Impotensi atau gangguan ereksi memang menjadi masalah yang cukup serius dan mengkhawatirkan bagi hampir semua pria. Gangguan ini dapat menyebabkan pria menjadi tidak percaya diri dan minder dengan pasangan sehingga bisa memicu timbulnya masalah atau konflik. Penyebab impotensi sebenarnya datang dari dua faktor utama, yakni faktor fisik dan psikologis.

Impotensi atau gangguan ereksi memang menjadi masalah yang cukup serius dan mengkhawatirkan bagi hampir semua pria. Gangguan ini dapat menyebabkan pria menjadi tidak percaya diri dan minder dengan pasangan sehingga bisa memicu timbulnya masalah atau konflik. Penyebab impotensi sebenarnya datang dari dua faktor utama, yakni faktor fisik dan psikologis.

 

Seperti apa ciri-ciri dan gejala impotensi pada pria?

·         Kesulitan mencapai ereksi

Kesulitan mencapai ereksi merupakan gejala utama dari impotensi. Hal ini sebenarnya umum dialami pria yang yang pertama kali berhubungan seksual.

 

·         Kesulitan menahan ereksi

Sulit mempertahankan ereksi merupakan salah satu gejala impotensi. Apabila hal ini terjadi berulang-ulang, hal ini patut Anda waspadai. Pasalnya, hal ini bisa saja menandakan jika Anda mengidap penyakit atau kondisi kesehatan lainnya yang lebih serius. Contohnya diabetes, penyakit jantung, atau hipertensi.

 

·         Mengalami penurunan gairah seksual

Rangsangan dan gairah seksual merupakan dua hal yang cukup penting bagi pria untuk mencapai ereksi. Jika gairah seksual berkurang atau mengalami penurunan, hal ini tentu akan berdampak kurang baik bagi hubungan seksual Anda dengan pasangan.

 

Berikut empat kebiasaan pria yang dapat menjadi penyebab impotensi :

1.      Menurut sebuah jurnal medis di Amerika, kebiasaan merokok pada pria meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi hingga 2,74 kali lipat dibanding pria yang tidak merokok.

 

2.      Menurut jurnal urologi, pria yang mengalami obesitas (kelebihan berat badan) memiliki peluang lebih besar mengalami disfungsi ereksi dalam kurun waktu 14 tahun.

 

3.      Jurnal kesehatan Amerika mengungkap bahwa kurang lebih 18% pria berusia diatas 20 tahun yang menganut gaya hidup tidak sehat seperti minum-minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang mengalami masalah impotensi. Selain itu, sekitar 51,3 pria penderita diabetes dilaporkan mengalami disfungsi ereksi.

 

4.      Impotensi dua kali lipat lebih banyak ditemukan pada pria yang mengalami kondisi psikologis yang stress dan depresi. Pada sebuah kelompok pasien yang mengalami impotensi sebanyak 82 % disebabkan oleh depresi.

 

Seperti yang telah disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa penyebab impotensi pada pria antara lain :

·         Faktor fisik, seperti kondisi tubuh yang tidak sehat karena mengidap penyakit seperti diabetes, penyakit yang ditimbulkan karena kebiasaan merokok, menganut gaya hidup yang tidak sehat, konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang, serta mengalami obesitas atau kelebihan berat badan

 

·         Faktor psikologis, kondisi pikiran yang stress dan depresi. Misalnya karena beban pekerjaan, aktivitas sehari-hari, atau sedang ada masalah dengan pasangan.

 

Bagaimana cara mengatasi impotensi?

Walaupun gangguan seperti impotensi cukup umum terjadi pada semua pria, namun bukan berarti hal ini bisa diabaikan begitu saja jika Anda mengalaminya. Apalagi jika kondisi ini terjadi pada Anda secara berulang.

Impotensi selain berdampak negatif bagi kehidupan seksual Anda, juga bisa menimbulkan gangguan psikologis. Rasa tidak percaya diri bahkan hingga stress dan depresi akan kemampuan seksual bisa saja Anda alami.

Jika Anda telah merasakan gejala awal impotensi, atau bahkan gejala-gejala tersebut telah membuat Anda khawatir, segera konsultasikanlah kepada dokter andrologi untuk membantu menganalisa penyebab keluhan dan kondisi yang Anda alami. Impotensi dapat disembuhkan apabila gejala awalnya segera dideteksi dan mendapat penanganan yang tepat sesuai arahan dari dokter.