Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf. Apabila dideteksi pada tahap awal, sifilis bisa disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan yang parah dan permanen. Salah satu pengobatan sifilis pada tahap awal adalah dengan menggunakan antibiotik. Namun, jika penyakit ini dibiarkan tanpa pengobatan, bukan tidak mungkin akan menyebabkan kerusakan yang lebih serius pada otak dan sistem saraf serta organ tubuh lainnya termasuk jantung.

 

Gejala dan Tahapan Penyakit Sifilis

 

1.      Tahap awal

 

Gejala sifilis tahap awal muncul sejak 2 hingga 4 minggu setelah seseorang terinfeksi bakteri penyakit sifilis dari pasangan seksualnya. Gejala yang akan muncul biasanya dalam bentuk luka yang tidak terasa sakit (chancre” dimana bakteri masuk ke dalam tubuh.

Luka ini sering muncul pada alat kelamin, namun juga dapat menyerang bagian mulut atau anus jika bagian-bagian tersebut terlibat dalam aktivitas seksual dengan orang yang telah terinfeksi. Sifilis bisa disembuhkan dengan mudah pada tahap ini dalam kurun waktu 1 hingga 5 minggu menggunakan obat antibiotik yang dosisnya diberikan oleh dokter.

 

 

2.      Tahap kedua

 

Jika pada tahap awal gejala sifilis tidak diobati, maka tahap kedua sifilis akan menunjukkan gejalanya pada minggu ke 6 hingga minggu ke 12. Gejala sifilis pada tahap kedua diantaranya demam, sakit kepala, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, muncul ruam kecil atau benjolan merah pada penis atau vagina, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar limpa, dan kelelahan tanpa sebab.

 

3.      Tahap ketiga

 

Sifilis yang tidak diobati dan mencapai tahap ketiga gejalanya muncul 10 hingga 40 tahun setelah infeksi awal. Gejalanya antara lain kerusakan otak, jantung, penurunan daya ingat, kelumpuhan, dan terjadi masalah pada keseimbangan tubuh. Namun pada beberapa kasus, penderita sifilis pada tahan dua atau tiga tidak menunjukkan gejala apapun.

 

Diagnosa dan Pengobatan Sifilis

 

Sifilis dapat disembuhkan dengan melakukan diagnosa terlebih dahulu dengan bantuan dokter dan tim medis. Dokter dapat melakukan diagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan tubuh pasien dengan memeriksa bagian organ seks, mulut dan anus. Jika pada pemeriksaan terdapat bakteri sekecil apapun, penyakit akan segera diteliti untuk mengetahui jenis bakteri menggunakan mikroskop lapang gelap.     

Tes yang akan dilakukan adalah tes darah yang dikenal dengan VDRL, guna menentukan apakah terdapat antibodi (zat yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dari bakteri Treponema pallidum) dalam darah. Tidak hanya itu, dokter juga kemungkinan akan melakukan pengujian juga kepada pasangan penderita penyakit sifilis untuk memastikan apakah infeksi telah menular kepada orang lain.

 

Sifilis bisa disembuhkan tergantung pada tahapan penyakit, pengobatannya antara lain:

·         Tahap awal cukup mudah untuk disembuhkan, yakni dengan dosis antibiotik dari dokter baik dengan cara disuntik maupun diminum.

·         Apabila Anda mengalami sifilis tahap dua atau tiga, Anda akan diberikan antibiotik dalam waktu yang lebih lama dan mungkin dosis yang lebih tinggi.

·         Untuk memastikan pasien sembuh dari sifilis, pasien harus memeriksakan lagi ke dokter untuk melakukan tes darah.