Apa itu impotensi?

Impotensi adalah kondisi apabila seorang pria yang mengalami ketidakmampuan pada alat vitalnya (penis) untuk menahan ereksi meskipun telah mendapat rangsangan, atau tidak dapat mempertahankan kondisi ereksi ketika berhubungan seksual.

Gejala impotensi berbeda dengan ejakulasi dini. Jika impotensi dapat terjadi sebelum pria melakukan hubungan seksual, ejakulasi dini adalah kondisi ketika pria mengalami klimaks atau orgasme setelah penetrasi namun pada waktu tidak sesuai yang ia inginkan.

 

Apa saja gejala yang muncul pada pria yang terkena impotensi?

Gejala Impotensi atau disfungsi ereksi adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seksual. Anda mungkin memiliki disfungsi ereksi jika :

·         Dapat melakukan ereksi kadang-kadang meskipun tidak setiap waktu

·         Dapat ereksi tetapi tidak berlangsung cukup lama untuk melakukan seks

·         Sama sekali tidak bisa berereksi

 

Ada dua faktor utama penyebab pria mengalami impotensi, yaitu :

1.      Faktor fisik

 

Mengidap beberapa penyakit lain merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap impotensi yang dialami oleh pria, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, obesitas atau berat badan berlebih, merokok, konsumsi alkohol, dan menjalani gaya hidup yang tidak sehat.

 

2.      Faktor psikologis

 

Jika pria dewasa diatas 40 tahun rentan terkena impotensi disebabkan faktor fisik, pada pria muda impotensi terjadi sebagian besar karena faktor psikologis.

Misalnya stress, depresi, gangguan kecemasan, dan sedang mengalami masalah dengan pasangan.

 

 

Lalu apakah semua pria mempunyai risiko terkena gejala impotensi?

Impotensi termasuk masalah seksual yang cukup umum di kalangan pria. Semua pria mempunyai risiko terkena impotensi apabila memiliki masalah fisik dan psikologis seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda para pria untuk menjaga kondisi fisik, mental, serta menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari masalah impotensi.

Apabila impotensi atau disfungsi ereksi terjadi hanya sesekali, maka ini hal yang cukup wajar dan tidak berbahaya. Namun jika gejala impotensi yang Anda alami tidak kunjung hilang, maka hal ini bisa jadi kemungkinan bahwa Anda sedang menderita kondisi yanng lebih serius seperti penyakit diabetes, darah tinggi, atau penyakit jantung.

 

Bagaimana cara mengatasi dan mencegah impotensi?

Impotensi adalah penyakit yang dapat disembuhkan, dalam mengatasi masalah impotensi atau disfungsi ereksi tentu tergantung apa faktor penyebabnya. Pada umumnya dokter akan menyuruh pasien untuk berhenti merokok (jika pasien merokok), menjaga berat badan agar terhindar dari obesitas, rutin berolahraga, menghindari minuman beralkohol, dan menghindari obat-obatan terlarang.

Jika Anda merasakan atau mengalami gejala-gejala impotensi seperti yang telah disebutkan, langkah pertama yang sebaiknya Anda lakukan adalah memeriksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter. Jangan pernah malu untuk mengeluhkan kondisi impotensi karena gangguan ini memang cukup umum dialami oleh semua pria. Sebaliknya jika impotensi hanya dibiarkan, tentu akan berdampak buruk pada kehidupan Anda. Tidak hanya mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan, namun juga bisa jadi halangan apabila Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memperoleh keturunan.