Klinik Apollo

Klinik kulit dan kelamin

 

 

Ejakulasi dini yang dialami oleh pria bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi. Selain karena faktor fisik yang mengalami penurunan, ejakulasi dini juga sering dikaitkan dengan stress, depresi, kecemasan, dan akibat gaya hidup yang tidak sehat. Mencegah ejakulasi dini penting Anda lakukan agar kelak gangguan ini tidak akan menimbulkan masalah dan mempengaruhi hubungan Anda dengan pasangan.

Selain mengunjungi dokter untuk berkonsultasi demi penanganan terbaik, Anda juga bisa mencegah ejakulasi dini dengan cara-cara seperti berkomunikasi dengan pasangan, konseling, dan menerapkan beberapa teknik mudah untuk menghindari gangguan seksual ini. Berikut penjelasannya dalam artikel ini.

 

Ejakulasi dini merupakan kondisi saat pria mengalami orgasme dan mengeluarkan sperma setelah melakukan aktivitas seksual atau mengalami stimulasi penis dalam waktu yang sangat singkat. Banyak pria yang mengalami ejakulasi dini merasa malu, frustasi, marah dan khawatir ketika ejakulasi dini terjadi bahkan sebelum penis penetrasi ke vagina. Akibatnya, pria cenderung menghindar terlibat dalam hubungan seksual, dan dapat mengganggu kualitas hubungan yang mempengaruhi kesuburan secara tidak langsung.

 

Jika Anda mencapai klimaks lebih cepat dari yang Anda dan pasangan Anda inginkan, seks mungkin tidak memuaskan. Kondisi ini merupakan suatu masalah yang disebut ejakulasi dini (ED). Hal ini bisa membuat frustasi dan bahkan memalukan. Dan bisa membuat rumah tangga tidak harmonis.

 

>>>Jadi  bagaimana cara menyembuhkan ejakulasi dini secara permanen? [klik disini berkonsultasi]<<<

 

Disfungsi ereksi atau yang biasa dikenal dengan impotensi adalah ketika seorang pria tidak bisa mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang memungkinkan aktivitas seksual dengan penetrasi. Ini bukan penyakit, tetapi gejala dari beberapa masalah lain, baik fisik maupun psikologis atau campuran keduanya.

Disfungsi ereksi sangat umum dan menjadi lebih umum saat pria menua. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa setidaknya satu dari lima pria yang berusia di atas 40 tahun memiliki masalah ereksi dan sekitar satu dari sepuluh pria benar-benar tidak dapat memiliki ereksi. Dengan bertambahnya usia, kemungkinan mengalami masalah ereksi meningkat.