Ejakulasi dini adalah keluarnya sperma atau ejakulasi yang terjadi sebelum waktu yang diharapkan saat melakukan hubungan seksual. Gejala ejakulasi dini dapat terjadi sebelum penetrasi atau tidak lama sesaat setelah penetrasi penis ke vagina dimulai.

Ejakulasi dini normal dapat dialami oleh banyak pria dalam situasi tertentu, misalnya saat para pria pertama kali melakukan hubungan seksual. Pada sebagian kasus lainnya, ejakulasi dini dapat terkait karena efek samping konsumsi obat-obatan, cedera, ataupun gangguan hormonal pada pria.

 

Ejakulasi dini adalah keluarnya sperma atau ejakulasi yang terjadi sebelum waktu yang diharapkan saat melakukan hubungan seksual. Gejala ejakulasi dini dapat terjadi sebelum penetrasi atau tidak lama sesaat setelah penetrasi penis ke vagina dimulai.

Ejakulasi dini normal dapat dialami oleh banyak pria dalam situasi tertentu, misalnya saat para pria pertama kali melakukan hubungan seksual. Pada sebagian kasus lainnya, ejakulasi dini dapat terkait karena efek samping konsumsi obat-obatan, cedera, ataupun gangguan hormonal pada pria.

 

Ciri-ciri pria yang terkena gejala ejakulasi dini

Gejala utama dari ejakulasi dini adalah pria yang tidak mampu menahan untuk ejakulasi selama lebih dari satu menit setelah penetrasi penis ke dalam vagina. Namun, masalah ejakulasi dini tidak hanya terjadi selama saat berhubungan seksual, tetapi juga bisa terjadi saat pria melalukan masturbasi.

Seorang pria dianggap memiliki masalah seksual ejakulasi dini jika mengalami gejala-gejala seperti berikut :

·         Mengalami ejakulasi yang hampir selalu terjadi sebelum penetrasi atau dalam satu menit sejak penetrasi hubungan seksual

·         Mengalami ejakulasi yang tidak dapat ditahan padahal Anda atau pasangan menginginkan penetrasi yang lebih lama

·         Kecewa, putus asa, dan stress saat mengalaminya. Hal ini biasanya berakibat pria penderita ejakulasi dini akan menghindari hubungan seksual.

 

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah ejakulasi dini dapat menjadi masalah serius karena berisiko mengakibatkan kekecewaan pada pasangan dan dapat membahayakan hubungan dalam jangka panjang.

 

Bagaimana cara mencegah ejakulasi dini?

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab ejakulasi dini sehingga diperlukan pemeriksaan fisik ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter adalah langkah pertama yang tepat untuk mengetahui cara mencegah ejakulasi dini berdasarkan hal-hal yang dapat menjadi potensi penyebabnya.

·         Relaksasi

Ejakulasi dini dapat dicegah dengan cara relaksasi. Hal yang paling sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara mengambil napas panjang untuk menunda ejakulasi terjadi saat berhubungan seksual.

 

·         Terapi bicara/konseling

Berbicara dengan dokter, pasangan, menyampaikan secara terbuka tentang keluhan yang Anda alami dapat meredakan kecemasam sekaligus menemukan cara untuk mengurangi stress. Terapi seperti ini juga dapat dilakukan dengan pendampingan obat-obatan yang diberikan oleh dokter.

 

·         Mengganti posisi saat berhubungan seksual

Cara ini dilakukan dengan membiarkan wanita mengambil posisi diatas agar dia dapat menarik diri saat pria merasa akan mengalami ejakulasi. Selain itu, ada baiknya menghindari posisi pria diatas dan mengganti dengan posisi bersisian atau mengurangi kecepatan penetrasi.

 

Disamping cara-cara diatas, ada juga beberapa obat seperti krim, obat semprot, dan gel yang dapat dioleskan sebelum berhubungan seksual guna mengurangi sensasi orgasme dan mencegah gejala ejakulasi dini.

Semua metode diatas perlu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter karena belum tentu tepat diterapkan pada semua pria. Mencegah ejakulasi dini akan membuat hubungan seksual dengan pasangan lebih baik dan membahagiakan bagi suami maupun istri.