki riwayat herpes genital perlu memberitahukan kondisi tersebut kepada dokter ahli atau tenaga kesehatan yang menangani kehamilannya.

Apakah Herpes Genital Bisa Sembuh Total?

Saat ini, belum ada obat-obatan yang dapat menghilangkan HSV secara permanen dari tubuh. Namun, obat-obatan antivirus dapat membantu mengendalikan infeksi.

Dokter ahli dapat mempertimbangkan obat-obatan antivirus, tergantung kondisi pasien.

Obat-obatan tersebut dapat di gunakan untuk menangani episode pertama, memperpendek kekambuhan, atau sebagai terapi supresif pada pasien tertentu.

Jadi, istilah yang lebih tepat adalah herpes genital dapat di kendalikan, bukan di sembuhkan hingga virus hilang sepenuhnya.

Seberapa Efektif Pengobatan Herpes Genital?

Terapi antivirus supresif dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi penderita dengan herpes genital yang sering kambuh.

Menurut pedoman CDC, terapi supresif dapat mengurangi frekuensi kekambuhan sekitar 70 hingga 80% pada pasien yang sering mengalami kekambuhan.

Terapi tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup dan membantu mengurangi risiko penularan HSV-2 kepada pasangan seksual dalam kondisi tertentu.

Namun, pemilihan obat-obatan dan durasi pengobatan tetap perlu di sesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Kapan Harus Memeriksakan Herpes Genital?

Segera konsultasikan dengan dokter ahli apabila Anda mengalami:

  • Lepuhan atau luka pada penis, vagina, vulva, anus, atau area sekitarnya.
  • Luka genital yang terasa nyeri atau terbakar.
  • Gatal dan kesemutan yang kemudian di ikuti munculnya lepuhan.
  • Nyeri saat kencing.
  • Herpes genital yang sering kambuh.
  • Pasangan seksual di diagnosis herpes genital.
  • Gejala herpes saat sedang hamil.

Diagnosis herpes genital tidak selalu mudah hanya berdasarkan tampilan luka karena gejalanya dapat menyerupai kondisi kulit atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya.

CDC juga mencatat bahwa luka khas herpes dapat tidak di temukan saat pasien di periksa.

Bagaimana Pemeriksaan Herpes Genital Dilakukan?

Dokter ahli akan mengevaluasi gejala dan kondisi kulit atau luka pada area genital. Jika terdapat luka, pemeriksaan laboratorium dari sampel luka dapat membantu mengidentifikasi HSV.

Dalam kondisi tertentu, dokter ahli juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan serologi berdasarkan riwayat dan faktor risiko pasien.

Karena gejala herpes dapat menyerupai penyakit lain, hindari membeli obat-obatan berdasarkan foto atau diagnosis sendiri.

Pemeriksaan yang tepat membantu menentukan apakah keluhan memang di sebabkan HSV atau kondisi lain.

Cara Mengurangi Risiko Penularan Herpes Genital

Beberapa langkah yang dapat di lakukan meliputi:

  • Hindari hubungan seksual ketika terdapat luka, lepuhan, atau gejala awal herpes.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten.
  • Komunikasikan kondisi dengan pasangan seksual.
  • Konsultasikan penggunaan terapi antivirus jika herpes sering kambuh.
  • Jangan memecahkan atau menyentuh luka secara sembarangan.
  • Cuci tangan setelah menyentuh area yang mengalami luka.

Perlu di ingat, kondom (pengaman atau pelindung) tidak memberikan perlindungan 100% karena HSV dapat berada pada area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

Kesimpulan

Apakah herpes genital berbahaya? Herpes genital umumnya dapat di kendalikan dan tidak menyebabkan komplikasi serius pada sebagian besar orang. Namun, virus dapat menetap di dalam tubuh, mengalami kekambuhan, serta menular meskipun gejalanya tidak terlihat.

Risiko menjadi lebih serius pada kondisi tertentu, terutama pada kehamilan dan bayi baru lahir. Karena itu, jangan mengabaikan lepuhan, luka, rasa terbakar, atau gejala yang berulang (kambuh) di area genital.

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada herpes genital, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat, mengetahui penyebab keluhan secara lebih akurat, serta memperoleh pilihan pengobatan antivirus yang sesuai dengan kondisi Anda.

Dengan penanganan yang tepat, gejala dapat di kendalikan, kekambuhan dapat di minimalkan, dan risiko penularan kepada pasangan seksual dapat di tekan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.