Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

Impotensi merupakan gangguan yang menjadi momok sendiri bagi kaum pria. Gejala impotensi sendiri tidak hanya penis yang tidak bisa ereksi, namun ketika Anda mengalami kondisi sulit dalam mempertahankan ereksi, hal itu juga termasuk impotensi.

Umumnya, impotensi sering dialami oleh pria yang telah berusia lanjut, namun tidak semua pria yang telah berumur akan mengalami hambatan seksual ini. Seorang pria yang telah berusia 65 tahun hingga 75 tahun biasanya mempunyai risiko terkena impotensi, terutama yang kondisi fisiknya sudah tidak bugar lagi atau mengidap penyakit-penyakit berat.

 

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi pada alat vitalnya (penis).Impotensi merupakan salah satu masalah seksual yang cukup umum yang dialami oleh pria. Mayoritas kasus gejala impotensi dialami oleh pria dewasa yang telah berumur 40 tahun ke atas.

Selain penis yang sulit mencapai ereksi, gejala impotensi lainnya adalah gairah seksual yang menurun.

 

Berikut gejala-gejala penyakit impotensi yang perlu Anda ketahui :

·         Penis yang tidak mampu mencapai ereksi walapun sudah mendapatkan cukup rangsangan

·         Mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksi sehingga tidak mampu ejakulasi dan orgasme

·         Merasa kehilangan gairah untuk berhubungan seksual

·         Biasanya setelah mengalami gejala-gejala impotensi diatas pria juga akan mengalami stress atau gangguan psikologis terhadap kemampuan seksualnya

 

Secara garis besar ada dua faktor penyebab pria gagal memulai atau mempertahankan ereksi, yaitu karena faktor fisik dan faktor psikologis.

Hal-hal yang menyebabkan pria terkena impotensi antara lain:

·         Kurangnya hormon testosteron yang dapat mengakibatkan berkurangnya gairah seksual pada pria

·         Stress

·         Depresi

·         Kecemasan terhadap kemampuan seksual. Hal ini bisa membuat pria menghindari hubungan seks

·         Mengkonsumsi alkohol

·         Merokok

·         Efek semakin bertambahnya usia (penuaan)

 

Gairah seksual pada pria tentu merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki pria dalam berhubungan seksual. Namun terkadang pria mengalami gangguan akan berkurangnya atau bahkan kehilangan gairah untuk berhubungan seks. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi salah satu gejala impotensi dan akan berdampak tidak baik apalagi pada pria yang sebenarnya sedang dalam usia produktif.

 

Beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab pria mengalami penurunan gairah seksual diantaranya :

·         Bertambahnya lemak di dalam perut

 

Lemak yang terkumpul dan menumpuk dalam perut akan menghambat gairah seksual pria. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan “obesitas sentral” atau lingkar pinggang lebih dari 102 centimeter memiliki testosteron yang jauh lebih rendah dari pada pria yang memiliki perut lebih ramping.

 

·         Mengkonsumsi obat-obatan tertentu

 

Obat-obatan terkadang memiliki efek negarif pada libido pria. Contohnya obat tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan masalah seksual karena bersifat deuretik. Obat deuretik akan menurunkan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ke penis Anda. Bila hal ini terjadi, maka akan menyebabkan menghambat gairah seksual Anda dan terkena impotensi.

Ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika Anda membutuhkan obat-obatan tertentu. Hal ini akan mencegah timbulnya efek samping yang negatif dari obat-obatan yang akan Anda konsumsi.

 

Bagaimana diagnosa dan penanganan impotensi?

Diagnosa dan penyebab impotensi pada pria bisa diketahui apabila Anda memeriksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter. Dokter akan menanyakan seputar gejala-gejala impotensi yang dirasakan oleh pasien, riwayat kesehatan, serta kondisi psikologis yang sedang pasien hadapi.

Jika dokter curiga bahwa gejala impotensi pasien disebabkan oleh suatu kondisi yang lebih serius, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes urine, tes darah, USG, dan atau elektrokardiogram (EKG).

Apa itu impotensi?

Impotensi adalah kondisi apabila seorang pria yang mengalami ketidakmampuan pada alat vitalnya (penis) untuk menahan ereksi meskipun telah mendapat rangsangan, atau tidak dapat mempertahankan kondisi ereksi ketika berhubungan seksual.

Gejala impotensi berbeda dengan ejakulasi dini. Jika impotensi dapat terjadi sebelum pria melakukan hubungan seksual, ejakulasi dini adalah kondisi ketika pria mengalami klimaks atau orgasme setelah penetrasi namun pada waktu tidak sesuai yang ia inginkan.

 

Apa saja gejala yang muncul pada pria yang terkena impotensi?

Gejala Impotensi atau disfungsi ereksi adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seksual. Anda mungkin memiliki disfungsi ereksi jika :

·         Dapat melakukan ereksi kadang-kadang meskipun tidak setiap waktu

·         Dapat ereksi tetapi tidak berlangsung cukup lama untuk melakukan seks

·         Sama sekali tidak bisa berereksi

 

Ada dua faktor utama penyebab pria mengalami impotensi, yaitu :

1.      Faktor fisik

 

Mengidap beberapa penyakit lain merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap impotensi yang dialami oleh pria, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, obesitas atau berat badan berlebih, merokok, konsumsi alkohol, dan menjalani gaya hidup yang tidak sehat.

 

2.      Faktor psikologis

 

Jika pria dewasa diatas 40 tahun rentan terkena impotensi disebabkan faktor fisik, pada pria muda impotensi terjadi sebagian besar karena faktor psikologis.

Misalnya stress, depresi, gangguan kecemasan, dan sedang mengalami masalah dengan pasangan.

 

 

Lalu apakah semua pria mempunyai risiko terkena gejala impotensi?

Impotensi termasuk masalah seksual yang cukup umum di kalangan pria. Semua pria mempunyai risiko terkena impotensi apabila memiliki masalah fisik dan psikologis seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda para pria untuk menjaga kondisi fisik, mental, serta menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari masalah impotensi.

Apabila impotensi atau disfungsi ereksi terjadi hanya sesekali, maka ini hal yang cukup wajar dan tidak berbahaya. Namun jika gejala impotensi yang Anda alami tidak kunjung hilang, maka hal ini bisa jadi kemungkinan bahwa Anda sedang menderita kondisi yanng lebih serius seperti penyakit diabetes, darah tinggi, atau penyakit jantung.

 

Bagaimana cara mengatasi dan mencegah impotensi?

Impotensi adalah penyakit yang dapat disembuhkan, dalam mengatasi masalah impotensi atau disfungsi ereksi tentu tergantung apa faktor penyebabnya. Pada umumnya dokter akan menyuruh pasien untuk berhenti merokok (jika pasien merokok), menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas, rutin berolahraga, menghindari minuman beralkohol, dan menghindari obat-obatan terlarang.

Jika Anda merasakan atau mengalami gejala-gejala impotensi seperti yang telah disebutkan, langkah pertama yang sebaiknya Anda lakukan adalah memeriksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter. Jangan pernah malu untuk mengeluhkan kondisi impotensi karena gangguan ini memang cukup umum dialami oleh semua pria. Sebaliknya jika impotensi hanya dibiarkan, tentu akan berdampak buruk pada kehidupan Anda. Tidak hanya mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan, namun juga bisa jadi halangan apabila Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memperoleh keturunan.