Impotensi merupakan gangguan yang menjadi momok sendiri bagi kaum pria. Gejala impotensi sendiri tidak hanya penis yang tidak bisa ereksi, namun ketika Anda mengalami kondisi sulit dalam mempertahankan ereksi, hal itu juga termasuk impotensi.

Umumnya, impotensi sering dialami oleh pria yang telah berusia lanjut, namun tidak semua pria yang telah berumur akan mengalami hambatan seksual ini. Seorang pria yang telah berusia 65 tahun hingga 75 tahun biasanya mempunyai risiko terkena impotensi, terutama yang kondisi fisiknya sudah tidak bugar lagi atau mengidap penyakit-penyakit berat.

 

Impotensi merupakan gangguan yang menjadi momok sendiri bagi kaum pria. Gejala impotensi sendiri tidak hanya penis yang tidak bisa ereksi, namun ketika Anda mengalami kondisi sulit dalam mempertahankan ereksi, hal itu juga termasuk impotensi.

Umumnya, impotensi sering dialami oleh pria yang telah berusia lanjut, namun tidak semua pria yang telah berumur akan mengalami hambatan seksual ini. Seorang pria yang telah berusia 65 tahun hingga 75 tahun biasanya mempunyai risiko terkena impotensi, terutama yang kondisi fisiknya sudah tidak bugar lagi atau mengidap penyakit-penyakit berat.

 

Lalu apa saja gejala impotensi pada pria?

·         Penis tidak mampu ereksi

 

Keluhan dan gejala utama ketika pria terkena impotensi adalah penis tidak mampu untuk berereksi. Hal ini disebabkan oleh aliran darah pada penis terhambat. Gangguan pada ereksi jika dibiarkan dapat mempengaruhi kehidupan seks pria dengan pasangannya, bahkan dapat menimbulkan masalah emosional seperti stress, depresi, karena ada tekanan dan kebutuhan seksual yang tidak dapat dikeluarkan.

 

·         Ereksi dirasa tidak maksimal

 

Ereksi tidak maksimal yang dimaksud adalah pria yang bisa mencapai ereksi namun tidak bertahan lama atau muncul ketidakpuasaan saat melakukan penetrasi hubungan seksual.

 

·         Kesulitan dalam mencapai orgasme

 

Sulit mengalami orgasme dapat membuat hubungan seksual Anda dengan pasangan terasa hambar dan bahkan kurang menyenangkan. Kondisi seperti ini juga merupakan salah satu gejala impotensi. Orgasme hubungan seksual yang normal rata-rata terjadi pada 10 hingga 15 menit setelah penetrasi penis ke dalam vagina.

 

·         Berkurangnya gairah seksual

 

Gairah seksual yang menurun adalah gejala impotensi yang akan menyertai setelah Anda merasakan tiga gejala utama diatas. Berkurangnya minat atau gairah berhubungan seksual ini bisa dipicu oleh berbagai hal. Seperti kondisi fisik atau psikis yang tidak sehat, atau adanya konflik dan masalah dengan pasangan.

Hal-hal yang sering menjadi penyebab impotensi pada pria :

 

·         Stress atau gangguan kecemasan

·         Mengalami kelelahan secara fisik dan mental

·         Mengidap penyakit endokrin seperti diabetes

·         Efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu

·         Penyakit jantung, kolesterol, dan hipertensi

·         Mengkonsumsi alkohol

·         Obat-obatan terlarang (narkotika)

 

Mengatasi gejala-gejala impotensi

Langkah awal yang paling tepat jika Anda merasakan gejala impotensi yaitu dengan memeriksakan diri atau berkonsultasi dengan dokter. Diagnosa dan penanganan impotensi tergantung dari penyebab serta bagaimana kondisi yang sedang ddialami oleh pasien.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan apabila Anda mengalami gejala impotensi:

o   Melakukan konsultasi atau konseling kepada dokter

 

Konseling biasanya dilakukan untuk gejala impotensi yang disebablan oleh stress, depresi, dan gangguan psikis yang lainnya. Biasanya pasien akan merasa lebih lega dan ringan jika membagi keluhannya dengan dokter. Penanganan impotensi kasus seperti ini berupa terapi-terapi yang akan diberikan kepada pasien.

 

o   Melakukan gaya hidup yang lebih sehat

 

Gaya hidup yang sehat akan sangat berpengaruh pada kondisi fisik Anda. Stop merokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, istirahat dan tidur yang cukup akan mengurangi risiko Anda terkena impotensi yang disebabkan oleh masalah fisik.

 

o   Olahraga cukup dan teratur

 

Aktivitas fisik berupa olahraga yang teratur akan membantu melancarkan aliran darah Anda, termasuk aliran darah ke bagian alat vital seperti penis. Penis akan bisa mencapai ereksi yang maksimal apabila mendapat aliran darah yang cukup.