Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

 

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi jika alat vital pria (penis) tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi pada saat melakukan hubungan seksual. Ketika pria mendapatkan rangsangan seksual, lalu rangsangan tersebut dihantarkan ke otak, maka akan terjadi ereksi. Ereksi dapat terjadi dengan baik apabila aliran darah yang menuju ke penis lancar. Akan tetapi pada beberapa keadaan dimana ereksi tidak dialami oleh pria walaupun sudah mendapat rangsangan. Kondisi inilah yang dikatakan pria mengalami impotensi.

Lalu pria yang terkena impotensi apakah bisa sembuh? Berikut penjelasannya

Apakah yang dimaksud penyakit impotensi?

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi jika alat vital pria (penis) tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi pada saat melakukan hubungan seksual. Ketika pria mendapatkan rangsangan seksual, lalu rangsangan tersebut dihantarkan ke otak, maka akan terjadi ereksi. Ereksi dapat terjadi dengan baik apabila aliran darah yang menuju ke penis lancar. Akan tetapi pada beberapa keadaan dimana ereksi tidak dialami oleh pria walaupun sudah mendapat rangsangan. Kondisi inilah yang dikatakan pria mengalami impotensi.

Lalu pria yang terkena impotensi apakah bisa sembuh? Berikut penjelasannya

 

Apa saja penyebab impotensi pada pria?

Secara umum impotensi disebabkan oleh dua hal utama yang mempengaruhi, yakni kondisi fisik dan psikologis.  Kondisi fisik yang menjadi penyebab pria mengalami disfungsi ereksi rata-rata dikarenakan pria menderita berbagai macam penyakit tertentu yang mengganggu aliran darah agar penis dapat ereksi. Penyakit-penyakit tersebut meliputi :

·         Penyakit jantung

Adanya masalah pada kesehatan jantung biasanya akan mempengaruhi kemampuannya untuk memompa darah. Jika aliran darah ke penis tidak cukup, pria tidak dapat mencapai ereksi.

 

·         Kebocoran vena

Darah harus tetap mengalir dan tersimpan dalam penis untuk beberapa waktu agar bisa membangun ereksi. Namun jika darah terlalu cepat mengalir balik ke jantung, ereksi akan lemah.

 

·         Pengerasan pembuluh darah

·         Hipertensi (tekanan darah tinggi)

·         Kolesterol tinggi

·         Penyakit ginjal

·         Diabetes

·         Obesitas

·         Penis mengalami cedera

 

Selain karena kondisi fisik yang tidak dalam keadaan sehat, psikologis pria yang mengalami masalah pun dapat mempengaruhi kemampuan seksualnya. Beberapa kondisi psikologis yang dapat menyebabkan pria terkena impotensi antara lain :

·         Stress

·         Depresi

·         Gangguan kecemasan akan kemampuan seksual

·         Riwayat seksual yang buruk

·         Sedang memiliki konflik atau masalah dengan pasangan

 

Ciri-ciri dan gejala impotensi pada pria

Gejala impotensi yang selalu muncul adalah ketika pria mengalami ketidakmampuan alat vitalnya dalam melakukan ereksi meskipun telah mendapat cukup rangsangan seksual. Selain itu, pria juga kesulitan untuk mempertahankan penisnya untuk terus ereksi sehingga tidak mampu untuk berejakulasi dan orgasme.

Sedangkan sikap psikologis pria yang terkena gejala impotensi biasanya :

·         Merasa malu atau minder terhadap gairah dan kemampuan seksualnya

·         Merasa putus asa, stress, bahkan depresi karena tidak mampu melakukan hubungan seksual sesuai dengan apa yang ia dan pasangan inginkan.

 

Pria yang mengalami impotensi apakah bisa sembuh?

Meskipun impotensi merupakan gangguan yang umum dialami oleh hampir semua pria, namun Anda tidak perlu khawatir karena impotensi bisa disembuhkan.

Penanganan atau pengobatan impotensi dimulai dari memeriksakan diri ke dokter apabila Anda telah merasakan gejala-gejala terkait disfungsi ereksi dan penurunan gairah seksual. Dalam mengatasi impotensi dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan terkait apa penyebab keluhan-keluhan yang Anda rasakan.

Jika impotensi yang Anda alami disebabkan oleh faktor fisik, dokter biasanya akan menyarankan agar Anda menerapkan pola dan gaya hidup yang lebih sehat agar kondisi fisik Anda mengalami perbaikan. Namun jika faktor psikologis yang menjadi penyebab Anda mengalami disfungsi ereksi, tidak ada salahnya untuk Anda mengeluhkan keadaan yang Anda alami kepada dokter atau juga bisa bersama dengan pasangan. Dengan saling berkomunikasi, beban pikiran dan psikologis pasien biasanya akan membaik.