Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

Impotensi sering diidentikkan dengan pria yang sudah berusia lanjut dan kondisi fisiknya sudah menurun atau mengidap beberapa penyakit. Namun, tahukah Anda bahwa pria yang masih berusia muda juga bisa mengalami impotensi? Mengatasi impotensi di usia muda akan menjadi hal yang sangat penting terlebih jika Anda dan pasangan sedang dalam usia produktif atau sedang dalam usaha memperoleh keturunan. Jika impotensi di usia muda ini dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin akan menyebabkan berbagai masalah yang lebih serius termasuk gangguan dalam kehidupan Anda dan pasangan.

 

 

 

 

Pengertian Ejakulasi dini

Ejakulasi dini artinya kondisi seorang pria yang mengalami ejakulasi atau orgasme (mengeluarkan air mani) terlalu cepat ketika berhubungan seksual dengan pasangan. Ejakulasi dini merupakan salah satu gangguan seksual yang umum, sekitar 1 dari 3 pria yang berusia 18 tahun keatas mengalami ejakulasi dini pada kondisi tertentu dalam kehidupan mereka.

 

Ejakulasi dini adalah keluarnya sperma atau ejakulasi yang terjadi sebelum waktu yang diharapkan saat melakukan hubungan seksual. Gejala ejakulasi dini dapat terjadi sebelum penetrasi atau tidak lama sesaat setelah penetrasi penis ke vagina dimulai.

Ejakulasi dini normal dapat dialami oleh banyak pria dalam situasi tertentu, misalnya saat para pria pertama kali melakukan hubungan seksual. Pada sebagian kasus lainnya, ejakulasi dini dapat terkait karena efek samping konsumsi obat-obatan, cedera, ataupun gangguan hormonal pada pria.

 

Ejakulasi dini adalah salah satu masalah seksual yang dialami oleh hampir semua pria. Kondisi ini terjadi pada saat pria tidak mampu mengontrol ejakulasi saat berhubungan seksual dengan pasangan, sehingga ejakulasi terjadi lebih awal dari keinginan. Disamping menimbulkan kecemasan pada pria yang mengalaminya, gangguan gejala ejakulasi dini juga bisa menyebabkan masalah dengan pasangan.

 

 

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi jika alat vital pria (penis) tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi pada saat melakukan hubungan seksual. Ketika pria mendapatkan rangsangan seksual, lalu rangsangan tersebut dihantarkan ke otak, maka akan terjadi ereksi. Ereksi dapat terjadi dengan baik apabila aliran darah yang menuju ke penis lancar. Akan tetapi pada beberapa keadaan dimana ereksi tidak dialami oleh pria walaupun sudah mendapat rangsangan. Kondisi inilah yang dikatakan pria mengalami impotensi.

Lalu pria yang terkena impotensi apakah bisa sembuh? Berikut penjelasannya