Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

Ejakulasi dini adalah salah satu masalah seksual yang dialami oleh hampir semua pria. Kondisi ini terjadi pada saat pria tidak mampu mengontrol ejakulasi saat berhubungan seksual dengan pasangan, sehingga ejakulasi terjadi lebih awal dari keinginan. Disamping menimbulkan kecemasan pada pria yang mengalaminya, gangguan gejala ejakulasi dini juga bisa menyebabkan masalah dengan pasangan.

 

 

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi jika alat vital pria (penis) tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi pada saat melakukan hubungan seksual. Ketika pria mendapatkan rangsangan seksual, lalu rangsangan tersebut dihantarkan ke otak, maka akan terjadi ereksi. Ereksi dapat terjadi dengan baik apabila aliran darah yang menuju ke penis lancar. Akan tetapi pada beberapa keadaan dimana ereksi tidak dialami oleh pria walaupun sudah mendapat rangsangan. Kondisi inilah yang dikatakan pria mengalami impotensi.

Lalu pria yang terkena impotensi apakah bisa sembuh? Berikut penjelasannya

Impotensi merupakan gangguan yang menjadi momok sendiri bagi kaum pria. Gejala impotensi sendiri tidak hanya penis yang tidak bisa ereksi, namun ketika Anda mengalami kondisi sulit dalam mempertahankan ereksi, hal itu juga termasuk impotensi.

Umumnya, impotensi sering dialami oleh pria yang telah berusia lanjut, namun tidak semua pria yang telah berumur akan mengalami hambatan seksual ini. Seorang pria yang telah berusia 65 tahun hingga 75 tahun biasanya mempunyai risiko terkena impotensi, terutama yang kondisi fisiknya sudah tidak bugar lagi atau mengidap penyakit-penyakit berat.

 

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi pada alat vitalnya (penis).Impotensi merupakan salah satu masalah seksual yang cukup umum yang dialami oleh pria. Mayoritas kasus gejala impotensi dialami oleh pria dewasa yang telah berumur 40 tahun ke atas.

Selain penis yang sulit mencapai ereksi, gejala impotensi lainnya adalah gairah seksual yang menurun.

 

Berikut gejala-gejala penyakit impotensi yang perlu Anda ketahui :

·         Penis yang tidak mampu mencapai ereksi walapun sudah mendapatkan cukup rangsangan

·         Mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksi sehingga tidak mampu ejakulasi dan orgasme

·         Merasa kehilangan gairah untuk berhubungan seksual

·         Biasanya setelah mengalami gejala-gejala impotensi diatas pria juga akan mengalami stress atau gangguan psikologis terhadap kemampuan seksualnya

 

Secara garis besar ada dua faktor penyebab pria gagal memulai atau mempertahankan ereksi, yaitu karena faktor fisik dan faktor psikologis.

Hal-hal yang menyebabkan pria terkena impotensi antara lain:

·         Kurangnya hormon testosteron yang dapat mengakibatkan berkurangnya gairah seksual pada pria

·         Stress

·         Depresi

·         Kecemasan terhadap kemampuan seksual. Hal ini bisa membuat pria menghindari hubungan seks

·         Mengkonsumsi alkohol

·         Merokok

·         Efek semakin bertambahnya usia (penuaan)

 

Gairah seksual pada pria tentu merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki pria dalam berhubungan seksual. Namun terkadang pria mengalami gangguan akan berkurangnya atau bahkan kehilangan gairah untuk berhubungan seks. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi salah satu gejala impotensi dan akan berdampak tidak baik apalagi pada pria yang sebenarnya sedang dalam usia produktif.

 

Beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab pria mengalami penurunan gairah seksual diantaranya :

·         Bertambahnya lemak di dalam perut

 

Lemak yang terkumpul dan menumpuk dalam perut akan menghambat gairah seksual pria. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan “obesitas sentral” atau lingkar pinggang lebih dari 102 centimeter memiliki testosteron yang jauh lebih rendah dari pada pria yang memiliki perut lebih ramping.

 

·         Mengkonsumsi obat-obatan tertentu

 

Obat-obatan terkadang memiliki efek negarif pada libido pria. Contohnya obat tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan masalah seksual karena bersifat deuretik. Obat deuretik akan menurunkan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ke penis Anda. Bila hal ini terjadi, maka akan menyebabkan menghambat gairah seksual Anda dan terkena impotensi.

Ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika Anda membutuhkan obat-obatan tertentu. Hal ini akan mencegah timbulnya efek samping yang negatif dari obat-obatan yang akan Anda konsumsi.

 

Bagaimana diagnosa dan penanganan impotensi?

Diagnosa dan penyebab impotensi pada pria bisa diketahui apabila Anda memeriksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter. Dokter akan menanyakan seputar gejala-gejala impotensi yang dirasakan oleh pasien, riwayat kesehatan, serta kondisi psikologis yang sedang pasien hadapi.

Jika dokter curiga bahwa gejala impotensi pasien disebabkan oleh suatu kondisi yang lebih serius, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes urine, tes darah, USG, dan atau elektrokardiogram (EKG).