Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

Risiko penularan penyakit gonore akan meningkat jika Anda sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks. Namun demikian, bukan berarti seseorang yang belum pernah berhubungan seks ataupun seseorang yang merasa tidak terlibat seks yang tidak sehat otomatis akan bebas risiko. Meski kemungkinannya kecil, Anda tetap berisiko untuk tertular penyakit gonore atau penyakit kelamin lainnya. Bagaimana penjelasannya?

Penyakit menular seksual adalah jenis-jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual langsung ataupun kontak dengan cairan tubuh orang yang telah terinfeksi. Salah satu penyakit menular seksual yang paling umum adalah gonore atau yang juga biasa disebut dengan kencing nanah.

Risiko penularan penyakit gonore akan meningkat jika Anda sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks. Namun demikian, bukan berarti seseorang yang belum pernah berhubungan seks ataupun seseorang yang merasa tidak terlibat seks yang tidak sehat otomatis akan bebas risiko. Meski kemungkinannya kecil, Anda tetap berisiko untuk tertular penyakit gonore atau penyakit kelamin lainnya. Bagaimana penjelasannya?

 

Risiko terserang penyakit gonore meskipun belum berhubungan seks

Secara teori, dua orang yang terlibat dalam hubungan eksklusif dan sama sama tidak pernah memiliki pasangan seksual dan/atau tidak pernah terlibat aktivitas seksual apapun sebelumnya, memang sangat tidak mungkin bagi salah satu atau keduanya memiliki dan menularkan penyakit gonore.

Hubungan seksual seperti vaginal, anal, dan oral memang cara paling mudah dan umum untuk berpindahnya virus maupun bakteri penyebab gonore. Namun, meskipun kemungkinannya kecil, gonore juga bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang telah terinfeksi.

 

Penyakit menular seksual gonore dan gejalanya

 

Bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri yang merupakan penyebab dari penyakit seksual ini dapat dengan mudah memperbanyak diri di membran tubuh. Bakteri ini juga  tumbuh dengan subur didaerah yang hangat, lembab, sehingga ia bisa tumbuh subur di saluran reproduksi wanita. Bakteri penyakit ini berbahaya karena bisa menyerang bagian dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

 

Gejala gonore yang umum terjadi pada penderitanya antara lain :

·         Muncul cairan berwarna putih susu, kuning atau kehijauan dari penis atau vagina

·         Nyeri saat buang air kecil

·         Nyeri saat berhubungan seksual

·         Penis atau vagina mengalami pembengkakan

·         Tenggorokan yang terasa sakit setelah melakukan seks oral

 

Pentingnya tes kelamin bagi setiap pasangan untuk mencegah penularan penyakit gonore

 

Tidak semua orang menyadari betul bahwa dirinya telah terinfeksi penyakit menular seksual gonore. Oleh karena itu, ada baiknya untuk tetap memastikan status kesehatan masing-masing dengan tes penyakit kelamin ke dokter atau ahli medis.

Melakukan tes penyakit kelamin bukan tentang masalah kecurigaan semata, melainkan tentang kepedulian dan menghormati satu sama lain. Tes penyakit kelamin (sebelum atau setelah berhubungan seks apapun jenisnya) merupakan cara yang ideal untuk pasangan saling mendapatkan informasi yang jelas dan transparan tentang status kesehatan terbaru.

 

Hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit gonore dan penyakit seks menular lainnya:

 

·         Menggunakan alat pengaman seperti kondom pada penis dengan benar

Saat memutuskan akan berhubungan seks penetrasi penis dan vagina atau penis dengan anus dan juga selama seks oral.

Anda harus memastikan jika kondom tidak ada yang bocor atau bagian yang rusak

 

·         Pada saat melakukan seks oral vagina, sebaiknya gunakan dental dam, yaitu sebuah lembaran yang terbuat dari lateks atau poliuretan yang digunakan pada mulut dan vagina atau anus saat seks oral

 

·         Tidak berganti-ganti pasangan seksual

 

·         Ketahuilah latar belakang status kesehatan pasangan Anda dengan melakukan tes kelamin ke dokter atau ahli medis.